Berjumpa Angin di Taman Batu (Wisata Alam Stone Garden) Cipatat Bandung Barat

Berjumpa Angin di Taman Batu (Wisata Alam Stone Garden) Cipatat Bandung Barat

Stone Garden

P1280553

Seperti tengah berada di dunia lain, saat kiri kanan atas bawah dikelilingi batu dengan mulut yang sangat runcing, warna yang begitu alami dan keindahan alam yang terbentang sejauh mata memandang. Hembusan angin yang melenakan membuat lupa capek dan mengeringkan tetesan keringat yang bercucuran.

Bagai mimpi jika di Kampung Girimulya, Gunung Masigit, Cipatat Kabupaten Bandung Barat terdapat pemandangan indah yang luar biasa memesona. Batu-batu hidup seakan ditanam dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga membentuk keunikan alam yang sulit dijumpai di belahan bumi yang lain.

P1280534

Lokasi wisata alam taman batu atau kerennya meminjam istilah stone garden yang baru sekitar satu tahun terekspos ini sangat mudah dituju meski belum memiliki penunjuk arah resmi seperti pada umumnya menuju sebuah lokasi pariwisata. Dari jalan raya Cipatat Padalarang tinggal mencari Desa Gunung Masigit. Jika dari arah Cianjur, maka simpangan ke lokasi berada di sebelah kiri. Sebaliknya jika datang dari arah kota Bandung maka menuju lokasi taman batu berada di sebelah kanan.

Mesjid Al Ikhlas dan tumpukan batu kapur serta jalan yang berwarna putih karena berlapis batu kapur menjadi ciri tersendiri. Ada plang bertuliskan arah ke Stone Garden di pertigaan jalan. Tapi masih terbilang kecil dan sulit terlihat jika dari atas kendaraan. Sepintas plang itu terhalang oleh pohon yang merindangi jalan raya.

P1280536

Dari persimpangan jalan utama Cipatat terus menelusuri jalan berbatu kapur yang memutih sekitar 2 Km hingga sampai di tempat parkir kendaraan. Iya, sekitar seratus meter dari persimpangan, ada portal yang dijaga pemuda setempat. Mereka memberikan karcis kepada setiap pengunjung yang datang. Tarif yang mereka kenakan untuk sepeda motor Rp. 4000. Entah untuk kendaraan roda empat. Katanya itu uang untuk pembiayaan pengurusan jalan.

Memasuki halaman parkir kendaraan, pengunjung diberi karcis untuk disimpan. Baru dibayar sekaligus menyerahkan kembali karcis nanti pada saat akan pulang. Satu unit kendaraan bermotor parkir seharga Rp. 3000. Harus kami informasikan bahwa para penjaga parkir kendaraan ini sangat ramah, sistematis dan benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Si Akang salah satu penjaga parkiran sepeda motor dengan istana peristirahatannya

Si Akang salah satu penjaga parkiran sepeda motor dengan istana peristirahatannya

Pengalaman kami mengenai keamanan kendaraan dan barang pribadi lainnya patut diacungi jempol. Para petugas parkir yang terdiri dari warga setempat itu sangat jujur dan baik. Saat suami mengganti sepatu dengan sandal jepit, suami lupa itu sepatu hanya ditaruh gitu aja di atas motor. Lalu kami naik dan baru kembali hampir magrib saat hujan turun.

Dengan rapihnya kami menemukan sepatu dan tas berisi jaket Fahmi juga helm sudah tertutup rapi oleh plastik. Karenanya meski hujan turun, barang kami itu selamat. Aman tidak basah. Petugas keamanan yang jaga mengatakan kalau tidak ada plastik yang bagus, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Tentu saja kami sangat berterima kasih. Perlakuan mereka sungguh diluar dugaan. Sangat bertanggung jawab dengan kendaraan yang diparkir, termasuk barang lainnya.

Suami bilang, di tempat wisata lain belum tentu seperti itu. Jangankan barang pribadi yang tercecer, motor dan helm saja tidak pernah mereka kontrol betul. Petugas di lapangan parkir Taman Batu ini benar-benar berjaga. Saat hujan mereka tetap berkeliling menjaga kendaraan. Karenanya selama pengunjung berada di atas bukit Taman Batu, merasa aman karena kendaraan dijaga dengan baik. Nilai harga parkir yang tertera Rp. 3000 untuk sepeda motor sangat lebih dari worth it.

P1280545

P1280547

Dari tempat parkiran kendaraan kita harus berjalan kaki mengikuti jalan yang sudah di paving block selebar satu meter dengan jarak sekitar dua ratus meter. Di ujung jalan ini ada semacam gubuk dimana kita para pengunjung diharuskan mengisi buku tamu. Di pos ini juga dimintai membayar untuk satu orang Rp. 5000. Fahmi tidak masuk hitungan. Karena kami dimintai sepuluh ribu rupiah saja. Lupa tidak bertanya batas usia anak-anak berapa tahun yang digratiskan ke Taman Batu ini.

