Bagaimana Menghadapi Situasi Kehilangan Saat Liburan?

Bagaimana Menghadapi Situasi Kehilangan Saat Liburan?

Kehilangan-

Pernah kehilangan barang berharga saat liburan? Rasanya pasti tidak karu-karuan. Barang berharga entah itu dompet yang berisi uang, kartu identitas dan kartu penting lainnya, atau mungkin yang hilang adalah gadget, kunci, dan barang berharga di mata yang punya. Sedihnya jika kehilangan saat sedang berliburan, atau menikmati suasana yang seharusnya diikuti dengan perasaan gembira dan suka. Otomatis keceriaan akan berkurang karena pikiran kita akan terbagi. Antara menikmati liburan, dan memikirkan barang yang hilang.

Saya mengalami kehilangan barang berharga saat seharusnya bergembira karena kami sedang dalam perjalanan liburan. Jelas saya panik. Begitu juga suami dan teman-teman lainnya. Hanya anak kami yang mau berusia 3 tahun yang tampaknya biasa-biasa saja meski ia ikut latah menanyakan apa yang hilang.

Namun saya segera menyadari, walau telah kehilangan sesuatu baik karena kecerobohan, atau memang ada orang yang berniat jelek terhadap kita, saat liburan yang seharusnya diliputi suasana gembira tidak boleh terganggu sedikitpun. Hati boleh sedih, tapi wajah tetap harus menghadirkan senyum. Paling tidak dimata anak. Karena dalam usia sekecil itu, ia belum faham benar akan situasi orang dewasa. Yang pasti jika saya terus mengikuti ego sendiri untuk terus bersedih jelas anak akan kecewa.

Lalu bagaimana cara menghadapi situasi yang serba kalut begitu?

Dari pengalaman saya dan suami beberapa kali kehilangan barang berharga, hal yang saya lakukan adalah:

1. Sadar dan ikhlas.

Lebih dulu menyadari dan mengikhlaskan akan barang yang hilang itu. Jika hati sudah ikhlas, pikiran akan tenang, dan jiwa terasa lapang. Toh kalau masih milik kita, apapun jalannya, pasti barang yang hilang itu akan kembali. Dan keajaiban ini yang saya alami.

2. Lapor Polisi.

Melapor kepada pihak terkait. Tentu saja karena saya kehilangan dompet yang berisi KTP, ATM dan kartu penting lainnya, maka perlu segera ditindak lanjut. Takutnya jika dompet dan kartu berharga tersebut jatuh di tangan orang yang tidak baik, takutnya disalah-gunakan. Membuat surat keterangan kehilangan di kantor polisi setempat menjadi priorias saya. Jadi kalau sudah memegang surat sakti ini, liburan tetap berlangsung dengan aman karena kehilangan kita sudah “diakui” aparat.

Selanjutnya menghubungi pihak bank untuk menonaktifkan sementara kartu ATM yang hilang. Dengan adanya laporan kita ini, besar kecil saldo insya Allah tetap aman sampai kita mengurusnya kembali dengan pihak terkait.

3. Hubungi Ibu.

Ya, setelah ada waktu saya pasti selalu menghubungi ibu dan menceritakan semua. Bukan berarti saya anak mama, tetapi lebih kepada peran orang tua –khususnya ibu– yang sangat kuat dalam kemakbulan doanya sehingga Tuhan dengan Kemahaan-Nya bisa menjadikan apapun yang menurut kita –manusia– tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Termasuk mengembalikan apa yang sudah hilang dari tangan kita.

4. Intropeksi

Disela kemeriahan acara liburan saya pasti menyempatkan diri untuk menjalankan kewajiban. Saat itu sekaligus bisa menjadi waktu yang tepat untuk intropeksi diri. Saat kehilangan sesuatu, mungkin itu adalah sebuah teguran Sang Pencipta kepada mahluk-Nya. Apa kira-kira yang dusah kita lalaikan? Perbuatan apa yang kita lakukan yang mungkin bisa menyakiti perasaan orang lain? Saat itu terasa begitu banyak kesalahan yang telah dilakukan. Tobat dan menyadari menjadi obat mujarab untuk saya. Selain hati tenang, kedepannya saya pun akan lebih berhati-hati.

5. Menghubungi guru.

Boleh percaya atau tidak. Yang jelas saya juga menghubungi guru mengaji di kampung manakala saya terkena musibah atau kejadian yang cukup sulit saya selesaikan sendirian. Intinya sama seperti kepada orang tua, kepada guru saya juga menceritakan kejadian yang menimpa, dan biasanya, guru saya ini memberi wejangan yang bisa kita lakukan atau ikuti. hasilnya? Alhamdulillah, sudah terbukti beberapa kali apa yang dikatakan beliau tidak pernah meleset. Ini tentu atas Kebesaran Tuhan YME pula.

6. Tawakal

Ketika semua usaha sudah dilakukan, melapor ke aparat sudah, menghubungi pihak yang bisa meminimalisir terjadinya penyalahgunaan atas barang kita yang hilang sudah, menghubungi ibu dan meminta doanya untuk memberikan jalan terbaik buat kita sudah, bertanya kepada yang tahu sudah, menyadari kesalahan diri, tobat dan intropeksi sudah, maka saatnya tawakal. Saatnya berserah diri, menyerahkan semua hasil dari daya upaya kita hanya kepada Tuhan YME.

Dan lihatlan keajaiban yang terjadi!

Pengalaman tiga kali kehilangan barang berharga saat berlibur, semuanya bisa kami lewati tanpa sedikitpun mengurangi keceriaan suasana liburan yang sedang berlangsung. Syukur tidak terhingga manakala dua kali berturut-turut kehilangan barang berharga dengan segala isinya, jalannya hanya dengan melakukan enam hal diatas, hakekatnya Tuhan YME yang menjadikan semuanya, barang berharga yang hilang itu kembali dengan utuh!

Sangat berterimakasih kepada orang yang menemukan dan mengembalikan barang kita yang hilang itu menjadi point yang tidak boleh ditinggalkan selanjutnya. Pun saat kita kebetulan menemukan barang milik orang lain, maka seharusnya kita pun segera mengembalikan kepada pemiliknya. Ya, paling tidak menyerahkan kepada pihak yang bertanggung-jawab supaya barang tersebut bisa mudah ditelusuri oleh pemilik yang mencari-carinya.

Saat kita bahagia dan bersyukur manakala barang berharga kita yang hilang itu bisa kembali ke tangan dengan tidak kurang suatu apa, maka tak kurang tak lebih begitu juga perasaan orang lain yang kehilangan barang berharga dan kita bisa mengembalikan kepadanya.

Yang pasti, supaya tidak terulang lagi kejadian kehilangan atau hal lain yang tidak diinginkan, berhati-hati dan menjadikan pengalaman sebagai pelajaran/cermin menjadi sebuah keharusan. Jika dompet hilang jarena jatuh dari saku, kedepannya pastikan dulu apakah saku kita aman untuk ditempati dompet? Kalau diperkirakan mudah jatuh (lagi) lebih baik jangan. Simpan saja dompet di tas, atau saku lain yang lebih aman.

Comments

  1. Alhamdulillah selama ini belum pernah kehilangan barang pas bepergian. Tapi teman saya pernah juga nih kehilangan kamera dan beberapa bawaannya di Filipina. Duh sedih banget, foto-foto liburannya raib deh.

Speak Your Mind

*