Amplop Sisa Lebaran

Amplop Sisa Lebaran

Tentang tetangga yang masih judes meski sudah maaf-maafan saat lebaran, tentang momen lebaran yang bikin stres sebagian orang, dan cerita lebaran lainnya sudah saya kisahkan di beberapa tulisan sebelumnya. Kini saya ingin cerita kakaren lebaran terkait mereka para pemilik hati yang mulia.

Setiap melihat sisa amplop yang tersimpan rapi di meja hati ini selalu dipenuhi berbagai rasa. Bahagia, syukur, rindu, haru hingga galau; apakah masih ada kesempatan apa yang sudah terjadi dengan amplop itu kembali terulang pada saat lebaran nanti?

Amplop itu jadi saksi. Perantara antara hati-hati yang mulia karena keikhlasannya berbagi dengan orang-orang dhuafa yang sangat membutuhkan uluran tangan.

Seperti mimpi ketika ide mengajak beberapa teman dan sahabat untuk sedikit berbagi di bulan puasa ini menjadi nyata dan melebihi apa yang diekspektasikan. Jika puasa sebelumnya hanya dari Indosuara yang jadi donatur untuk anak-anak mengaji di pondok ngaji Al Hidayah, maka puasa kali ini jangkauan bisa lebih banyak. Ada janda lansia, orang miskin dan butahuruf, serta peralatan ibadah dan mengaji lainnya. Alhamdulillah.

Beberapa teman di Hong Kong dan Taiwan yang bekerja sebagai TKI juga kirim sodaqoh jariah (tidak mau disebut nama). Tidak sia-sia saya menggunakan  peringatan Hari PRT Internasional yang berlangsung pada bulan puasa kemarin sebagai momentum mengajak teman-teman TKI untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk beberapa dhuafa yang membutuhkan di sekitar tempat saya tinggal.

Dengan modal kepercayaan mereka (semoga) saya bisa amanah dan mempertanggungjawabkannya maka mereka kirim sebagian hasil keringat mereka untuk disampaikan di bulan yang penuh pahala dan barokah itu juga. Terharu saya menerimanya. Betapa masih ada hati-hati yang mulia dan mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang lain. Padahal saya sendiri tahu benar seperti apa kehidupan merantau menjadi TKI negara orang.

Satu yang teramat istimewa adalah diselenggarakannya buka puasa bersama bersama anak mengaji di rumah. Melalui perantara tangan Heni Sri Sundani (bisa search siapa dia) yang menyampaikan bantuan dari Keluarga Muslim Oman dan Empower Foundation –yang dikelolanya bersama suami– acara buka puasa ini bisa terselenggara. Sebuah acara yang sebelumnya tidak pernah saya pikir karena menurut saya mustahil; tidak akan bisa kami lakukan.

Tuhan Maha Segalanya. Tuhan yang menggerakan dan membuka hati mereka sehingga tergerak untuk bergerak. Tuhan membuat apa yang tidak mungkin (menurut manusia) menjadi mungkin.

Amplop sisa di meja ini semoga saat lebaran akan datang sudah bisa menyusul amplop-amplop sebelumnya yang sudah diisi uang dan diterima oleh gemetarnya tangan-tangan yang bahagia tidak terkira. Jika puasa kemarin tidak sampai mengeluarkan belasan amplop, maka harap dan doa saya pada puasa akan datang (semoga masih diberi umur dan kesempatan) bisa lebih banyak lagi amplop terisi yang diterima para anak yatim dan dhuafa. Amin.

Doa tidak terhingga selalu kami panjatkan untuk pemilik hati-hati yang mulia semoga pahala berlipat selalu mengalir menjadi catatan amal baiknya. Amin.

Begitu pula kepada mereka pemilik hati yang belum terbuka rasa kemanusiaan dan kesadaran bahwa dalam rezeki yang diterimanya sesungguhnya ada hak hak mereka yang berhak mendapatkan semoga segera diberi hidayah dan berkesempatan menunaikan apa yang sebaiknya ditunaikan sebelum waktu habis, sebelum semuanya terlambat.

Khusus setiap malam Jumat kami seluruh anak santri Al Hidayah mengadakan pengajian bersama mendoakan sahabat, rekan, saudara dan orang tua yang sudah tiada juga mengaminkan doa khusus yang dikehendaki teman-teman.

Tidak hanya bulan puasa, bulan biasa pun sesungguhnya amplop sisa lebaran ini bisa tetap dipakai untuk menjadi perantara antara pemilik hati yang mulia dengan anak yatim dan dhuafa. Sebentar lagi masih ada momen baik lainnya seperti Hari Raya Idul Adha, peringatan tahun baru Muharram, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Miraj.

Lebaran nanti semoga tidak ada lagi amplop yang tersisa di meja. Amin.

 

 

 

Comments

  1. Semoga kita selalu bersyukur dan memiliki jiwa peduli dengan sesama saudara kita yang membutuhkan, Amin
    Salam Kenal Mbak ..

  2. Semoga bisa terus mberikan mnfaat bagi lingkungan skitarnya….

  3. Amplop2 itu mendadak menjadi sangat berguna bagi orang yang membutuhkan ya teh, semoga makin banyak yang terketuk hatinya.

  4. Demoga tahun depan akan banyak amplop amplop yang daat disalurkan ke orang yang membutuhkan ya mba. Mereka pasti senang sekali

  5. selama ini pd umumnya ngasi amplop k anak2 yg mmg sbnya ga butuh banget y teh. sekedar tradisi aja. ah jd keidean buat lebaran th depan. tfs teh

  6. tahun ini..kurang bnget ngamplopin…
    sedekah ada..tapi gak sebanyak tahun lalu 🙁

  7. alhamdulillah senangnya ya Teh bisa berbagi. Semoga berkah buat Teh Okti dan keluarga

  8. Karena tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

    Mudah2an rezeki kita semua selalu dilancarkan ya mba biar bisa selalu berbagi

Speak Your Mind

*