Keluhan Pengajar Kekinian

Keluhan Pengajar Kekinian Habis isya kami baru bisa istirahat. Setelah seharian sibuk melakukan tugas wajib sepulang bepergian (baca: nyuci pakaian kotor yang bergunung-gunung) dan merehatkan badan setelah hampir seminggu lamanya ngetrip terus meninggalkan capek yang membuat tulang belulang remuk redam. “Kembali ke alam nyata deh,” ucap suami, setengah mengeluh. Aku meringis, ikut merasakan. Suami bilang begitu itu artinya dia membayangkan bagaimana repotnya ia akan menghadapi kenyataan yang sebenarnya di dunia sekolah, tempat ia bekerja, setelah seminggu ini izin cuti untuk {Read More}

Anak Zaman Now VS Orangtuanya

Anak Zaman Now VS Orangtuanya Bukannya makan, eh malah minta tolong charge baterai ponsel yang tinggal 2 garis (dan itu berubah warna merah kedap kedip bunyi notifikasi untuk segera dicharge). Ampun deh anak zaman now. Saya segera memenuhi permintaannya. Dengan syarat setelah ngecharge langsung makan. Eh bener. Anak saya mau makan tuh. Ngecharge belum selesai malah makan malam nya sudah dihabiskan. Meski makannya sesekali merengek lagi, minta sambil nonton kartun favoritnya, dari channel youtube. “Bu, tolong sambung kan internetnya atuh…” {Read More}

Bekas Berkualitas Pilihan Minoritas

Bekas Berkualitas Pilihan Minoritas “Kalau ke Bandung titip beli buku ya.” Pesan seorang teman di media sosial ini membuat saya selalu semangat. Bagaimana tidak, di jaman seperti sekarang ini masih ada yang mau membeli buku cetak, bukankah itu sesuatu hal yang luar biasa? Meski buku yang dibeli bukan buku baru, melainkan buku bekas alias loakan. Emang masih ada pedagang yang jual buku bekas? Banyak. Bukan hanya buku, tapi ada juga majalah, novel dan karya cetak lainya. Mengapa masih suka beli {Read More}

Membahagiakan Buah Hati: Kecil Tampaknya Besar Maknanya

Membahagiakan Buah Hati: Kecil Tampaknya Besar Maknanya Yang saya lakukan ini mungkin bernilai kecil dimata orang lain. Bahkan mungkin tidak ada nilainya sama sekali. Tapi ketika mengetahui betapa sorot mata menandakan betapa senangnya anak saya, hati ini merasa senang luar biasa. Sungguh perjuangan selama ini telah mengantarkan sebuah kemenangan yang terasa manis. Tidak ada yang sia-sia. Senyum terpancar dari bibirnya yang mungil. Matanya mengerjap lucu. Tingkahnya jadi semakin agresif tidak mau diam. Tidak terkecuali ketika pramugari memberitahukan bahwa sabuk pengaman {Read More}

Halaman Produktif Meski Seuprit

Halaman Produktif Meski Seuprit Seperti biasa kalau di Car Free Day yang saya cari lebih dulu adalah si emang tukang pot dan kalau ada penjual bibit bunga. Meski anak dan suami suka cemberut, karena menurut mereka bakalan ribet membawanya tapi saya semangat aja. Cianjur khususnya di daerah Cipanas, dan sekitarnya banyak dijual bunga hias dan semua peralatannya. Tapi bagi kantong  saya jelas ukurannya tidak terjangkau. Harganya mahal. Beda kalau pas ada pasar dadakan seperti Minggu pagi ini. Biasanya harganya relatif {Read More}

Bali Kami Datang!

Bali Kami Datang! Finaly resolusi 2018 pecah telor lagi. Setelah mengupayakan silaturahmi kini giliran kami piknik asyik! Yee! Angkat ransel… Sudah baca tulisan resolusi 2018 saya dan Bali Bukan Jodohku ini kan ya? Bagaimana selama ini saya selalu gagal menginjakkan kaki ke Pulau Dewata. Karena itu saya masukan piknik ke Bali sebagai resolusi tahun 2018 ini. Iya, saking ngebet dan niatnya. Soalnya kalau masuk resolusi kan biasanya ditarget gitu jadi usahanya digenjot abis. Apalagi diworo-woro juga hingga sejagat dunia blogger {Read More}