Ahad Wisata: Liburan Keluarga Petualang

Ahad Wisata: Liburan Keluarga Petualang

jenuh- (2)

Sejak mempunyai anak, istilah keluarga petualang saya pakai untuk branding kami.

Sedikitnya waktu libur yang dimiliki suami membuat kami mengkhususkan kalau hari Minggu dimana suami pasti libur kerja kami pakai untuk berlibur. Dan lahir pulalah istilah yang kami bidani: ahad wisata.

Hari Minggu kami mengisinya dengan berbagai acara atau kegiatan. Meski kami sebut ahad wisata namun tidak setiap hari Minggu kami berwisata. Kadang kami tidak keman-mana. Tapi karena (meski tidak kemana-mana) kami isi dengan hal-hal yang fun, bermanfaat dan atau penuh edukasi terhadap buah hati, maka istilah ahad wisata jadi seolah identik kalau kami ini setiap hari Minggu selalu berkarya wisata.

Buat kami wisata bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Pastinya menyesuaikan dengan kondisi dan situasi kami. Jika kebetulan tidak punya uang, wisata kami bisa dilakukan di rumah, halaman, ke kebun belakang rumah, ke kebun peuntas, ke sungai, ke sawah dan air terjun yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal.

Meski sederhana dan mungkin bagi orang kota hal itu tidak seru, tapi bagi kami sangat menarik. Karena menurut kami bukan melihat cangkangnya, melainkan isi dan kualitasnya.

Tidak jarang saat suami ada tugas ke luar kota, kesempatan saya dan anak diajak itu, buat kami sudah seperti berangkat piknik saja. Menyenangkan!

Jangan heran kalau piknik kami lokasinya ini di Kantor Dinas Pendidikan Kab. Cianjur; di markas mobil pemadam kebakaran, di Universitaa Suryakencana, di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan kantor terkait lainnya.

Yang penting bagi kami-anak yang kami bawa bisa lebih mengenal lingkungan, bisa belajar lain yang tidak didapat dari rumah, dan menerima hal-hal baru disertai filter yang kita buat.

Hari Minggu jika kami berada di kota Cianjur maka Car Free Day Cianjur yang bertempat di JL. KH Abdullah Bin Nuh menjadi tujuan. Anak sangat senang bisa berkumpul bermain olahraga dan hiburan bersama sepupunya. Di cfd ini semakin hari semakin banyak kreatifitasnya. Dulu olah raga ya olah raga saja. Kini bisa sekaligus sambil wisata kuliner karena tempat cfd juatru dipadati oleh para pedagang dengan berbagai kreasi barang yang dijualnya.

Selama di luar rumah itu, saya selalu memberikan informasi kepada anak dan keponakan tentang mana yang boleh dilakukan dan mana yang jangan. Kami contohkan buang sampai ke dalam tempatnya, tidak membuang sampah asal lempar.

Sambil bermain saya ajarkan tentang permainan terkait aneka warna, hitungan/bilangan, bangun ruang, hafalan surat pendek dan lain sebagainya. Dengan begitu tanpa disadari anak, ia tidak hanya sedang bermain tapi justru sedang belajar. Dan tanpa merasa digurui anak pun mudah menerimanya.

Liburan tidak hanya milik orang kota. Liburan tidak hanya jadi kebiasaan orang kaya. Liburan adalah kebutuhan jiwa yang mendasar. Setiap orang berhak santai, merefresh kepenatan yang didapat dari kesibukannya setiap hari. Liburan obat murah meriah untuk mencharge jiwa dan raga.

Yang penting kualitas dari liburan itu sendiri. Apa dan bagaimana cara mengisinya. Menjadikan kekurangan menjadi kelebihan dan membuat kekebihan bisa dibagi dengan yang lain supaya bisa ikut merasakan kelebihan itu. Anak akan tumbuh dengan karakter baik jika sejak kecil terbiasa dengan hal-hal yang baik. Perkenalkan kepada mereka jika liburan bukan bersenang-senang atau hidup mewah. Liburan adalah salah satu sarana tempat berkumpulnya sebuah keluarga untuk memaksimalkan kehangatan dan komunikasi antar sesama anggota keluarga.

Comments

  1. Hastira says:

    yup, aduh aku kalau ke cianjur hanay mampir beli moci. Mertuaku di cipanas puncak

    • Okti Li says:

      Lain kali lanjut ke Cianjurnya Mbak 🙂 banyak Air terjun dan pantai indah malah ke selatannya 😉

  2. Di rumah pun kita masih bisa merasakan liburan ya teh 🙂

Speak Your Mind

*