Hati-hati! Beredar Crocodile Mirip HIV/AIDS

Minggu tanggal 4 Mei 2014, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur, Hendrik memberikan informasi bahwa saat ini di Cianjur khususnya, masyarakat diminta waspada dan melakukan pengawasan kepada anak-anak atau remaja. Karena saat ini tengah mewabah penyakit dengan adanya jenis narkoba baru yang telah beredar. Salah satunya yang beredar jenis baru itu adalah yang disebut dengan istilah crocodile.

Hendrik, Kepala BNNK Cianjur

Hendrik, Kepala BNNK Cianjur

Kata crocodile (atau kita sebut krokodil) sendiri masih asing ditelinga orang Indonesia. Kata krokodil berasal dari bahasa Rusia, yang dalam bahasa Inggrisnya berati ‘crocodile‘ atau buaya. Namun nama lain narkotika ini adalah ‘moonshine’. Krokodil ini adalah narkoba sejenis heroin baru yang kini sedang merambah kalangan orang muda. Krokodil ini juga memiliki sebutan lain yang cukup seram yaitu cannibal heroin.

Mengapa disebut juga cannibal heroin? Karena pil narkoba yang berasal dari Rusia sekitar sepuluh tahun yang lalu itu, membuat tubuh penggunanya bisa seperti zombie. Salah satu efek krokodil adalah menggerogoti diam-diam daging pengguna dari dalam.

Krokodil kini mulai beredar di negara-negara Eropa dan Asia. Membawa korban yang terus berjatuhan. Krododil sebenarnya sudah ada sejak satu dekade silam dan berkembang di Rusia. Karakternya memiliki kesamaan dengan morfin ataupun heroin. Narkoba jenis baru di kita ini terbuat dari campuran bahan bakar, cat thinner, minyak, alkohol, campuran ‘koktail’ beracun dari kodein, gasoline, thinner car, hydrochloric acid, dan fosfor merah.

Di Rusia, setidaknya ada sekitar 30.000 orang meninggal setiap tahun akibat krokodil. Diperkirakan, seperempat juta orang Rusia sudah kecanduan krokodil.

Viktor Ivanov, Kepala Badan Pengawasan Obat Rusia mengatakan bahwa akhir-akhir ini di Rusia berkembang luas penjualan dan produksi obat-obatan terlarang lainnya. Dan obat krokodil yang paling ditakutkan penyebarluasannya karena awalnya selain diproduksi untuk pecandu narkoba, obat inipun diselundupkan sebagai obat pereda sakit kepala.

Menurut Kepala BNNK Cianjur efek dari narkoba jenis baru yang disebut krokodil ini sangat mematikan. Bisa dibilang setara dengan efek penyakit Human Immunodeficiency Virus atau Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome(HIV/AIDS).

Saking dahsyatnya pengaruh narkoba krokodil ini bisa menghabiskan daging manusia secara perlahan dan hanya menyisakan tulang. Penggunaan yang terus menerus akan menyebabkan pembuluh darah pecah. Kulit pun bakal menjadi hijau. Lalu, daging akan membusuk.

Dikonsumsi dengan disuntik, krokodil dikenal sebagai ‘obat yang memakan para pecandu’ karena kemampuannya menghancurkan daging manusia. Penggunaan jangka pendek, krokodil bisa membuat pengguna mengalami kerusakan saraf, otot, kelenjar tiroid, kerusakan tulang rawan, dan tulang keras.

Pemakaian krokodil jangka panjang bisa mengakibatkan infeksi akut di hati, otak, tulang belakang, ataupun paru-paru. Kerusakan secara fisik dapat terlihat dengan adanya necrosis, dimana kulit menjadi berubah menjadi hijau tua dan kadang berlubang mirip seperti zombie, terutama ditempat dimana obat ini disuntikkan.

Krokodil merupakan obat baru yang bermutu sangat rendah. Akan tetapi kandungannya merupakan sama atau serupa dengan derivasi narkotika sintetik lain yang telah ada seperti codeine. Pihak DEA (Drug Enforcement Administration) belum bisa mengkategorikan krokodil, walaupun ini adalah derivatif dari kandungan codeine.

“Crocodile ini jenis narkoba dari luar negeri, jenis narkotika baru yang sekarang sedang beredar dengan luas dan membahayakan membuat heboh jagad Amerika Serikat. Hingga saat ini belum ada obat penangkal untuk penyembuhannya,” ujar Kepala BNNK Cianjur.

