Blogger Maruk, Emang Ada?

Blogger itu identik dengan dunia tulis-menulis di ranah maya. Kebanyakan mengupload tulisannya lewat koneksi internet di beberapa jasa layanan blog baik yang gratisan maupun berbayar.

Dunia tulis menulis di dunia maya memang tidak ada batasannya. Unlimitid! Sepanjang kuota memenuhi? Sepanjang si blogger mau terus menuangkan apa yang ada dalam benak pikirannya ke dalam rangkaian kata?

Tidak ada yang akan membatasi meski misalnya hasil karya tulisannya itu booming sampai dibaca sekian juta orang dan atau sebaliknya tidak ada yang membaca atau mengintip sekalipun! Sah-sah aja tetep… 🙂

Jadi jelas kalau maruk dalam menulis dan menuangkan ide apapun ke dalam karya tulis dan mengabadikannya di blog itu memang boleh dan mungkin ada saja. Tapi adakah blogger yang maruk dalam konteks lain?

Oh, ada! Kemarin aku baru saja menemukannya…

Jaman sekarang keberadaan blogger sudah diakui masyarakat luas, hingga ke perusahaan-perusahaan besar dan bonavit, bahkan sampai instansi pemerintah. Blogger banyak diundang hadir dalam setiap even, dimana pada akhirnya blogger akan diminta untuk menuliskan jalan acara yang dihadirinya atau istilah kerennya mereportasekan jalannya acara yang diliput blogger.

Selama acara itu, blogger dan undangan lain biasanya tidak dibeda-bedakan, dalam arti blogger juga memiliki hak dan kesempatan yang sama. Enaknya diantaranya seperti itu. Maka selalu banyak blogger yang bersedia hadir dalam acara liputan blogger, khususnya blogger yang berada dekat dengan lokasi acara (biasanya di daerah Jabodetabek) dan mempunyai waktu luang di samping pekerjaan aslinya. Atau jangan-jangan tidak bekerja karena profesinya beralih menjadi blogger (sejati)?

Terkadang ada acara yang bersamaan dilangsungkannya yang membutuhkan (mengundang) blogger untuk meliputnya. Nah, di sini blogger seharusnya sudah bisa memprofesionalkan dirinya. Pandai memilih acara yang mana yang paling baik untuk didatanginya.

Kalau aku pribadi, tentu saja akan mempertimbangkan dari berbagai faktor. Misalnya tema acara yang akan diliput, apakah sesuai dengan hobi dan atau memang ada kaitannya dengan apa yang selalu kita kerjakan? Lalu faktor jarak, apakah lebih dekat dengan tempat tinggalku dari pelosok pinggiran Cianjur? Dan pertimbangan lainnya seperti apakah ada hadiah, goodybag, makan gratis, termasuk pengganti transportasi! Haha!

Yang aku temukan kemarin, ada blogger yang entah dia sengaja atau karena apa di acara anu daftar untuk hadir, dan di acara lainnya juga daftar untuk hadir! Padahal kedua acara itu bersamaan dengan jarak lokasi acara saling berjauhan!

Apa itu bukan blogger maruk namanya?

Padahal kuota bagi blogger reporter itu biasanya dibatasi. Mbok ya jangan maruk gitu, disana ikut disini ikut, sementara blogger lain yang mau ikut tidak kebagian seat karena sudah terdahului oleh si blogger maruk itu tadi.

Jadi pengen lihat jadinya si blogger maruk itu tadi ikut acara yang mana ya?

Speak Your Mind

*