Fun Blogging: Galau Tingkat Tinggi Setelah Ditampar Teh Ani

Gara-gara mengikuti Fun Blogging 6 di Grapari Telkomsel Kota Bandung, Sabtu 5 September 2015 lalu, kini aku dilanda galau tingkat berat. Gimana tidak, niat hati ingin sekali menjadikan hobiku menulis ini menjadi sebuah profesi, namun apa daya beberapa cara dan langkahnya saja ketahuan ternyata sudah salah kaprah. Pantas blogku monoton tidak menarik.

Sepulangnya Fun Blogging 6 saya tepar lebih dari 3 hari

Sepulangnya Fun Blogging 6 saya tepar lebih dari 3 hari

Menulis sudah menjadi bagian hidup sejak sekolah dasar. Mulai menulis di diari yang digembok, sampai majalah dinding di halaman sekolah. Terus berlanjut beberapa kali tulisanku naik dimuat di harian lokal, kemudian seiring berkembangnya jaman dan teknologi, tulisanku juga nangkring di website dimana aku menjadi kontributornya. Dan kini berkat kecanggihan teknologi tulisan kita bisa dibaca dari seluruh penjuru jagat dunia maya. Adanya jejaring sosial media dan sejenisnya melahirkan era baru dalam menayangkan tulisan. Sekarang tempat itu lebih keren bernama blog.

Karena butuh asupan yang bergizi untuk perkembangan dan kesehatan blog serta mindsetku, maka dari itu aku, suami dan anak hadir jauh-jauh ke kota Bandung untuk mengikuti acara Fun Blogging 6 yang digawangi oleh tiga pakar cantik dalam dunia per-blog-an.

Adalah Haya Aliya Zaki seorang penulis dan editor yang kini terjun ke dunia blog, Shintaries selaku blogger yang expert dalam soal utak-atik mendandani blog, dan Ani Berta seorang ibu yang sukses dalam penghasilannya berkat ngeblog. Ketiga blogger tersebut ada di Fun Blogging 6 untuk berbagi tips dan trik supaya hobi menulis atau ngeblog itu bisa menjadi pekerjaan yang benar-benar menghasilkan. Dari hobi jadi profesi. Menggiurkan, bukan?

Meski tidak bisa konsentrasi penuh karena merasa tidak enak badan dan sibuk memperhatikan anak, namun aku berusaha untuk menyimak semua materi yang disampaikan oleh ketiga pembicara. Termasuk materi dan pesan yang disampaikan oleh sponsor acara yaitu dari, Grapari Telkomsel Digilife, Gerai CNI, Infomedia dan Smartfren.

Sejak awal mendapatkan paparan materi dari pembicara aku sudah menemukan banyak hal yang ternyata selama ini aku salah. Pantas jika hobi ngeblogku ini tidak ada perkembangan. Pantas kalau blog yang aku kelola hanya jalan di tempat tidak ada kemajuan. Jauh bangeettt… sama Teh Ani, Mbak Shintaries dan Mba Haya mah! Aku menemukan banyak kesalahan yang teramat fatal dan itu adalah penyebab kenapa aku selama lebih dari lima tahun ngeblog ini tidak menghasilkan apa-apa.

Haya Aliya Zaki

Haya Aliya Zaki

Bayangkan, lima tahun! Lalu selama ini aku kemana saja? Seandainya aku tidak ikut acara Fun Blogging 6 ini, entah sampai kapan aku menyadari akan kesalahan mengenai pemanejemenan blog dan jejaring sosialku ini. Disitulah syukur teramat besar aku rasakan. Beruntung aku bisa ikut Fun Blogging, meski sudah menginjak yang ke enam. Jadi berkhayal, kalau ikutnya sejak Fun Blogging 1, dijamin blogku sudah kinclong dan “menghasilkan” sejak dulu. Hehe, boleh dibilang kepedean, terutama sebagai motivasi diri saja.

Materi Haya Aliya Zaki, “Writing Great Content” beserta “12 tips agar tulisan bertenaga” sudah pasti bakal menuntun para blogger menghasilkan tulisan yang super power. Bahasan mendetail masalah tema blog, kaidah jurnalistik dan EYD yang banyak disepelekan para kaum alay itu pun semua dikupas tuntas.

