Mengejar Seminar UNIMIG, Perjalanan Hari Luar Biasa

Akhirnya bisa rebahan juga di rumah sebelum isya. Terimakasih Ya Allah untuk semua yang telah aku lalui dari sekitar pukul tiga dini hari tadi, sampai aku bisa kembali dan bisa istirahat dengan nyaman di rumah pukul delapan malammya. Begitu banyak kejadian yang telah aku lalui tidak seperti biasanya. Seperti biasa, jam tiga naik mobil Kang Oyan menuju Jebrod. Bukannya tidur karena sebelumnya hanya memejamkan mata satu jam saja, yang ada malah ada ide buat menulis dan melihat email masuk. Sampai {Read More}

Bekpekeran Jalan Kampung Menuju Sosialisasi P4GN Narkoba Ciranjang

Sesuai informasi dari BNNK Cianjur, kalau Senin, 28 April 2014 ada agenda sosialisasi BNNK Cianjur di SMP PGRI Ciranjang pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. Dengan diantar suami, aku sudah mempersiapkan semuanya untuk datang ke acara. Rencana berangkat pukul enam pagi dari rumah batal karena Fahmi, anak kami rewel. Sakit demamnya sudah reda, hanya batuknya masih sering terdengar. Selain itu dia jadi manja banget, pengennya digendong-gendong, disayang-sayang jadinya perlu waktu lebih lama menemaninya sebelum kami tinggalkan. Akhirnya pukul setengah delapan kami {Read More}

Berkenalan dengan Badan Narkotika Nasional Kota/Kabupaten Cianjur

Meski ber-KTP warga Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kecamatan Pagelaran, arah ke selatan dari kota Cianjur dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 2 jam menggunakan kendaraan, namun aku baru tahu beberapa minggu terakhir ini jika di Cianjur telah berdiri Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Cianjur. Sejak aku aktif dalam aksi kampanye blogger anti narkoba di Blogger Reporter Indonesia (BRID) sekitar 3 bulan terakhir ini, sejak itu aku memang terus mencari informasi apakah di Cianjur ada BNNK? Jawab Pak Gun Gun Siswadi saat {Read More}

Kesal Itu Ada, Tapi Bukan Untuk Dibiarkan Menumpuk Apalagi Membunuhmu…!

Sebagai manusia, permasalahan itu pasti ada datang mendera. Dengan keluarga di rumah, teman di sekolah, guru yang menularkan ilmunya kepada kita, maupun tetangga rumah dan rekan kerja di kantor. Jujur saja, tulisan ini aku buat setelah rasa kesal dalam diri yang memuncak ini akhirnya rata kembali. Saat ada masalah, dalam hati ini timbul unek-unek dan kegeraman yang berujung kekesalan. Setiap mengingat permasalahan, setiap itu pula kesal dalam hati kian menjadi. Kalau dibiarkan, kesal itu akan jadi penyakit hati (misalnya dendam, {Read More}

Saat Emak Bekerja Perlu Gadget Canggih Penunjangnya

Aku bukan orang penting, tapi ya komunikasi itu memang penting. Tanpa adanya infomasi, aku tentu saja tidak bisa kerja. Jaman sekarang teknologi sudah canggih. Gadget terpopuler sudah jadi hal biasa bagi kaum eksmud bahkan sampai ortu sekalipun! Apalagi anak-anak gaul, khususnya yang ortunya punya. Karena jaman sudah berubah itulah, nau tidak mau aku harus mengikuti perkembangan jaman. Alat komunikasi terpenting saat ini yaitu ponsel sudah jadi kebutuhan primer. Rasanya gak makan ga apa-apa daripada ga ada ponsel, kelimpungannya bukan main. {Read More}

Let’s Be A Citizen Journalist With Indonesiana!

Sekitar 16 tahun lalu, yang ada dalam benakku bila mendengar dan atau membaca kata TEMPO pikiran langsung melesat pada sebuah bayangan majalah dengan cover serius yang isinya berita-berita berat dan membuatku harus mengerutkan kedua alis jika membacanya. Seiring berjalannya waktu, sejalan dengan bertambahnya usia dan pemahaman, pemberitaan Tempo yang “sangar” dan menusuk bagi pihak-pihak tertentu ini justru membukakan wawasanku jika peran media sesungguhnya berdiri pada kebenaran, bukan pada kepemilikan modal atau sogokan. Karenanya Tempo tetap jadi pilihan dan selalu dicari {Read More}