Jelang Jumat Berekah Nostalgia dengan Ella: Sembilu

Jelang Jumat Berekah Nostalgia dengan Ella: Sembilu

Nostalgia jaman batu tembaga

Ada kelahiran tahun delapan puluhan seperti saya? Ayo unjuk jari. Ternyata kita sama-sama kategori generasi tembaga ya, hehe… (jika anak kita sekarang memproklamirkan sebagai generasi platinum). Tidak mengapa, justru dengan merasa diri sudah tua alias terlahir di era Orde Baru, maka semakin banyak pundi-pundi sejarah yang kita lewati. Salah satunya seperti kisah saya dan suami berikut.

Berhubung sebentar lagi akan ada pengumpulan syarat perlengkapan pengesahan SK PNS, dan suami minggu depan didaulat sebagai pembimbing anak didik ke Jambore Pramuka di Cipanas, Cianjur, maka beberapa hari ini dia (Bapak Suami alias Paksu) sangat sibuk dengan segala persiapan. Kesibukannya ditambah cuaca yang selalu kurang bersahabat. Membuat paksu sedikit kerepotan ketika akan bertemu teman-teman seprofesinya untuk tukar informasi demi kelancaran segala persiapan.

Sore tadi, meski hujan dan jalan yang akan dilalui cukup menakutkan karena gelap dan jalan berbatu cukup membuat badan di atas jok serasa tengah diombang ambing, bela-belain ditemani anak tetangga paksu berangkat menuju rumah temannya untuk melihat salinan surat-surat persyaratan yang harus dikumpulkan ke Kantor Dinas.

Baru pulang sekitar jam sepuluh malam, langsung mengetik beberapa dokumen, mengepritnya dan mengerjakan hal-hal lain. Saya yang jadi belum mau tidur iseng menyalakan music di hape jadul. Pertama-tama ada lagu islami, lalu berselang lagu band ternama Indonesia, dan pada akhirnya ada lagu dangdut juga! Hihi… saya sendiri baru denger lagi “koleksi” playlist jaman baheula saat saya masih di Taiwan ini. Lagu dangdut tertentu memang saya koleksi sebagai music pengiring olah raga. (Kebayang gak olahraga apa?)

Tengah sepi karena masing-masing sibuk dengan yang dihadapi, tiba-tiba muncul lagu melankolis yang terasa jaduuulll… banget! Lagu ini spontan membawa saya dan paksu melesat ke beberapa belas tahun silam, saat lagu ini hits dan jadi favorit pendengar radio-radio.

Tanpa dikomando, saya dan paksu saling memandang, lalu tertawa.

“Kita benar-benar sudah tua ya. Ini lagu kan sudah lama banget… jadi teringat masa jaya-jayanya artis Malaysia di kampung kita. Seperti lagu-lagu KPop jaman sekarang yang digandrungi para anak mudanya.” Begitu ucap paksu. Aku mengiyakan.

“Dulu banyak banget lagu Malaysia yang hits dan sampai hapal di luar kepala.”

“Sampai sekarang malah masih hapal, kok…” timpal suami sambil langsung bersenandung menyanyikan lagu yang tengah mengalun.

Kelam malam
Sepi melamar kerinduan
Tak terbatas ingatan ku terhadap mu
Dan pada siapa
Harusku adukan
Resah ini yang kian menghimpit perasaan…

Dan seandainya kasih ku mekar bagai dulu
Pasti tidak aku terbelenggu sebegini
Bukan salah aku
Retak semua ini
Berpunca dari mu
Bertikam lidah lalu punah

Tak dapat ku bayangkan
Tutur mu bagai sembilu
Mencakar hati ini
Tanpa simpati di hati
Ingin rasanya ku laungkan rasa kecewa..

Kekasih lupakan sejarah
Cinta kita baja dulu
Di manakah kau campakkan
Cinta ku yang pernah kau sanjungi
Oohh… mengapa semua ini berlaku
Sedangkan aku sedikit pun tak pernah curang
Terhadap mu…

Nah… tahu lirik lagu itu? Tahu siapa penyanyi dan apa judul lagunya? Wes, bagi angkatan tembaga pasti sudah tidak asing lagi. Ella dengan Sembilunya ini ibarat lagu wajibnya anak muda jaman baheula.

Bukan hanya bagi mereka yang sedang patah hati atau istilah galau bagi anak jaman sekarang, tapi juga buat pencinta musik yang suka request lagu di radio-radio. Termasuk yang suka berkaraoke. Sembilunya Ella ini sudah pasti jadi rebutan.

Dan saya dengan paksu ibarat bernostalgia dengan kembali mendengarnya lagu ini.

“Kita melalui malam jumat berkah banget ya. Jumpa lagu lawas yang mengingatkan masa muda…” kelakarku sambil ngikik.

Ada yang hafal lagu Ella tersebut? Ayo nyanyi bareng yuk. Lagu apa lagi ya yang ngehits di jaman baheula itu… rasanya kangen pengen mendengarkannya lagi. Termasuk kembali ke masa lalunya, biar muda lagi gitu, Hehe!

Speak Your Mind

*