Materi cetar dari Haya Aliya Zaki

Materi cetar dari Haya Aliya Zaki

Shintaries mengobrak-abrik daleman rumah maya yang bernama blog

Shintaries mengobrak-abrik daleman rumah maya yang bernama blog

Blogger, baik langsung maupun tidak selalu ada hubungannya dengan Google. Permasalahan ini bagian Shintaries yang jadi pakarnya. Urusan otak-atik blog dengan google analityc yang cukup rumit dimataku yang masih awam ini dibuat simple sehingga mudah dimengerti. Intinya jaman kekinian, rata-rata perusahaan besar, memilih blogger untuk diajak kerjasama penyeleksiannya diantaranya dari data blog yang terindeks di pencarian. Dari data goggle analityc bisa ditentukan, seberapa banyak pengunjung blog. Termasuk menentukan pengunjung dari jenis kelamin serta domisilinya. Wes, pokoknya membuat mata ini melek tenan! Pengen bisa…

Aku yang masih awam, rasanya tak mau berkedip supaya tak ketinggalan info maha penting ini

Aku yang masih awam, rasanya tak mau berkedip supaya tak ketinggalan info maha penting ini

Apa saja kesalahan fatalku?

Yang membuatku galau sampai beberapa malam tidak bisa tidur karena terus-menerus memikirkannya adalah setelah aku kena tamparan Teh Ani saat sesi terakhir Fun Blogging 6. Masalahnya ada pada nama akun Twitterku yang kata Teh Ani sebaiknya diganti dengan akun yang tidak begitu alay. Apa? Aku harus mengganti akun @T2h_Okti? Lalu bagaimana dengan sejarah pembuatan akun ini yang teramat berdarah-darah?

Materi yang membuat peserta melotot. Siapa yang tidak mau seperti Teh Ani yang penghasilan dari ngeblog sampai mencapai delapan digit sekaligus!

Materi yang membuat peserta melotot. Siapa yang tidak mau seperti Teh Ani yang penghasilan dari ngeblog sampai mencapai delapan digit sekaligus!

Sekian tahun menggunakan akun @T2h_Okti ini (Sebelumnya menggunakan akun @okti_li) tidak ada seorangpun yang menyinggung apalagi menyarankan untuk diganti. Alasan Teh Ani menamparku katanya selain akunku ini menggunakan bahasa alay, juga cukup sulit diingat orang.

Aku pikir, kalaupun aku menggantinya, entah berapa lama aku bisa mengumpulkan pengikut sampai limit ketentuan akun yang layak dapat job seperti disampaikan Teh Ani Berta dalam sub materinya “Optimasi Twitter & Facebook”?

Jujur sepulangnya dari acara Fun Blogging itu aku benar-benar galau. Bimbang tak berkesudahan antara memilih mengganti nama akun atau tetap menggunakannya meski “tidak menjual” karena alay dan kemungkinan susah diingat?

Blogger Bandung para pemenang doorprize

Blogger Bandung para pemenang doorprize

Kesalahan selanjutnya yang sangat fatal adalah ketika seorang blogger harus membuat postingan secara intens, dan menyebarkan link tulisan di berbagai akun social media lainnya sebagai bahan promosi dan menaikan trafik pengunjung blog. Celakanya aku justru tidak pernah maksimal dalam melakukan hal tersebut.

Bukan aku malas, tetapi lebih kepada kesandung keadaan. Listrik sering mati, koneksi internet yang masih lola alias loading lamaaa, ditambah banyak buka internet dari hp yang tidak bisa maksimal membuatku jarang melakukan promosi tulisan. Itu menjadi bagian dari nasib dan takdir yang harus aku terima . Nasib domisili di pelosok, nasib kesulitan akses internet dibanding para blogger di kota besar lainnya. Sudah ditambah lagi kurangnya usahaku dalam mempromosikan tulisan membuat takdirku menjadi blogger kampung yang tidak berkembang terasa semakin sempurna. Halah, malah jadi curhat…

Kesalahan lainnya adalah saat aku hanya (baru) mampu membeli smartphone “tidak bermerek” alias hape murah, sementara blogger lain sudah menggenggam ponsel secanggih dan sepiawai komputer jinjing. Malah, tidak sedikit blogger yang mantengin laptop, plus megang beberapa smartphone sekaligus. Belum ditambah kamera berlensa keren untuk penunjang kualitas pengambilan gambar.