Mengantisipasinya beberapa langkah dilakukan BNNK Cianjur seperti mengupayakan melakukan pengawasan ketat peredaran narkoba sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2013 dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 1 Tahun 2013 tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Melihat fakta tersebut, pihaknya bertekad akan konsen dalam upaya penanggulangan narkoba di wilayah Kab. Cianjur, termasuk sosialisasi mengenai berbagai informasi narkoba, mulai jenis, dampak hingga upaya dan kiat menghindari penyalahgunaan narkoba.

Hanya saja upaya penanggulangannya tidak bisa dilakukan secara sepihak. Butuh peran aktif dari berbagai pihak, termasuk dinas, instansi, dan lembaga yang ada di lingkungan Pemkab Cianjur. “Tanpa ada dukungan dari semua pihak, mustahil kami bisa memberangus narkoba di Cianjur ini,” tandasnya.

Untuk itu, dijelaskan Hendrik, pihaknya menggelar rapat koordoninasi daerah bersama sejumlah dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemkab Cianjur. Tujuannya untuk mencari titik temu mengenai strategi pencegahaan, pemberantasan, penyalahgunaan narkoba di wilayah Kab. Cianjur.

“Dengan adanya kegiatan antarorganisasi perangkat daerah, harapan kita tentu ada sebuah upaya dan cara untuk memotong mata rantai peredaran narkoba di Cianjur ini,” pungkasnya.

Sumber informasi di internet menjelaskan, sebelum digunakan, obat yang secara medis disebut desomorphine ini dimasak terlebih dahulu kira-kira selama 30 menit. Narkoba ini dinilai mirip dengan heroin. Sedangkan, harganya lebih murah dibanding heroin, sehingga pelanggannya juga semakin banyak.

Krokodil sama dengan jenis narkoba lainnya yang bertujuan agar penggunanya menjadi pecandu dan merasakan kenikmatan dunia sesaat. Dengan harga per paket yang jauh lebih murah hanya sekita puluhan ribu rupiah untuk sekali penggunaan dan dampak yang dirasakan penggunanya jauh melebihi menggunakan heroin sehingga narkoba jenis ini lebih cepat sekali diburu pengguna narkoba khususnya para pencadu heroin.

Reaksi bagi pengguna setelah menggunakan selama tiga kali suntik, akan menjadi mati rasa pada tubuhnya dan selalu ingin terus menggunakan. Saat krokodil ini sudah tercampur dengan darah dan memenuhi jantung dan hati, maka pengguna krokodil akan merasakan tubuhnya gatal-gatal dan merah seperti terbakar api atau tersiram air panas.

Tetapi hal tersebut tidak membuat pengguna jenis barang haram ini berhenti menggunakan, bahkan pengguna secara tidak disadari akan terus menggunakannya, terus, terus dan terus.

Saat obat kanibal ini sudah benar-benar mengikat jangtung dan hati, maka kulit dan daging pengguna bisa dibedakan. Kulit serta daging akan terlepas dari tubuh dengan sendirinya dan membusuk. Tanpa menyebabkan rasa sakit karena tubuh pengguna telah terbebas dari rasa sakit.

Terus dan terus pengguna krokodil akan menggunakannya karena saat pengguna memakainya sejak pertama kali, pengguna dapat beralusinasi bahwa tubuh mereka tetap normal tidak kurang satu apapun. Sampai akhir nya pengguna mati karena seluruh kulit dan daging nya terlepas dari tubuh nya dan membusuk.

Penyebaran narkoba jenis ini biasanya di kalangan anak muda. Mereka yang berusaha berhenti pun tak bisa lepas dari efeknya dan tidak tertutup kemungkinan narkoba jenis ini juga akan menyebar ke negara kita dan negara lainnya jika tidak ada langkah pencegahan. Tentunya dengan intensitas peredaran yang cukup tinggi akan ada banyak korban yang bakal di makan oleh zat canibal ini.

Maka dari itu, segera hindari deh yang namanya narkoba, semua jenis narkotikan dan obat-obatan terlarang. Eefeknya sama saja, yaitu membahayakan tubuh, jadi mulai sekarang jauhi dan tinggalkan bagi yang sudah pernah, sebelum semuanya terlambat. (0l)

Speak Your Mind

*