Apapun Kegiatannya Niatnya Silaturahmi

Apapun Kegiatannya Niatnya Silaturahmi

 

Ada lima resolusi yang ingin saya capai di tahun 2018 ini. Panjang umur dan berkah, mengelola pengajian anak-anak di rumah lebih profesional, lebih banyak piknik dengan keluarga, menghidupkan komunitas blogger di Kabupaten Cianjur dan kesehatan pribadi.

Menurut saya lima point tersebut sama penting dan sama urgentnya. Dan pastinya tidak muluk-muluk. Masih rasional. Dapat saya capai disertai doa dan usaha tentunya.

Setiap orang saya pastikan ingin hidupnya panjang dan berkah. Dalam arti panjang umur sekaligus sehat, tercukupi segala kebutuhan dan bermanfaat untuk orang lain. Dalan Islam, ada sebuah cara untuk mencapai semua itu. Dengan lebih dahulu didasari akan keyakinan serta keimanan terhadap Nya dan Rasul, pastinya.

Apakah itu? Ialah silaturahmi. Ya dengan silaturahmi diyakini dapat menjadikan umur panjang dan banyak rezeki.

Nabi Shallallahualaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]. Dikutip dari Almanhaj.or.id.

Maka dari itu saya berusaha menyambung tali silaturahmi semampunya. Bukan hanya silaturahmi dengan keluarga yang yang ada nasab (keluarga sendiri) tapi juga keluarga tanpa nasab. Seperti teman dan sesepuh atau para guru bahkan termasuk orang belum dikenal sekali pun.

Saya sendiri tidak menganggap kirim pesan via chat di media sosial atau aplikasi sebagai silaturahmi, tapi kalau memang tidak ada jalan lain untuk bertanya kabar, ya tidak ada salahnya juga dipakai. Hanya yang lebih afdol silaturahmi itu bertatap muka dan saling mengekspresikan semua rasa.

Karena itu saya berusaha semampu mungkin melakukan perjalanan hanya demi bisa bersilaturahmi. Berlebihan? Ah tidak juga. Toh saya dan keluarga hanya mengupayakan. Kalau toh tidak bisa saya juga tidak memaksakan.

Silaturahmi yang saya lakukan tidak sebatas pada kegiatan saling berkunjung tapi juga dengan cara saling mengirim makanan, hadiah, dan sebagainya. Sekecil atau semurah apapun tapi nilainya terasa lebih berarti dari pada sebuah sticker di pesan terkirim lewat gadget. Dianggap murah atau tidak berguna yang penting dilakukan dengan ceria bahagia, tulus, dan saling memuliakan.

Meski usia, rezeki dan nasib semua ada di tangan Tuhan namun sebagai manusia sudah seharusnya berikhtiar dan berusaha apalagi silaturahmi ini termasuk ibadah yang dianjurkan dan jadi salah satu jalan umat Nya untuk memasuki surga.

Saya percaya jika silaturahmi sudah dilakukan maka point resolusi 2018 saya selanjutnya dengan sendirinya sudah terwakili.

Setelah menjalankan silaturahmi sehingga mendapatkan fadilahnya berupa panjang umur dan berkah, maka selanjutnya insyaallah bisa mengelola pengajian anak-anak di rumah dengan lebih profesional, bisa merencanakan lebih banyak piknik dengan keluarga, bisa menghidupkan komunitas blogger di Cianjur dengan berbagai acara atau even, termasuk pada resolusi akan kesehatan pribadi.

Jadi buat saya dengan mengutamakan silaturahmi saja ibarat satu kayuh dua tiga pulau terlewati. Setelah panjang usia dengan segala keberkahannya insyaallah segala niat bisa dicapai sambil jalan.

Meski begitu bukan berarti setelah melakukan silaturahmi lalu tidak ikhtiar untuk mencapai resolusi saya yang lainnya. Saya tetap semangat berdoa dan usaha agar resolusi lainnya juga lekas terpenuhi. Seperti apa caranya? Ada banyak.

Resolusi dalam mengelola pengajian anak-anak di rumah supaya lebih profesional, caranya saya lebih giat mencari donatur, saya lebih intens kepada anak didik supaya mengajinya lebih baik dan disiplin.

Target untuk mencapai resolusi lebih banyak piknik dengan keluarga, saya semakin giat menabung dan menjaga kesehatan diri dan keluarga. Setelah ada dana dan kondisi vit, kapan saja mau piknik itu soal mudah, bukan?

Nah untuk menghidupkan komunitas blogger di Cianjur meski tidak pede dan merasa belum punya ilmu yang sepadan saya maksakeun bersedia kasih materi tentang ngeblog untuk pemula di acara atau even yang diadakan oleh relawan TIK Cianjur. Hasilnya alhamdulillah sudah mulai terlihat. Sudah punya data dan kontak beberapa warga Cianjur yang punya dan suka ngeblog.

Sedangkan untuk resolusi kesehatan pribadi saya lebih disiplin dalam menjaga pola hidup. Memperhatikan waktu istirahat, tidur yang cukup, pola makan sehat dan memanage pikiran supaya tidak stress.

Semua itu hanya upaya dari saya seorang manusia. Hasil dan akhirnya tetap saya percaya hanya Tuhan yang menentukan.

Bagaimana apakah resolusi teman-teman tahun ini sudah tercapai?

Comments

  1. Di tengah kebiasaan baru orang masa kini, sibuk dengan dirinya sendiri, Mbak Okti masih mempertahankan silaturahmi dengan berjumpa langsung. Salut, Mbak. Smeoga semakin istiqomah.

  2. Ya salut sama teteh dengan silaturahminya, aku pun punya rasa yang sama, di tengah keegoisan diri tetep rasa silaturahmi aku junjung, ketemu temen2 blogger pengen aku papay, insyaallah.

    Kalo masalah resolusi diri, tetep sedang melanjutkan impian tahun2 sebelumnya saja, pengen menjadi pribadi yang lebih sehat.

  3. Saya termasuk salah satu dari yang salut dengan Teh Okti. Memegang teguh azas silaturrahmi, dan punya impian yang begitu mulia. Semoga tercapai resolusi2nya, ya, Teh.

    Kalo saya, belum bisa mengukur sudah tercapai belumnya resolusi2 itu, krn ini masih Februari, jadi masih tahapan implementasi, blm monitoring, nih. Yg penting dijalani dan diupayakan dulu semaksimal mungkin. Yuk, Teh, kita semangat yuk!

Speak Your Mind

*