Dusun Bambu: Solusi Berpetualang dengan Alam di Wilayah Perkotaan

Dusun Bambu: Solusi Berpetualang dengan Alam di Wilayah Perkotaan

Sabtu akhir Februari 2015 dengan sedikit berat hati saya melepas kepergian suami bersama rombongan yang akan naik ke Gunung Burangrang di bagian utara Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Niat awal ngebet sekali ingin ikut mendaki, tapi apa daya hati ini lebih berat lagi kepada Fahmi si buah hati yang tidak mungkin dibawa berkaitan dengan kondisi serta cuaca yang tidak memungkinkan.

P1270318

Selama suami dan team IMOSA melakukan pendakian, saya dan Fahmi menunggu di sebuah tempat yang bernama Dusun Bambu, lokasi yang dijadikan sebagai meeting point. Sebelumnya saya pikir Dusun Bambu itu hanya sebuah restaurant saja, atau nama sebuah perkampungan biasa, tetapi ternyata dugaan saya salah.

Tugu Bambu iconnya Dusun Bambu

Tugu Bambu iconnya Dusun Bambu

Dusun Bambu adalah sebuah objek wisata alam yang didalamnya menghadirkan berbagai lokasi wisata bernuansa kampung dengan sentuhan gaya dan modern. Selain banyak ditemukan berbagai macam pohon bambu, juga tersedia berbagai sarana wisata edukasi alam lainnya. Seperti kebun stawberry (pengunjung bisa memetik langsung buahnya), danau, pesawahan, penginapan dengan rumah panggung berarsitektur kampung adat leluhur Sunda, pasar khatulistiwa, play ground yang unik menggunakan bahan kayu gelondongan, kebun bunga, perkebunan sayuran warga, peternakan warga, rumah (kamar) pohon, sungai dengan segala ekosistemnya, dan masih banyak wahana lain.

dari parkiran, sudah disambut dengan tanaman padi di sawah

dari parkiran, sudah disambut dengan tanaman padi di sawah

Setiap lokasi dinamai dengan istilah yang sangan nyunda sekali, seperti rumah (kamar) pohon yang dinamai Lutung Kasarung; stand penjual makanan dinamakan Pasar Khatulistiwa, dan istilah lainnya.
Hampir seharian saya dan Fahmi mengubek semua lokasi yang ada. Gempor rasanya nih kaki padahal belum berhasil menjelajahi semua pelosok-pelosoknya. Itu sudah termasuk naik mobil wara-wiri yang dengan senang hati mengantarkan pengunjung dari tempat parkiran menuju bangunan utama Dusun Bambu (resepsionist).

Tugu Bambu kedua posisi dekat Lobi Gedung Utama

Tugu Bambu kedua posisi dekat Lobi Gedung Utama

Dusun Bambu ini mempunyai icon yang sangat unik, yaitu sebuah bangunan menjulang semacam tugu namun terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi kesatuan yang kokoh. Selain di dekat parkiran kendaraan, tugu bambu juga bisa kita temui di depan bangunan utama tempat penunjung turun dari angkutan wara-wiri.
Selain menyajikan suasana alam yang sangat kental, Dusun Bambu juga sudah melengkapi fasilitasnya seperti di luar negeri saja. Toilet yang dijaga kebersihannya, penjagaan yang ketat dan lengkap (ini demi keamanan serta kenyamanan pengunjung) dan penyediaan fasilitas bagi penyandang cacat! Luar biasa. Kursi roda serta jalan khusus untuk penyandang cacat telah sedia lho!

Seorang petugas keamanan di dekat tempat antrian naik wara-wiri dekat parkiran sangat baik sekali terhadap saya dan Fahmi. Dari pagi sampai jelang magrib saya bolak-balik bersama Fahmi membuat dia mengenali saya dan benar-benar membuat saya dan Fahmi nyaman. Sampai dia membawakan saya makan karena saya repot dengan anak yang sedang tidur dalam gendongan. Terimakasih Pak Satpam, Anda layak mendapat penghargaan dari Boss Dusun Bambu atas tanggung jawab serta keramahan dan kenyamanannya. Saya jadi berani merekomendasikan kepada teman-teman untuk datang rame-rame berkunjung ke Dusun Bambu saat liburan nanti.

Masuk Dusun bambu sangat murah meriah. Karcis per orang dihargai Rp. 10 ribua saja. Oya, sebelum naik wara-wiri dianjurkan pengunjung tidak boleh membawa makanan dari luar karena di Pasar Khatulistiwa banyak dijumpai aneka kuliner yang bisa kita beli. Karcis yang kita pegang masih bisa kita tukar dengan souvenir unik, lho! Dua buah tiket bisa ditukar dengan satu buah bibit pohon. Sangat menganjurkan penghijauan sekali bukan? Kalau satu tiket? Cukup ditukar satu buah air mineral saja. Jika datangnya banyakan, kita bisa tuker kupon campur, sebagian ambil bibit pohon, sebagian ambil air mineralnya.

Wara-wiri yang membawa pengunjung dari tempat parkir ke Gedung Utama

Wara-wiri yang membawa pengunjung dari tempat parkir ke Gedung Utama

Mengingat lokasi Dusun Bambu berada di kaki Gunung Burangrang, cuaca dingin sangat mendominasi, terlebih saat hari masih pagi dan menjelang sore. Apalagi kalau tengah turun hujan, seandainya tidak bawa perlengkapan musim dingin, gerrrr! Bakalan kabulusan!

P1270437

Saat suami berhasil naik sampai puncak Burangrang dan selamat kembali ke Dusun Bambu jelang magrib saya dan Fahmi juga keluarga peserta lainnya yang sama-sama menunggu di Dusun Bambu menyambut dengan suka cita dan gembira. Selama seharian itu saya sama sekali tidak merata bete meski tidak berkesempatan merasakan sensasi jalur tidak resmi yang dilalui team IMOSA. Sajian alam di Dusun Bambu serta keramahan para petugasnya sudah cukup memuaskan petualangan akhir bulan ini. Sampai jumpa di Dusun Bambu di acara berikutnya (ngarep, hehe!)

Rumah adat Sunda sebagai penginapan pengunjung

Rumah adat Sunda sebagai penginapan pengunjung


P1270385
orang kota sibuk berfoto ketika jumpa suasana desa

orang kota sibuk berfoto ketika jumpa suasana desa


P1270449

P1270467

P1270479

P1270488

P1270508

Speak Your Mind

*