Bantu Mereka Dengan Gadgetmu!

Bantu Mereka Dengan Gadgetmu!

Gadget-mu!

Memprihatinkan melihat kondisi anak-anak kurang mampu. Memang bukan keinginan mereka hidup serba kesusahan. Perjuangan mereka untuk bisa bertahan hidup dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya belum waktunya mereka lakukan sudah menjadi bukti jika mereka punya usaha dan keinginan.

Seperti kisah komedi saja, banyak anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu mereka bersungguh-sungguh ingin sekolah, namun harus putus di tengah jalan karena terkendala biaya. Tapi tidak sedikit anak-anak yang mempunyai orang tua berada, bahkan bisa dibilang hidup glamour, mereka justru malas sekolah. Kalaupun mendapat izasah bisa jadi karena dipaksakan atau karena “kekuatan” orang tua.

Rasanya tidak adil, ya? Masa anak yang pintar dan sungguh-sungguh ingin sekolah harus keluar begitu saja hanya karena tak mampu membayar? Yuk kita bantu supaya mereka yang cerdas dan niat kuat mau sekolah tapi kurang mampu itu supaya bisa tetap menggapai cita-cita dan keinginanya.

Bagaimana cara membantu mereka? Kita bisa membantu mereka yang membutuhkan bantuan meski tidak keluar rumah, lho! Gimana caranya? Gunakan gadgetmu saja. Ya, saat ini semua orang hampir semuanya memiliki telepon pintar kan? Itu bisa kita gunakan untuk membantu mereka anak-anak yang terancam putus sekolah, atau siapa saja yang memerlukan pertolongan.

Gimana caranya?

Saat mendapati orang yang memerlukan bantuan, coba gali lebih dalam apa permasalahannya, catat apa kendalanya dan temukan sisi humanismenya sehingga bisa menggugah siapapun yang mengetahui untuk mengulurkan bantuan semampunya.

Misalkan ada anak kurang mampu yang terancam putus sekolah karena kendala biaya setelah orangtuanya kena pemutusan kerja. Ini menjadi bagian tugas kita untuk mendorong dan membantu anak tersebut tetap semangat bersekolah. Tidak hanya itu, karena permasalahan utamanya ada pada biaya. Jadi, kita juga dituntut untuk bisa galang dana.

Galang dana? Aduh! Malu. Syukur-syukur dapat donatur yang percaya. Kalau tidak?

Jangan dulu menyerah. Kalau memang mau membantu mereka yang membutuhkan ya jangan setengah-setengah. Galang dana yang dilakukan bisa dengan menggunakan gadget. Jadi tidak malu-malu amat kan? Caranya setelah mencatat permasalahan dan kendala dari orang yang akan kita bantu, jangan lupa sisipkan juga sisi humanisme yang dapat menggugah nurani orang lain. Lalu publish semua itu termasuk foto orang dan kondisi yang memerlukan bantuan tadi.

Keceriaan anak yang sekolahnya bisa lanjut berkat bantaun "Beasiswa Pendidikan" Foto: Heni Sri Sundani

Keceriaan anak yang sekolahnya bisa lanjut berkat bantaun “Beasiswa Pendidikan” Foto: Heni Sri Sundani

Dari sekian banyak teman kita di berbagai akun jejaring sosial masa sih tidak ada yang tergugah seorang pun untuk membantu? Kalau pun teman kita memang tidak ada yang mau membantu, tag beberapa komunitas atau tokoh yang kompeten untuk ikut mengkampanyekan apa yang tengah kita usahakan.

Gunakan tagar atau kata kunci supaya memudahkan memantau seluruh informasi dan apdet terbaru.

Bagi pemula semua donasi yang masuk bisa melalui rekening pribadi kita, dengan perincian baik kepada donatur maupun khalayak umum secara transparan tentunya. Begitu juga saat donasi yang terkumpul akan kita berikan kepada yang berhak, informasi dan foto sebagai bukti harus kita sampaikan kepada publik secara detail. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan kelanjutan penggalangan dana. Jika kita amanah, dan mereka yang membutuhkan merasa terbantu insya Allah penggalangan dana mandiri melalui gadget ini akan berjalan lancar.

