Cari Peluang Ciptakan Kesempatan dan Tercapailah Tujuan

Cari Peluang Ciptakan Kesempatan dan Tercapailah Tujuan

Cari peluang ciptakan kesempatan dan tercapailah tujuan

Judul ini terinspirasi dari seorang mantan buruh migran (TKW) asal Indramayu, namanya Mbak Eni. Ia bekerja selama 8 tahun di Hong Kong dan ketika pulang dengan segala perjuangannya ia berusaha menemukan peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan pada akhirnya buah dari segala pengorbanannya itu membawa ia terpilih sebagai penerima TKI Purna Award Provinsi Jawa Barat.

Dari obrolannya dapat saya simpulkan kalau peluang itu tidak harus dicari, melainkan justru kita bisa ciptakan. Apa yang kira-kira sulit kita dapat di sekitar tempat kita tinggal ternyata justru bisa jadi lahan usaha. Asalkan ditekuni dengan jujur, gigih dan kerja keras, insya Allah akan terlihat hasilnya. Buktinya yang dilakukan Mbak Eni kelahiran Juni 1985 ini.

Kesulitan mendapatkan perlengkapan bayi yang bagus dan berkualitas di sekitar tempat tinggalnya menjadi ide bagi Mbak Eni untuk membuka usaha toko peralatan perlengkapan bayi. Meski pada awalnya banyak yang meragukan, termasuk orangtuanya sendiri, namun berkat kerja keras dan ketekunan lama-lama usaha serta perjuangannya membawa hasil.

Mbak Eni mantan BMI Hong Kong asal Indramayu

Mbak Eni mantan BMI Hong Kong asal Indramayu

Bercermin dari upaya yang dilakukan Mbak Eni maka diambil kesimpulan bahwasanya usaha berjualan itu paling tidak harus memperhatikan:

– Lokasi usaha.

Bagusnya cari lokasi yang strategis. Dekat dengan jalan raya atau jalan yang ramai, dekat dengan kantor publik atau fasilitas umum, dan mudah dijangkau calon pembeli. Sekiranya tempat tinggal kita jauh dari keramaian atau berada di pojokan tidak strategis maka bisa mengambil solusi dengan menyewa tempat yang lokasinya memang strategis.

– Promosi

Tanpa promosi, toko perlengkapan bayi Mbak Eni masih sepi. Setelah melakukan promosi melalui cara membuat brosur dan menyebarkannya mulai terlihat satu dua dan akhirnya puluhan orang datang ke toko Bintang milik Mbak Eni.

– Jemput Bola

Jika usaha kita menjual alat perlengkapan bayi, maka pasti konsumen utamanya adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Datanglah ke tempat dimana mereka berada, seperti puskesmas, posyandu, dan atau rumah bidan. Bagikan brosur kepada mereka. Informasikan dengan baik dan hangat jika toko kita siap memenuhi kebutuhan mereka saat membutuhkan perlatan bayi. Ini lebih baik daripada menyebar brosur ke bapak-bapak atau anak-anak yang tidak pasti dibaca tapi pasti dibuang.

– Survei Barang

Jangan lelah untuk terus bebrinovasi. Ramaikan usaha kita dengan membuatkan situs atau akun jejaring sosialnya. Perlihatkan apa saja yang istimewa dari apa yang kita jual. Lihat-lihat penjual lain, siapa tahu kita belum ada barang tersebut dan itu bisa jadi masukan buat usaha kita. Jangan malu bertanya meski terhadap saingan sekalipun. Toh rezeki tetap tidak akan tertukar.

Toko Bintang menjual perlengkapan bayi milik Mbak Eni

Toko Bintang menjual perlengkapan bayi milik Mbak Eni

Dari empat point itu saja, usaha Mbak Eni terus mengalami kemajuan. Berawal dari omzet yang hanya Rp. 20 ribu pe hari kini mencapai Rp. 2 juta per hari. Meski sudah bisa dibilang mapan, ada hal lain yang tidak dilupakan Mbak Eni, yaitu tetap meminta doa restu kepada kedua orang tua dan mertua, dan satu lagi, tetap menyisihkan sebagian dari penghasilan karena Mbak Eni yakin dari sekian penghasilannya itu tetap ada hak orang lain yang harus ia tunaikan.

“Percayalah, jika sebagian dari pendapatan, kita keluarkan di jalan kebaikan, maka akan kembali dengan jumlah lebih dari jalan yang tidak disangka-sangka,” begitu kata Mbak Eni penuh dengan keyakinan, menutup perbincangan.

Comments

  1. Wah keren ya dr 20rb jd 2jt perhari

  2. 2 juta per hari hmmm, mauuuu jd usahawati , smoga dimudahkan ya mba hehe

Speak Your Mind

*