Emang Bisa Seminar Internet untuk Bisnis Sambil Gendong Bayi?

Emang Bisa Seminar Internet untuk Bisnis Sambil Gendong Bayi?

anakku jadi peserta terkecil di seminar :)

anakku jadi peserta terkecil di seminar 🙂


Travel with baby mah udah biasa, coba seminar with baby, bisa gak?

Jauh hari sudah dapat info ada Belajar Internet utk Bisnis di Cibeber, tetangga kecamatan dengan jarak tempuh 1,5 jam kendaraan dari Pagelaran. Ikut! Ya, ini kan kesempatan langka lho! Di kampung macam mana ada acara seminar dan sejenisnya? Jaraknya terbilang dekat juga.

Aku dan suami memastikan ikut. Bagaimana dengan Fahmi? Kami memutuskan untuk membawanya. Tentu saja dengan resiko yang akan aku tanggung. Soalnya bagaimanapun pasti ribet bawa bayi seumuran 20 bulan ini. Bayi belum bisa jalan sih mending, bisa sambil bobo dalam gendongan. Lah Fahmi? Kerjaannya kabur melulu!

Bener saja, baru sampai halaman Aula Desa Cihaur Cibeber, Fahmi udah merengek minta pulang. Baru diam setelah ditunjukin ada kuda lewat. Oya, di Cibeber kan masih ada delman untuk transportasi warga setempat.

Setelah registrasi dan dapat snack, anakku ini kembali ribut. Dia mintain kue-kue untuk dikeluarkan. Mending kalau dimakan. Ini cuma dimain-mainkan saja. Kan sayang… Mulai rewel, ayahnya inisiatif mengambil alih menggendong Fahmi. Aku gunakan kesempatan ini untuk mengambil foto merek. Tapi ya ampuun…susahnya! Sengaja mau ambil foto, Fahmi malah ngumpet!

Pas acara berlangsung, Fahmi mulai kesal, dia mulai ngajak main. Terpaksa dech aku yang mengalah menemaninya keluar. Seminar tentang usaha berbasis internet ini pun dengan berat hati aku tinggalkan. Di luar, Fahmi malah main pintu pagar, naik motor orang, minta alat tulis ke panitia buat gambar, dan keliling-keliling tempat seminar. Aku biarkan saja. Itu mending daripada maunya main keluar cari kuda dan menginjak-injak air becek sisa hujan semalam.

Memang repot bawa anak seusia Fahmi ke acara seperti ini. Selain acara inti ikut seminar tidak bisa fokus seratus persen, kebiasaan Fahmi sendiri jadi berobah. Waktunya tidur (kalau di rumah) saat di luar seperti ini dia jadi ga bisa tidur. Selain tempat yang kurang memungkinkan juga dia lebih tertarik dengan lingkungan sekitar yang menurutnya masih asing.

Alhasil, sampai acara selesai, aku hanya fokus ke acara saat Fahmi dibawa ayahnya waktu shalat dhuhur ke mesjid besar Cibeber yang letaknya sebrang lokasi acara seminar, terhalang alun-alun Cibeber. Dan itu tidak lebih dari 15 menit saja.

Fahmi baru bisa tidur saat acara berakhir. Dan saat aku pamitan dengan teman-teman baru sesama peserta, Fahmi kembali terbangun. Akhirnya jadi rewel karena bobonya terganggu dan tidak bisa nyaman dengan keadaannya.

Dalam perjalanan pulang ke Sukanagara baru bisa bobo lagi. Beruntung tidak hujan. Meski sempat mendung di Sukanagara tapi saat lanjut ke Pagelaran cuaca malah kembali cerah.

Aku kelelahan sesampainya di rumah. Tapi bukan berarti kapok membawa Fahmi ke acara yang bisa diikutinya (ada kan acara yang tidak diperbolehkan membawa anak) senang malah bisa memperkenalkan Fahmi secara perlahan kepada teman-teman yang biasanya hanya bisa memanggilnya lucu dan sayang hanya dalam jejaring sosial atau lewat instagram yang aku bagikan.

Meski belum faham acara apa, tapi mungkin perlahan dia bisa mengetahui, bundanya, ayahnya, mengikuti kegiatan seperti apa saat seringkali meninggalkannya dan hanya menitipkannya di rumah Mamah (nenek) di Sukanagara.

Besok aku akan ke Sukabumi dan ke Bandung. Sepertinya Fahmi tidak akan aku bawa. Bukannya aku dan suami tidak ingin membawanya, tapi kasihan dengan kondisi Fahmi yang masih bayi kalau harus jalan-jalan bolak-balik antara Pagelaran-Cianjur yang kondisinya tidak lebih baik. Sepulangnya dari Cibeber tadi saja, dia sehabis mandi langsung bobo begitu nyenyak. Ya, kecapean.

Hal menarik yang bisa aku ambil dari sehari mengajak Fahmi ke acara seminar internet tadi adalah memaksakan kehendak kepada anak (atau siapapun) itu memang tidak baik. Saat anak belum sesuai masanya untuk mengenal dunia dan kegiatan orang dewasa (ortunya) kalau dipaksakan hasilnya tidak akan maksimal. Terlebih jika ortunya punya target dalam acara tersebut.

Semoga jadi pembelajaran buat kami, dan semua pembaca kisahku ini 🙂

(http://bit.ly/1wSHgVw)

Speak Your Mind

*