Duh, Emak! Pantas aku kalah jauh tertinggal. Modalku ngeblog cuma mengandalkan hape jaman dulu, mana bisa menyaingi hape canggih macam Andromax-nya Smartfren yang sudah jauh melangkah ke dunia 4G LTE? #GoForIt itu lho… Jika blogger lain mampu membuat kicauan disertai gambar hanya dalam waktu beberapa menit atau bahkan detik saja, maka aku memerlukan waktu minimal sepuluh manit untuk satu kicauan. Itu pun tanpa gambar. Kalau pake foto, gak bakalan terkirim-kirim sampai aku banting sekalipun hapenya. Hape cina yang aku miliki kecepatannya memang kalah jauh dibanding smartphone blogger lain. Untuk membuka satu aplikasi saja, loadingnya bisa sambil nunggu masak mie instan sampai matang!

aneka gadget canggih sudah mereka miliki. Tinggal kerja keras dan keuletan untuk mengubah hobi ini jadi profesi

aneka gadget canggih sudah mereka miliki. Tinggal kerja keras dan keuletan untuk mengubah hobi ini jadi profesi

Sempat dongkol saat diinformasikan kalau ketika acara Fun Blogging 6 berlangsung ada lomba live tweet. Duh! Hadiahnya bikin mupeng: Andromak Smartfren! Dadah saja dech buat smartpone yang sudah 4G LTE ini. Da aku mah apa atuh… Bukannya pesimis, tapi ya aku juga melihat kondisi sendiri. Provider yang aku pakai ngadat tak bisa koneksi. Entah ada hubungannya dengan provider yang punya tempat atau tidak, yang pasti asli gak bisa koneksi meski pulsa tetap nyedot.

Hanya gigit jari saat melihat teman-teman berkicau mereportasekan jalannya acara Fun Blogging 6. Lebih gigit jari lagi mengambil foto teman-teman yang menang dorprize, menang powerbank, dan menang smartphone Andromax Smartfren! Hikz!

Sepertinya aku harus mulai melirik Smartfren 4G LTE Advanced yang bisa melayani 4G LTE secara optimal menjangkau wilayah yang sangat luas. Dengan jaringan stabil dalam arti gak putus-putus, dan cepat, semoga meski aku tinggal di kampung tetap bisa jadi blogger yang eksis. Nabung… nabung… nabung…

Pemenang live tweet dan jajaran sponsor serta panitia penyelenggara Fun Blogging 6

Pemenang live tweet dan jajaran sponsor serta panitia penyelenggara Fun Blogging 6

Pulang dari Fun Blogging 6 banyak rencana yang sudah terbayang. Bagaimana cara memaksimalkan blog dan akun jejaring social lainnya supaya benar-benar bisa jadi sumber penghasilan. Yah, tentunya kalau membandingkan dengan Teh Ani tidak akan sebanding. Tapi paling tidak, kalau sudah dikasih bocoran ilmunya, sudah masuk jaringan serta jadi anak buahnya di Fun Blogging, api semangat itu semakin menyala.

Aku memang hanya seorang blogger pelosok dengan segala keterbatasan. Jauh bagai bumi dan langit kalau dibanding blogger modern dan canggih yang tinggal di kota. Modalku hanya hobi menulis dan keinginan kuat. Tapi aku percaya rezeki tidak akan kemana. Tertutup pintu satu akan terbuka pintu lainnya. Bersama Fun Blogging aku yakin pintu rezekiku lambat tapi pasti akan terbuka. Trims Fun Blogging untuk semua tamparan serta ilmunya.

