Buah Segar Kualitas Hebat Sunpride Pilih Jadi Cemilan Sehat

Buah Segar Kualitas Hebat Sunpride Pilih Jadi Cemilan Sehat

Berawal dari informasi di Instagram, aku ikut "Fruit for Love Blogging" ini berharap bisa ada manfaat yang bisa diambil (dok. capture instagram @sunprideID)

Berawal dari informasi di Instagram, aku ikut “Fruit for Love Blogging” ini berharap bisa ada manfaat yang bisa diambil (dok. capture instagram @sunprideID)

Jika ada yang bertanya suka dengan buah lokal? Ini pertanyaan yang jawabannya harus dipertanggungjawabkan. Bukan berarti saya tidak suka buah impor, tapi memang saya sedikit sekali bisa mencicipi buah impor. Buah impor, saya cicipi jika saya sedang ikut acara di ibukota saja, dimana pihak penyelenggara dan atau panitia tempat berlangsungnya acara menyajikan menu buah yang cukup langka dan terbilang wah untuk para tamunya.

Tapi justru akhir-akhir ini di setiap acara baik gathering, seminar atau jamuan lain saat makan siang atau malam, menu buah yang disajikan panitia juga tidak jauh dari buah lokal, seperti semangka, melon, nanas dan pepaya. Mungkin hal tersebut bagian dari upaya pemerintah untuk lebih merakyatkan buah yang murah meriah namun sangat mengandung nilai gizi (vitamin) tinggi? Hem… entah juga. Yang pasti buah lokal itu harganya memang relatif murah dan ada yang unik, lho. Banyak buah lokal yang hanya ada di daerah kita sementara tidak dikenal di tempat lain.

Buah Reumbay atau bencoy, buah "kampung" yang banyak digemari warga sekitar kampung. (dok. pribadi)

Buah Reumbay atau bencoy, buah “kampung” yang banyak digemari warga sekitar kampung. (dok. pribadi)

Sebagai orang daerah Cianjur Selatan yang jauh ke kota, maksudnya jauh ke supermarket (Di Cianjur supermarket besar hanya ada di kota kabupaten) dengan jarak 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan, maka cukup sulit untuk menemukan buah-buahan impor yang biasanya dijual di supermarket, dan atau toko buah-buahan yang cukup besar. Jadi mau tidak mau, hanya buah-buahan lokal saja yang sering kami temukan di tukang buah yang biasa buka lapak di pasar tradisional yang digelar setiap dua kali dalam seminggu.

Di pasar tradisional tingkat kecamatan tempat aku tinggal, pasar jatuh pada hari Selasa dan Jumat. Saat itulah buah-buahan dari daerah bisa dijumpai. Mulai dari buah musiman yang sudah umum kita jumpai seperti rambutan, salak, semangka, mangga, manggis, dan buah-buahan yang sudah cukup langka ditemui seperti asem kranji, huni, gandaria, kupa, lobi-lobi, campoleh, dan buah-buahan “kampung” lainnya.

Buah Gandaria. Salah satu buah "kampung" lainnya yang banyak dijual di pasar tradisional (dok. pribadi)

Buah Gandaria. Salah satu buah “kampung” lainnya yang banyak dijual di pasar tradisional (dok. pribadi)

Anak-anak kota jaman sekarang, mungkin susah untuk mengenali buah “kampung” tersebut. Beruntung saya masih bisa membelinya dan memperkenalkan kepada anak. Tapi bukan berarti kami tinggal di kampung lalu tidak mengenal buah impor. Meski kami berada di pelosok, saat ini mini market sudah ada di setiap kecamatan. Dan di sana, paling tidak dijual juga buah impor seperti apel, anggur, jeruk, pear, dan kadang ada buah naga. Meski harganya terbilang mahal untuk masyarakat kampung kami, tapi hal itu membuat anak-anak di kampungku bisa mengenal jenis buah impor secara langsung, tidak hanya lewat pandangan mata lewat televisi dan iklan saja.

Konsumsi buah lokal. Mangga gedong gincu dan mangga arumanis (dok. pribadi)

Konsumsi buah lokal. Mangga gedong gincu dan mangga arumanis (dok. pribadi)


IMG_20141214_200032

Saya lebih memilih membeli buah lokal dan atau buah “kampung” selain harganya murah, juga ingin ikut menanamkan rasa cinta terhadap produk lokal dan memajukan usaha para petani buah di dalam negeri. Hal ini mungkin terbilang muluk-muluk, imposible. Tapi tahukah justru hal itu selain bisa memajukan usaha petani buah dalam negeri juga bisa meningkatkan ketahanan nasional bangsa?