Sebagai contoh, Heni Sri Sundani (28) sebagai mantan TKI Hong Kong merasa tergugah hatinya ketika menyaksikan banyak anak-anak para petani di belakang komplek perumahan tempat ia tinggal tidak bersekolah. Kendala mereka tidak bukan ialah faktor ekonomi. Memanfaatkan jaringan pertemanannya selama di luar negeri, Heni mengupload segala kondisi anak-anak petani berikut permasalahannya di jejaring sosial. Hasilnya banyak teman Heni yang tergugah untuk membantu.

Karena anak petani itu cukup banyak dan sekolah harus berkelanjutan, maka penggalangan dana yang dilakukan Heni pun tidak hanya setengah-setengah. Heni totalitas menggunakan jejaring sosial miliknya untuk penggalangan dana terkait beberapa kegiatan sekaligus. Mulai dari program mencerdaskan anak petani, memperbaiki kondisi kampung, sampai kepada bantuan usaha para petani itu sendiri.

Karena kontinyu dan bertanggungjawab, dengan sendirinya amanah itu muncul. Tidak hanya bantuan berupa uang, melainkan juga ada yang membantu dengan alat tulis, paket sembako, pakaian bekas, buku bacaan, alat ibadah dll.

Melalui gadget, siapapun dan dimanapun orang yang memerlukan bantuan tetap bisa kita bantu semaksimal mungkin.

Heni tinggal di Kabupaten Bogor. Ia tetap bisa memberikan bantuan “Beasiswa Pendidikan” kepada Bayu yang saat ini duduk dikelas 1 SD di daerah Indramayu. Melalui bantuan Mbak Winah, teman Heni yang berdomisili di Indramayu, tak jauh dari kediaman Bayu bantuan itu bisa disampaikan.

Perlu diketahui Heni hanya menyampaikan bantuan kepada Bayu melalui Mbak Winah. Karena yang menjadi donatur Bayu adalah “Keluarga Muslim di OMAN”. Ibunya Bayu, Mbak Sunerih dulu pernah bekerja sebagai TKI di Oman. Naasnya, Mbak Sunerih mengalami kecelakaan kerja dan terpaksa harus kehilangan sebelah kakinya.

Bayu. Mendapat bantuan dari donatur di Oman untuk biaya sekolahnya. Sumber foto Heni Sri Sundani

Bayu. Mendapat bantuan dari donatur di Oman untuk biaya sekolahnya

Heni tidak ingin membiarkan Bayu dan mbak Sunerih sendiri. Heni ingin uluran tangan siapa saja bisa meringankan beban berat ibu dan anak ini. Dengan bantuan Heni yang menyuarakan nasib Mbak Sunerih dan didengar donatur di Oman maka kini beasiswa pendidikan setiap bulan dari donatur di Oman sampai kepada Bayu yang membutuhkan.

Bayu bersama Ibunya yang mendapat kecelakaan kerja saat di Oman. Atas upaya Heni, dibantu Mbak Winah kini mereka mendapat bantuan dari donatur di Oman. Foto: Heni Sri Sundani

Bayu bersama Ibunya yang mendapat kecelakaan kerja saat di Oman. Atas upaya Heni, dibantu Mbak Winah kini mereka mendapat bantuan dari donatur di Oman. Foto: Heni Sri Sundani

Begitu juga saat mendapati kondisi yang kurang sehat, butuh pengoabatan (masal) Heni masuk ke lingkungan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Kab. Bogor. Dengan Gerakan IIDI Pedulinya yang berkomitmen mengedukasi dan mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta program-program peningkatan kesehatan lainnya maka program yang digagas Heni seperti pengobatan dan penyuluhan mendapat dukungan sepenuhnya dan dilakukan oleh pihak yang tepat dan kompeten di bidangnya.

Berkat gadget, Ikatan Istri Dokter Indonesia Kab. Bogor bisa bersinergi bersama Heni untuk membantu mereka yang memerlukan pertolongan Foto: Heni Sri Sundani

Berkat gadget, Ikatan Istri Dokter Indonesia Kab. Bogor bisa bersinergi bersama Heni untuk membantu mereka yang memerlukan pertolongan Foto: Heni Sri Sundani

Begitu juga untuk membantu anak-anak di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang, Bekasi. Dengan gadget di tangan, disertai keinginan yang kuat, kerja keras, kejujuran dan tanggung jawab Insya Allah kita dapat membantu mereka tidak hanya dalam materi, tetap juga pendampingan dalam masalah kesehatan, pendidikan, karakter baik, rohani dan sebagainya. (ol)

Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayPeduliKasih

Speak Your Mind

*