Hahaha… Piknik Kok ke Tol Cipali?

Aku asli Sunda. Ibu dari Cianjur, bapak dari Tasikmalaya. Sekarang bersama keluarga kecilku “Keluarga Petualang” kami tinggal di perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung. Otomatis mudik setiap lebaran melalui jalur selatan.

Ayo, wong ndeso piknik ke Cipali :)

Ayo, wong ndeso piknik ke Cipali 🙂

Saat musim mudik tahun 2015 ini heboh dengan adanya jalur mudik yang baru diresmikan Presiden RI pada 15 Juni lalu, yaitu Tol Cikopo Palimanan atau yang disebut Cipali. Tol terpanjang di tanah air kita ini (116,79 Km) pun seperti diberitakan di televisi, banyak menuai kontroversi.

Aku dan keluarga besar yang tinggal di bagian barat atau bagian selatan dari arah letak Cipali hanya bisa jadi penonton saja. Ya, bagaimana bisa aku melewati Cipali? Aku kalau jalan melalui Tol Cipali mau kemana? Mau mudik kemana? Hehe…

Hahaha... Piknik Kok ke Tol Cipali?

Hahaha… Piknik Kok ke Tol Cipali?

Tapi beruntung saat Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengundang blogger Kompasiana untuk menjajal Tol Cipali dalam acara Kompasiana Visit. Dan beruntungnya lagi aku berhasil terpilih sebagai salah satu Kompasianer yang bisa ikut bersama rombongan, beserta 50 Kompasianer lain yang senior, jago nulis dan selalu menang dalam setiap perlombaan ngeblog.

Kompasianer peserta Kompasiana Visit Tol Cipali

Kompasianer peserta Kompasiana Visit Tol Cipali

Karena bisa dibilang sebuah kesempatan yang langka untukku melewati Tol Cipali, maka acara ini tentu saja menjadi sebuah even yang teramat “wah” untukku 🙂 wong ndeso jalan ke Cipali, ahay… aku girang ibarat anak kecil yang dibawa piknik ke tempat wisata baru bernama Cipali 🙂

Sebagian warga yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya adalah pendatang, baik dari wilayah Pulau Jawa maupun dari luar Pulau Jawa. Saat Hari Raya tiba, otomatis semua ingin berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman, termasuk para pendatang di Jakarta tadi.

Tamasya di rest area Cipali :)

Tamasya di rest area Cipali 🙂

Fasilitas Tipali sebelum waktu mudik 2015 belum selesai semua

Fasilitas Tipali sebelum waktu mudik 2015 belum selesai semua

Bisa dibayangkan, dalam jangka waktu yang hampir bersamaan, semua orang berlomba untuk berangkat lebih cepat dengan harapan sampai di kampung halaman yang dituju dengan selamat. Begitu juga sebaliknya.
Sementara kita tahu, akses jalan darat dari Ibukota, khususnya ke wilayah Pulau Jawa, tidak banyak. Jalan Pantai Utara atau Pantura seolah menjadi jalan satu-satunya yang bisa dilalui untuk sampai di kampung halaman.

Ini alasan mudik kenapa harus lewat Cikopo Palimanan, sebagaimana dipaparkan Pak Velix Wanggai selaku perwakilan dari Kementrian PUPR saat acara berlangsung. Penjelasan detail tentang Tol Cipali sendiri disampaikan oleh pihak PT. Lintas Marga Sedaya, selaku pengelola utama Tol Cipali.

Pak Velix dan Kepala PT. Lintas Marga Sedaya memberikan penjelasan kepada peserta

Pak Velix dan Kepala PT. Lintas Marga Sedaya memberikan penjelasan kepada peserta

Meski belum rampung dalam tata kelola sarana dan prasarananya namun pada jalan tolnya seratus persen sudah bisa digunakan. Jalan tol yang melewati lima kabupaten mulai Purwakarta, Subang, Majalengka, Indramayu dan Cirebon ini terdiri dari tujuh pintu keluar masuk. Yaitu pintu Cikopo, Kalijati, Subang, Cikedung, Kertajati, Sumberjaya dan Palimanan.

Sepanjang tol Cikopo yang sudah menelan biaya sebesar Rp. 12,5 Triliun ini dilengkapi fasilitas delapan lokasi tempat istirahat, empat di sisi kiri menuju Palimanan, dan empat di sisi kiri menuju Cikopo. Dilengkapi juga empat lokasi SPBU (Pom Bensin).

Perlu waktu supaya tanaman rumput dan pohon ini tumbuh subur

Perlu waktu supaya tanaman rumput dan pohon ini tumbuh subur

Rasanya tidak berlebihan saat aku bilang kalau aku piknik ke jalan Tol Cipali ini, karena layaknya seperti rombongan karyawisata, peserta yang dibagi menjadi dua bus dan beberapa kendaraan pribadi yang kesemuanya dikawal oleh polisi khusus ini meski di jalan tol bisa berhenti di bahu jalan, bisa foto-foto, bisa menyaksikan dengan dekat Batu Blenong yang fenomenal itu dan mengunjungi Gedung operasional PT. LMS selaku pengelola utama Tol Cipali di Subang.

narsis di jembatan terpanjang Tol Cipali, sepanjang 300 M

narsis di jembatan terpanjang Tol Cipali, sepanjang 300 M

Karena masih baru, sepanjang jalan tol yang dilewati memang terlihat gersang. Rumput yang ditanam belum menghijau. Begitu juga pohon-pohon peneduh. Selain masih dalam kondisi musim kemarau, juga memang diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa tumbuh subur dan asri.

Seharian lebih piknik ke Tol Cipali ini membuatku memiliki banyak kesan yang mendalam. Benar-benar sebuah pengalaman karyawisata yang sangat berkesan.

Batu Blenong yang ngehits di Cipali

Batu Blenong yang ngehits di Cipali

Dari jembatan Cimanuk menyaksikan langsung para penambang pasir tradisional

Dari jembatan Cimanuk menyaksikan langsung para penambang pasir tradisional

Kantor Pengelola Tol Cipali di Subang

Kantor Pengelola Tol Cipali di Subang

Beruntung bisa menjawab kuiz nama menteri Kementian PUPR: Basuki Hadimulyono, dapat bantal tidur dech :)

Beruntung bisa menjawab kuiz nama menteri Kementian PUPR: Basuki Hadimulyono, dapat bantal tidur dech 🙂

Speak Your Mind

*