Buktinya pengalaman saya saat bekerja di Negara Taiwan. Selama enam tahun bekerja di sebuah keluarga dengan profesi majikan sebagai pramugari dan pramugara, meski bolak-balik ke negara di berbagai belahan dunia, belum pernah sekali pun mereka membawa buah tangan berupa buah-buahan. Padahal di tanah air justru biasanya oleh-oleh itu diantaranya buah-buahan khas dari suatu tempat.

Huni. Buah lokal yang sudah sulit dicari (dok. pribadi)

Huni. Buah lokal yang sudah sulit dicari (dok. pribadi)

Apakah keluarga majikan tidak suka buah-buahan? Oh, tentu saja tidak. Keluarga majikanku sangat menyukai buah-buahan. Buah favorit anak majikanku adalah jambu biji (Psidium guajava). Saat di rumah, bekal ke sekolah, sampai jajan di tempat les jambu biji itu jadi cemilan kesukaannya. Bahkan Nenek suka membeli buah-buahan yang terbagus dan termahal untuk persembahan sembahyangannya. Hanya saja, keluarga majikan khususnya, dan umumnya orang Taiwan mereka lebih memilih mengkonsumsi produk-produk hasil petani negara mereka sendiri dibanding mengkonsumsi buah impor.

Pedagang jambu kristal di CFD Cianjur (dok. pribadi)

Pedagang jambu kristal di CFD Cianjur (dok. pribadi)

Karena itu majikan yang tinggal di Taipei lebih memilih membeli jambu biji, buah naga, pisang dan leci dari petani buah di Taitung, kota di bagian selatan Pulau Taiwan dengan alasan mencintai produk dalam negeri serta ikut mensuskseskan program pemerintah Taiwan untuk memajukan bangsa dan negaranya. Secara tidak langsung, majikan serta keluarganya mengajariku untuk berbuat serupa, untuk lebih memilih mengkonsumsi buah lokal serta produk dalam negeri.

Guava Crystal, produk unggulan Sunpride (dok. www.sunpride.co.id)

Guava Crystal, produk unggulan Sunpride (dok. www.sunpride.co.id)

Kini, di tanah air buah-buahan lokal yang berkualitas dengan mudah bisa kita jumpai karena Sunpride telah menyediakannya. Sunpride melalui PT. Sewu Segar Nusantara yang berkantor di Jl. Raya Gatot Subroto Km. 8 Tangerang, Banten berkomitmen menyediakan buah-buah segar dengan berbagai jenis. Salah satunya jambu kristal (Guava Crystal) atau yang sering disebut Jambu biji.

Selain mudah dicerna dan banyak serat, jambu kristal diteliti mampu melawan kanker prostat, menurunkan resiko kanker, serta menjadi asupan yang sehat bagi penderita diabetes. Pantas dulu anak majikanku di Taiwan suka makan jambu biji sejenis kristal ini karena kini anakku pun sangat menyukainya. Daging buah yang empuk, manis segar dan hampir tanpa biji sangat disukainya. Sebelunya, kami memang sudah sering mengkonsumsi jambu kristal yang bisa kami beli di “pasar kaget” Car Free Day-nya Kota Cianjur.

Jambu biji berwarna merah. Buah lokal kaya akan serat dan antioksidan (dok. pribadi)

Jambu biji berwarna merah. Buah lokal kaya akan serat dan antioksidan (dok. pribadi)

Jambu air, buah lokal kegemaran masyarakat (dok. pribadi)

Jambu air, buah lokal kegemaran masyarakat (dok. pribadi)

Mengkonsumsi buah segar dan berkualitas memang sangat baik untuk kesehatan. Karenanya pandai-pandailah memilih buah. Percayakan pada kualitas buah lokal yang segar dan dipetik langsung dari kebun yang sudah teruji seperti buah segar Sunpride.

Jambu kristal yang segar dan berkualitas dari SUNPRIDE sangat digemari keluargaku (dok. pribadi)

Jambu kristal yang segar dan berkualitas dari SUNPRIDE sangat digemari keluargaku (dok. pribadi)

22022015174

Meski aku tinggal di kampung jadi sulit untuk menemukan buah impor, tidak masalah karena aku memilih mengkonsumsi buah lokal demi bisa menanamkan kecintaan kepada hasil produksi bagsa sendiri, sebagaimana yang diakukan majikan dan orang-orang Taiwan. (ol)

Comments

  1. Jambu dan mangga, buah paling sering dimakan. Dalam bentuk Juice… 🙂

Speak Your Mind

*