Mengapa Kita Harus Menghargai Kehidupan?

Mengapa Kita Harus Menghargai Kehidupan? Rabu-Sabtu kemarin,  7-10 September, ada kegiatan diskusi publik yang diadakan oleh Human Right Working Group (HRWG) dan Coalition For The Abolition Of The Death Penalty in ASEAN (CAPDA)/ koalisi anti hukuman mati di ASEAN, Bertempat di Plaza Indonesia, Jakarta. Diskusi publik yang bertema “Buruh Migran dan Hukuman Mati” ini dihadiri oleh masyarakat sipil dan para pegiat buruh migran. Diskusi ini sejatinya merupakan rangkaian dari acara Celebrating Life Week  #EndCrimeNotLife. Kenapa hidup harus dirayakan?   Inti {Read More}

Komunitas: Tempat Belajar Tanpa Batas

Komunitas: Tempat Belajar Tanpa Batas Sebuah lidi mana mungkin bisa mengumpulkan sekian banyak daun yang berserakan dalam sekejap? Beda dengan seikat lidi yang menjelma menjadi sapu, sampah satu halaman bisa dibersihkan hanya dalam sekian jam. Bahkan kurang. Begitu gambarannya saat masih merantau bekerja di negara orang. Seorang buruh migran yang tertindas, suaranya kalah nyaring oleh gelegarnya bentakan agency dan majikan. Namun saat suara buruh migran bergabung menjadi satu kesatuan, terlahir dalam komunitas dan perkumpulan, maka aksi dan gerakan menjadi semakin {Read More}

Saat Jadi TKI Serap Ilmu, Pulang Kampung Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Saat Jadi TKI Serap Ilmu, Pulang Kampung Ciptakan Lapangan Pekerjaan. Jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sekarang tidak semudah jadi TKI beberapa tahun ke belakang. Selain prosedur, keterampilan, dan bahasa, usia juga kini menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Rumor bilang pengiriman TKI tutup. Calon TKI pun resah. lah di Indonesia mau kerja apa? Bagi yang beruntung, kerja di luar negeri itu menyenangkan. Istilahnya makan tidur aja dibayar. Hidup senang, tiap bulan menerima gaji yang dirupiahkan setara (bahkan lebih) dengan gaji {Read More}

Menabung Kekinian: Nyaman Jadi Tujuan, Mudah Diakses Jadi Pilihan

Menabung Kekinian: Nyaman Jadi Tujuan, Mudah Diakses Jadi Pilihan Menabung bukan sekedar menyimpan uang, toh di bawah kasur pun uang bisa disimpan. Bukan pula karena banyak fasilitas mewah keren karena bagi orang kampung semua fasilitas itu tidak akan dipakai. Menabung yang nyaman adalah mudah dimengerti oleh masyarakat awam sekalipun, dan  mudah diakses meski tinggal di pelosok. Kenapa saya memilih menjadi nasabah Bank Negara Indonesia ? Ada beberapa alasan. Berawal ketika menjadi TKW di luar negeri dan majikan di Singapura meminta {Read More}

Demonstrasi Bawa Anak? Ini Piknik Unik

Demonstrasi bawa balita, sudah dua kali saya lakukan. Apak gak repot? Gak kasian sama anaknya? Hehe, kami mengangganya bukan ikut demo, kok. Tapi piknik. Ya, ini mungkin piknin unik versi kami… Sudah tahu kan kalau saya mantan TKW alias TKI yang kerjanya nguli di luar negeri? Aktivitas demo dan perburuhan sudah saya jalani sejak tahun 2000 sampai sekarang. Mulai dari demo ketika masih di penampungan, demo di konsulat dan atau kantor pemerintahan perwakilan bangsa kita di negara penempatan, sampai sekarang {Read More}

Dagelan Taipei Cianjur: Antara Makanan dan Koran

Dagelan Taipei Cianjur: Antara Makanan dan Koran Hari itu benar-benar hari sibuk. Ama (nenek) dan Akong (kakek) dari Taichung datang ke Taipei. Malam nanti akan ada acara makan malam keluarga majikan. Memang tidak banyak orang, bukan sebuah pesta, tapi sudah membuatku capek luar biasa. Sejak pagi belanja, memasak, mengurus anak-anak dan mengantarkannya sekolah, hingga sore ini setelah menu selesai aku harus kembali menjemput anak. Merasa capek karena aku belum terbiasa. Saat itu baru sekitar dua bulan aku kerja di Nei {Read More}