Balada Warga Tak Punya Tetangga

Balada Warga Tak Punya Tetangga Sejak adzan berkumandang jendela rumah di ujung jalan kampung itu mulai terbuka satu per satu. Sebagai rumah paling sisi di batas desa, yang lebih dekat kepada aliran sungai dari pada rumah tetangga membuat suara keciprat air lebih nyaring terdengar di sana dari pada suara televisi layaknya di rumah yang berdempeten seperti rumah kontrakan. Asap mengepul dari lubang angin di belakang rumah. Minyak panas yang mengeluarkan bunyi khas ketika telur pecah dan isinya ditumpahkan di atasnya {Read More}

Anakku Milih Mertuanya

Anakku Milih Mertuanya Saat hampir sebagian besar menantu (perempuan) takut kepada (ibu) mertuanya dan cenderung lebih dekat kepada ibu kandungnya, ternyata ada loh anak perempuan yang (terlihat) lebih senang bersama ibu mertua dan keluarga besar suaminya, dari pada bersama ibu sendiri dan keluarga besar dari saudara sekandungnya. Bagiku tidak mengapa. Bukankah mertua juga adalah orang tua kita juga? Aku memang sudah tua dan sakit-sakitan pula. Struk membuatku berjalan tidak normal, sehingga segala aktivitas tidak bisa aku lakukan sendiri. Sejak ditinggal {Read More}

Hantu Karung Pos Dua

Hantu Karung Pos Dua Meski gelap, aku tak menyalakan headlamp. Setelah pamit kepada suami dan guide langsung menerobos semak di belakang Pos Dua. Tak kuat lama-lama menahan. Di balik pohon besar aku berjongkok gelap-gelapan. Perjalanan hampir tidak ada hentinya dari Pos 9 ke Pos 2 ini memang cukup melelahkan. Sepanjang jalan tidak ada kesempatan untuk sekedar melipir. Yah kalau pun ada kesempatan, saat siang bolong terang benderang rasanya tidak nyaman untuk melakukan hal-hal yang teramat privat. Gunung Slamet dengan ketinggian {Read More}

I Swasta Setahun di Bedahulu

I Swasta Setahun di Bedahulu Hingga detik ini, kisah yang menceritakan seorang prajurit dari sebuah kerajaan di daerah Bali pada jaman dulu terasa masih melekat di hati. Meski hanya kisah fiktif, tapi perjalanan hidup I Swasta benar-benar sangat menginspirasi dan jadi pelajaran hidup buat saya. Sejatinya, tokoh fiksi I Swasta ini saya dapat dari sebuah novel yang secara tidak sengaja saya temukan di perpustakaan sekolah saat saya masih SMP.  Buku cerita dengan ketebalan di atas rata-rata bagi usia anak-anak seragam {Read More}