Cilok

Sering buat penganan cilok, namun baru kali ini memakai isian daging ayam cincang. Biasanya buat cilok tanpa isi, cukup dilumuri bumbu kacang. Kali ini kebetulan bahan-bahan tersedia dan waktu sedikit luang manakala akhir pekan ini kami tak berangkat ke kota Cianjur sebagaimana biasanya.

Cilok. Kali ini tidak dicolok. Aku menggantinya dengan "dikohokan" :-D

Cilok. Kali ini tidak dicolok. Aku menggantinya dengan “dikohokan” 😀

Saat Fahmi bermain bola dengan ayahnya, kesempatan aku gunakan untuk bereksperimen ala koki yang sempat terlihat di layar tv. Bedanya aku tak menggunakan celemek atau penutup kepala putih. Oke, siap. bahan-bahan buat cilok apa saja nih?

Bahan Cilok
1. Terigu 200 gram atau secukupnya
2. Tepung Kanji atau tapioka 400 gram, atau secukupnya.
3. Bawang daun iris kecil secukupnya (bagi yang suka)
4. Bumbu secukupnya. aku memakai garam, penyedap rasa dan sedikit merica bubuk

Bahan Isian
1. 100 gram daging ayam (aku ambil dari paha) lalu dicincang made in sendiri dengan cara dicincang di atas talenan sampai besarannya sesuai selera.
2. Bumbu secukupnya. Lagi-lagi aku hanya menambahkan garam, sedikit penyedap rasa dan merica bubuk
3. minyak untuk menumis.

Sudah, bahan-bahan kumpul semua, tinggal mengeksekusi dan aku memulainya dengan tidak lupa menutup pintu dulu. Masalahnya bahaya kalau Fahmi melihat aku menabur-nabur tepung. Pengalaman saat membuat dumpling, dia ikut memegang tepung dan acara jadi kacau plus lucu karena aku dan Fahmi jadi pada cemong oleh tepung. Aku rasa kejadian seperti itu jangan dulu berulang saat ini.

WP_20150529_14_49_12_Pro

Cara Masak:

Aku menuangkan terigu lebih dulu ke dalam baskom bersama bumbu-bumbu. Lalu dituang air panas secukupnya, diaduk perlahan sampai kalis. Terigu sudah lembek, campurkan sedikit demi sedikit tepung kanji (tapiokanya) diselingi taburan irisan daun bawang sampai tapioka habis. Tak habis juga kalau adonan cilok dirasa sudah cukup ya tak apa. Demikian juga kalau terlalu lembek, ditambah lagi tapioka (kanjinya) juga sah-sah saja.

Setelah adonan cilok cukup kenyal, bulatkan satu persatu sesuai selera. Simpan sebentar untuk mengolah isiannya.

Daging ayam yang sudah dicincang, kita olah sebagai isian cilok. Panaskan minyak goreng secukupnya. Masukan daging cincang. Bumbui sampai terasa enak di lidah. Setelah matang, angkat dan siap ke tahapan selanjutnya.

Daging ayam cincang untuk isian cilok

Daging ayam cincang untuk isian cilok

Ambil satu buah cilok yang sudah dibulatkan, lubangi dan masukan daging ayam sebagai isiannya. Rekatkan lagi hingga daging ayam terbungkus oleh adonan. Bulatkan lagi Cilok sampai bulat sempurna. Terus lakukan sampai semua cilok terisi. Takaran di atas, menghasilkan cilok sedang sebanyak 30 butir. Jika membuat cilok dengan ukuran lebih besar, mungkin jumlahnya akan kurang dari 30.

Ketelatenan membuahkan cilok bulat sempurna dan merata

Ketelatenan membuahkan cilok bulat sempurna dan merata

Saat mengisikan daging ayam ke dalam cilok satu persatu, sambil didihkan juga air untuk merebusnya nanti. Jadi setelah cilok siap terisi, air sudah mendidih maka tinggal memasukan semuanya. Tunggu sampai cilok mengambang karena itu tandanya cilok isi daging ayam sudah matang.

Mengambang tandanya matang

Mengambang tandanya matang

Mudah bukan?

Untuk penyajian, bisa dimakan langsung ditambah kecap atau saus sesuai selera. Enaknya dimakan saat masih panas, jadi terasa empuk dan enak. Kalau dimakan sudah dingin, cilok akan terasa liat (alot) dan rasanya kurang pas.

WP_20150529_15_11_46_Pro

Selesai sudah eksperimen saya dalam membuat cilok isi daging ayam ini. Meski masih banyak kekurangan, namun cukup senang manakala keluarga menyantapnya dengan gembira. Yah, daripada jajan di luar, belum tentu higienis seperti olahan sendiri.

Selamat menikmati 🙂

WP_20150529_15_13_36_Pro

Comments

  1. Bikinnya kayaknya gampang y mbak…
    Mau bikin ah, kebetulan dirmh udh ada terigu kanji sm daging ayam..
    Tfs y mbak…

    • Okti Li says:

      Silahkan dicoba Mba Inda…
      memang mudah kok. semakin sering coba, akan tahu bagaimana takaran yang pasnya 🙂

      salam kuliner tradisional 🙂

Speak Your Mind

*