Latah Animasi Absurd si “anti mainstream”

Latah Animasi Absurd si “anti mainstream” Ada peni ada peni ada peni… Taklah! Taklah! Taklah! Sepanjang 2018 ini Fahmi selalu latah menirukan percakapan di trailer film Si Juki The Movie yang banyak diputar ulang di berbagai stasiun televisi. Saking seringnya mendengar jadi sering diucapkan dan aku serta ayahnya pun jadi ketularan latah! Ya Allah! Padahal sejak awal Desember 2017 dimana trailer film animasi asli buatan Indonesia ini tayang iklan di tv, saya sudah bergidik sejak pertama kali melihatnya. Bukan tidak {Read More}

Keluhan Pengajar Kekinian

Keluhan Pengajar Kekinian Habis isya kami baru bisa istirahat. Setelah seharian sibuk melakukan tugas wajib sepulang bepergian (baca: nyuci pakaian kotor yang bergunung-gunung) dan merehatkan badan setelah hampir seminggu lamanya ngetrip terus meninggalkan capek yang membuat tulang belulang remuk redam. “Kembali ke alam nyata deh,” ucap suami, setengah mengeluh. Aku meringis, ikut merasakan. Suami bilang begitu itu artinya dia membayangkan bagaimana repotnya ia akan menghadapi kenyataan yang sebenarnya di dunia sekolah, tempat ia bekerja, setelah seminggu ini izin cuti untuk {Read More}

Anak Zaman Now VS Orangtuanya

Anak Zaman Now VS Orangtuanya Bukannya makan, eh malah minta tolong charge baterai ponsel yang tinggal 2 garis (dan itu berubah warna merah kedap kedip bunyi notifikasi untuk segera dicharge). Ampun deh anak zaman now. Saya segera memenuhi permintaannya. Dengan syarat setelah ngecharge langsung makan. Eh bener. Anak saya mau makan tuh. Ngecharge belum selesai malah makan malam nya sudah dihabiskan. Meski makannya sesekali merengek lagi, minta sambil nonton kartun favoritnya, dari channel youtube. “Bu, tolong sambung kan internetnya atuh…” {Read More}

Membahagiakan Buah Hati: Kecil Tampaknya Besar Maknanya

Membahagiakan Buah Hati: Kecil Tampaknya Besar Maknanya Yang saya lakukan ini mungkin bernilai kecil dimata orang lain. Bahkan mungkin tidak ada nilainya sama sekali. Tapi ketika mengetahui betapa sorot mata menandakan betapa senangnya anak saya, hati ini merasa senang luar biasa. Sungguh perjuangan selama ini telah mengantarkan sebuah kemenangan yang terasa manis. Tidak ada yang sia-sia. Senyum terpancar dari bibirnya yang mungil. Matanya mengerjap lucu. Tingkahnya jadi semakin agresif tidak mau diam. Tidak terkecuali ketika pramugari memberitahukan bahwa sabuk pengaman {Read More}

Anakku Jago Kandang

Anakku Jago Kandang “Maaf Teh, tidak bisa bawa anak.” Oh, baiklah. Skip kalau begitu. Belum rezeki. Mungkin next time. Aku menghibur diri. Demikian setiap kali ada acara atau kegiatan aku selalu memastikan dulu apakah bisa membawa anak? Jika bisa, maka aku akan mengikutinya. Jika tidak, aku lebih baik tidak ikut, kecuali Fahmi, putra pertamaku mau ditinggal bersama ayah atau neneknya. Tapi hampir setiap ada acara, anakku tidak mau ditinggal. Karena itu aku lebih memprioritaskan anak. Bukan tidak ingin mendidik anak {Read More}

Perpustakaan Gasibu Bandung

Perpustakaan Gasibu Bandung Dalam rangka mengejar sebuah cita-cita yang sudah lama diniatkan namun selalu saja terbengkalai, kali ini saya lagi giat membacakan buku anak sebanyak-banyaknya untuk Fahmi, putra saya. Apapun versinya yang penting buku anak-anak saja. Dulu, sebelum Taman Baca Mesjid Agung Cianjur diobrak-abrik saya sesekali mengajak anak mengunjungi perpustakaannya. Sambil nebeng wi-fi gratisan yang disediakan pemda. Tapi kini tidak lagi. Jangankan bisa baca seperti dulu, tahu kemana pindahnya saja itu buku-buku perpustakaan tidak tahu. Oh, nasibmu malang nian, warga {Read More}