Comments

  1. Berarti banyak membawa manfaat ya mbak dari kegiatan ini, banyak yang harus dievaluasi. Keep Happy Blogging…

    • iya, banyak banget 🙂 bersyukur bisa ikut acara ini dan selalu mendapatkan bimbingan serta ilmu2 dan peluang job 🙂 sudah ikut Fun Blogging? hayu ah, ikutan ya 🙂

  2. Teh Okti banyak potensi lho….dan semangatnya saya salut banget 🙂
    Ayo jangan pernah menyerah ya Teh…soal listrik dan internet yg gak mumpuni itu jangan dijadikan alasan. Teteh bisa atur waktu, buat draft saat internet gak nyambung, nah pas internet nyambung baru deh posting jadi semua kekejar 🙂

    • saya tidak pernah menyerah Teteh…
      saya masih selalu ngejar acara selagi ada dana dan keluarga mengijinkan 🙂
      ya, begitulah yang selama ini saya lakukan Teteh… makanya jangan heran, tiba-tiba saya online, tiba-tiba juga saya menghilang.

      Saya kadang bisa ngejar DL, banyak juga yang keteteran sampai tertinggal dan hangus. Itu bagian dari konsekwensi saya 🙂

      Seperti siang tadi, sesaat saya publish dan share di FB, eh, listrik tiba2 mati sampai jam lima sore! Makanya saya tinggal. Belum ngurus dulu urusan rumah dan anak. mana mau Lebaran Idul Adha lagi *apahubungannya *kacau 🙂

      anyway, terimakasih banyak atas s emua ilmu-ilmunya… saya tetap semangat lho, Teh 🙂 hehe…

  3. memang nama alay itu membawa bencana, hehe

  4. Setuju sama Teh Ani. Tempat tinggal bukan alasan kok teh.. Semua bisa dikondisikan . Tetap semangat 🙂

    • oke, oke… saya tetap semangat kawan 🙂
      terimakasih banyak sudah ikut memberi suport 🙂

      semoga kedepannya Cianjur lebih baik ya, gak kalah sama kabupaten2 lain di Jawa Barat yang sudah pada punya pemerintahan dan kemajuan sendiri-sendiri… amin…

  5. Makasih sharringnya ya mba. Saya jadi bisa belajar juga dari informasi tulisan mba ini. Saya juga masih terus belajar

  6. Ayo semangat, Mba
    Aku malah masih newbie.
    Bagiku yang penting nulis

  7. Keren, Mbak. Saya ikut termotivasi baca reportase ini. Bismillah, mudah-mudahan bisa melangkah lebih maju serta lebih baik. Aamiin

  8. Teh Oktiiiiiiiii…. Tapi saya salut luar biasa sama Teh Okti 🙂

    • Mba Anazzzz…
      haha, makanya karena saya keburu pulang kampung (dan belum ke kantor lagi) saya belum juga kirim tabloit yang ada profil Mba Anaznya itu…
      maaf ya, tunggu sayanya ke kota dulu 🙂

  9. Semangat Teteh *^^/*

    Ayo ganti aja nama akunnya. Terus hayu atuh follow-follow-an sama aku hehe

    • eh, emang kita belum saling tuturkeun yah? hihi… maaf ya kalo saya blm follow, teu kasiwer 🙂 lup lep sinyal, jadi kadang notifikasi gak dibaca semua. udah gitu lupa aja, haha…

  10. Lia Herliana says:

    Semangat, Teh! Yuk, jadikan kendala sbg tantangan utk ditaklukan. Rumah sy jauh lebih ndesa drpd Cianjur. Sy juga ngalamin semua kegalauan itu, dan alhamdulillah berhasil melalui. Galaunya dibawa easy aja 🙂

  11. ditampar ilmu emng mantabss y mak, jd lbh tahu en lbh semngat, yow yow yow..semngat mak okti 🙂

  12. Hobby menulis dan keinginan kuat sudah modal luar biasa yang menggerakkan teh.
    Kendala akan menjadi tantangan yg slalu ingin dikalahkan.
    Semangat terus teh…
    Salam hangat.
    Ini kunjungan pertama saya.

  13. Hai teteh, salam kenal. Hihi… Ayo ganti andromax supaya bisa exist, n siapa tau aku jd punya tmn yg ngeblognya cuma dr hp. 😉 semangaatt

    • salam kenal kembali Mbak 🙂
      nabung…nabung… nabung… 🙂
      moga koneksinya ke kampung segera membaik 🙂

Speak Your Mind

*