Hari Anak Nasional: Generasi Bangsa Wajib Dilindungi Fisik dan Jiwa

Hari Anak Nasional: Generasi Bangsa Wajib Dilindungi Fisik dan Jiwa

 

Hari Anak Nasional

Kabar yang sangat mencengangkan ketika kasus vaksin palsu yang menimpa anak-anak Indonesia terkuak beberapa minggu ini. Bagaimana bisa hingga belasan tahun generasi muda bangsa dicekoki zat-zat haram oleh pihak tidak bertanggung jawab? Alih-alih warga negara dilindungi fisik dan jiwanya, yang ada dengan kasus ini telah membuat semua pihak was-was dan ketakutan berkepanjangan.

Anak adalah titipan Yang Maha Kuasa, untuk dibesarkan, dididik dan dijadikan generasi bangsa yang unggul. Namun apa jadinya jika pihak yang harusnya melindungi justru tertipu dan dikeruk pihak yang licik.

Bukan saatnya saling menyalahkan penguasa memang, karena dalam rentang waktu belasan tahun itu pemerintah telah berganti jabatan dan pucuk kepemimpinan. Bisa jadi andai pemimpin tidak berganti, kasus ini justru tidak akan terungkap karena semua pihak telah merasakan kenyamanan dalam sistem birokrasinya masing-masing.

Kini tinggal memperbaiki yang telah terjadi, dan berusaha menjadikan keteledoran umum itu sebagai pembelajaran. Jangan sampai anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban dan pada akhirnya semua pihak merasakan kehancurannya, kelak.

Jelang Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli ini, mari melangkah bersama memasuki babak baru untuk terus menjadikan sikap dan tingkah laku kita, serta anak-anak kita menjadi lebih baik. Mulailah dengan hal-hal terkecil dan berawal dari lingkungan terdekat.

Anak sehat, bisa bertumbuh kembang dengan normal, dan tercukupi kebutuhan jiwa dan raganya menjadi harapan semua para orang tua. Yuk kita panjatkan doa serta gerakkan kepedulian terhadap sesama, bahwasanya kesehatan, kesejahteraan, kecukupan dan kebaikan jiwa serta raganya bukan hanya teruntuk anak darah daging kita, tetapi juga teruntuk seluruh anak-anak yang berada di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari utara hingga selatan.

Menteri Pendidikan baru saja mencanangkan gerakan mengantar anak-anak kita ke sekolah saat pertama memasuki tahun ajaran baru. Secara psikologis membuktikan bahwa anak tidak cukup dilimpah oleh kekayaan dunia semata, melainkan perlu juga kasih sayang serta perhatian. Anak berhak mendapatkan pemenuhan tidak hanya kebutuhan lahir, tetapi juga batinnya.

Saat karakter baik tertanam kuat pada jiwa-jiwa yang tangguh, insya Allah akan melahirkan keturunan yang mulia sehingga menjadi cahaya dan kebanggaan bagi kedua ayah bundanya.

Kekuatan sebuah bangsa tergantung dari para generasi mudanya. Jika generasi muda bangsa sehat jiwa dan raga nya insya Allah baik pula kondisi bangsa dan negaranya. Anak-anak adalah masa depan kita, di tangan mereka kekuatan dan pucuk kepemimpinan bangsa berada. Di Hari Anak Nasional ini, mari kita berusaha dan berdoa, memberikan yang terbaik untuk buah hati. Sekecil mungkin demi kebaikan mereka di masa depan. Tidak cukup sekedar berharap, melainkan buktikan juga dengan langkah yang nyata.

Comments

  1. Yuk lindungi anak fisik dan jiwanya, karena generasi bangsa wajib dilindungi

  2. Benar sekali, yang penting sekarang tinggal memperbaiki dalam hal pengawasan, baik dari sudut pengawasan birokrasi pemerintah maupun masyarakat dalam membangn bangsa untuk mencapai sebuah perubahan masa depan yang baru dan lebih baik. Terimakasih atas sharing artikelnya yang bagus. Salam kenal ya Mba.

Speak Your Mind

*