P1280550

Kami langsung disuguhi tempat asyik dan instagramable untuk foto berlatar bebatuan, miniatur gubuk bambu dan nama lokasi wisata Stone Garden. Selanjutnya pengunjung bebas mau mulai mengeksplor dari arah mana saja dulu untuk menjelajahi bebatuan yang cantik, unik, dan keren untuk latar foto ini. Saat kami datang, ada sepasang calon suami istri yang sedang mengambil foto untuk pra weding. Tempatnya memang klasik sih. Pasti bagus banget hasilnya.

P1280570

Diantara bebatuan yang menjulang, atau menghampar dan bahkan menclit sendiri, pengelola yang terdiri dari warga setempat menyediakan gubuk gubuk bambu beratap daun ilalang yang sudah dianyam sebagai tempat duduk dan beristirahat. Menambah suasana jadi makin indah dan romantis aja nih…

P1280602

GEOPARK

Saat kami datang, beruntung sebelumnya katanya tidak turun hujan. Jadi tanah merah yang jadi pijakan kami cukup keras dan kering. Kalau pas hujan, tanah merah itu jadi becek, licin dan sulit untuk melakukan perjalanan. Saat kami datang setelah ashar cuaca masih bagus. Hamparan sawah, bukit kapur, pegunungan dan kereta api yang lewat di kejauhan pun jelas tampak. Dibanding di Tebing Keraton pemandangan lebih jelas terlihat di Taman Batu ini. Ya, mungkin karena faktor cuaca.

Jika hujan turun, di dekat parkiran dan pangkalan ojek ada lho sewa sepatu boot dan sewa payung. Tapi alangkah baiknya kalo mau datang saat hujan ke Taman Batu, siapkan bawa sendiri saja biar lebih leluasa dan aman.

P1280575

P1280579

P1280588

Di Taman Batu warung-warung tenda belum permanen. Ini waktu saat kami datang tentunya. Yang dijual sebatas jajanan, minuman dan makanan cepat saji. Harga masih sama dengan harga di warung biasa. Sangat terjangkau. Jika membawa bekal sendiri boleh dimakan sambil istirahat di gubuk bambu diantara bebatuan yang jadi objek wisata. Tapi ingat ya dijaga sampahnya. Tempat sampah masih hanya ada di titik tertentu saja.

P1280610

P1280615

Sebelum naik ke Taman Batu sebaiknya ke toilet dulu yang berada di dekat parkiran tukang ojek, dimana pengunjung dikasih karcis parkiran. Soalnya di atas diantara bebatuan tidak ada toilet umum. Sayang waktu dan tenaga kan kalau gara-gara kebelet pipis terus bolak-balik ke parkiran dan Taman Batu.

P1280612

P1280632

Puas narsis dengan berbagai latar, puas mencuci mata dengan keindahan yang terbentang sejauh mata memandang tiba saatnya kami pulang. Menunggu suami mengambil sepeda motor ke parkiran, saya dan Fahmi minum air kelapa muda yang bikin seger di tenggorokan. Per kelapa muda dihargai Rp. 8000 saja. Including sedotan dan es, hehe!

P1280659

P1280707

Meski berjam-jam kami habiskan waktu bertemu angin sambil bermain bersama batu, namun rasanya kami masih rindu untuk kembali bertamu. Terlebih masih ada lokasi wisata yang belum sempat kami lihat yaitu Gua Pawon. Katanya lokasinya berada di bawah bukit tempat Taman Batu berada, lho!

P1280753

P1280760

Baiklah, suatu saat semoga kami masih berkesempatan untuk berkunjung kembali. Untuk berjumpa dengan angin, bermain dengan batu dan menjadikan hidup lebih baik.
Kalau mau ke Taman Batu jangan lupa ajak ajak kita ya… 😊

Hampir lupa! ini kelapanya ketinggalan, hehehe!

Hampir lupa! ini kelapanya ketinggalan, hehehe!

Comments

  1. MBak serius lebih leluasa diTaman batu dripd tebing keraton?..bagusan mana Mbak..?..

    Btw fotonya dunkk..aku penasaran..dan istilah Instagramable..hahha..susah banget ini bibirku nyebutnya

  2. Saya pengen ke stone garden ini belum kesampean. Semoga februari diniatin ke Bandung bisa mampir sini. ๐Ÿ˜€

  3. Pemandangannya alami banget ya, mbak. Apalagi view pas mbak Okti naik di atas batu itu. Biyuuuhhh, masih segar tampaknya.

  4. Kereeen. Kayak view film hollywood. Pengen banget ke sana..

Speak Your Mind

*