Kamis Bisnis: Biasa Dibuang Kini Dijual Online!

Kamis Bisnis: Biasa Dibuang Kini Dijual Online!

Kamis

Berkah dari semua, meski masih dalam skala teramat keciiil tapi ini lebih baik daripada sebelumnya. Ya, biasanya tak diistimewakan, bahkan nyaris selalu dibuang, kini aku bisa menjualnya secara online!
Apakah itu? Lah, kok jadi main tebak-tebakan…

Yang sedang aku bahas adalah buah markisa. Tahu kan beberapa hari dalam beberapa minggu ini di instagram, di twitter dan di facebook aku sering wara-wiri buah markisa yang menguning, markisa yang diolah jadi rujak, dan paketan markisa yang aku kirim ke ibukota. Ke ibukota, buuu… Jakarta!

Ngapain itu markisa dari kampung jalan-jalan ke wilayahnya Ahok?

Paketan pertama Markisa ke ibukota

Paketan pertama Markisa ke ibukota

Jadi ceritanya begini permirsah… Di halaman rumah mertua di kampungku, alhamdulillah sejak aku diboyong suami menempatinya sudah tumbuh pohon buah markisa yang lebat buahnya. Saking lebatnya itu markisa berserakan di tanah. Tidak diambil? Sebagian aja. Sisanya ya terbuang dan busuk gitu saja.

Selidik punya selidik, pantas suami dan tetangga tak begitu menghiraukan buah yang mirip konyal ini karena si markisa ini rasanya super super asaaam! Aku pernah ngambil buah markisa yang besar dan kuning menggiurkan. Lalu menjadikannya minuman di gelas. Puih! Sumpah aku gak kuat ngelanjutin nyicipinnya. Apalagi menghabiskan satu gelas, nyerah dech! Suami mesem-mesem aja ngeliatku yang bibirigidigan. Mungkin dalam hatinya berucap: Rasain loh!

Berangkat mulus halus, eh sampai tujuan jadi keriput begonoh... padahal ONS lho!

Berangkat mulus halus, eh sampai tujuan jadi keriput begonoh… padahal ONS lho!

Saat coba campur markisa dengan gula putih biar berasa manis, juga gak mempan, ding! satu markisa, aku campur hampir setengah kilo gram gula putih itu asamnya tidak bergeser sedikitpun. Bener-bener kapok dech. Dan aku pun jadi generasi penerus yang membiarkan itu buah markisa berserakan di halaman.

Musim berganti. Karena merasa tak begitu diperlukan, suami menebang beberapa pokok pohon markisa. Tapi karena sudah banyak biji-biji yang berserakan di tanah, maka gugur satu tumbuhah beribu-ribu tunas markisa baru. Beberapa malah bisa dibilang sebagian banyak mati dicabutin. Sisanya masih ada yang selamat, dan tumbuh. Saya hitung ada sekitar lima pokok pohon markisa saat ini. di samping rumah tiga, di depan rumah dua.

Paketan ke dua sudah meluncur

Paketan ke dua sudah meluncur

Saat musim kemarau panjang 2015 itu markisa sepertinya kena dampaknya juga. Sama sekali tidak berbunga apalagi berbuah. Padahal pohonnya gerayang sana gerayang sini tumbuh subur. Suami memang rajin menyiram tanaman saat musim kemarau sekalipun. Termasuk markisa dan bunga-bunga di pot yang tidak telaten aku rawat. Hihi…

Nah, jatuh musim hujan di awal tahun 2016 ini, ahamdulillah markisa mulai berbuah meski hasilnya tidak sebagus buah-buah dari pohon leluhurnya dulu. Kini buahnya lebih kecil, warna tak secerah dahulu (ada yang agak kemerah-merahan) dan pastinya kalau rasanya tetap asam!

Dramatisnya, disaat buah agak berkurang, eh! tetangga kebetulan banyak yang ngidam dan meminta buah merkisa ini. Yah, jadi dipastikan mulai laris nih buah yang selama ini terabaikan ini. Di waktu yang sama, aku dapat info dari Mbak Siti Allie dan Teh Mojank yang menikah dan tinggal di Taipei Taiwan, kalau markisa yang asam itu bakalan jadi kuliner yang menggiurkan dengan cara dirujak! Ya Rujak markisa…

Rujak Markisa yang cetar siap mengguncang dunia perrujakan...

Rujak Markisa yang cetar siap mengguncang dunia perrujakan…

Pertama aku gak percaya. Pakai hampir setengah kilo gram gula saja masih tetap asam. Eh lagi! Teh Mojank bilang jangan pake gula putih, tapi gula merah. Dan bahan lainnya cukup garam sama cabe sesuai keinginan saja.

Oke, aku coba. Rujak markisa. dan bagaimana hasilnya? Tara… sukses luar biasa pemirsah… Rujak markisa ternyata bener-bener enak dan bikin ketagihan. Asam, manis dan pedas sangat enak dan bikin seger. Rasanya aku nyesel dech selama ini mengabaikan keberadaan markisa begitu saja. Tahu dibuat rujak enak mantep mungkin dari dulu sudah aku obritkan itu buah yang kini jadi favorit semua anggota keluargaku.

Rujak Markisa. Silahkan dicoba...

Rujak Markisa. Silahkan dicoba…

Berkali-kali aku buat rujak markisa dan iseng beberapa kali posting di sosial media. Sampai ada Mbak Ria di Jakarta yang posting rujak coel aku balas postingannya dengan rujak markisa ini. Karena penasaran dan kebetulan stok markisa masih ada (sejak tahu rujak markisa rasanya top markotop maka tak lagi-lagi aku membiarkan markisa berlama-lama jatuh di tanah) Aku kirimkan sebagian markisa itu ke Jakarta. Yah, itung-itung berbagi resep dan bahannya biar ilmunya sampai.

Besoknya… Mbak Ria upload foto minuman sari markisa. Gak tahu dech udah coba membuat rujaknya apa belum. Mbak Ria bilang sih seger banget minuman sari mrkisa ini. Saat kerja dibebani ngantuk langsung cenghar dan mencengharkan kalo pinjam istilah Teh Ani Berta mah setelah minum sari mrkisa ini.

“Teman-teman aku juga suka. Mau lagi dong markisanya. Ini beli ya…”

Rujak Markisa bisa dipariasikan sesuai selera dengan bahan lain

Rujak Markisa bisa dipariasikan sesuai selera dengan bahan lain

Seakan tidak percaya mendengar ada yang mau beli buah markisa. Tapi aku bingung saat ditanya harga satu kilo berapa harga? Heuheuy… nanya ke Aki Gugel dari sekian banyak pencarian ada harga markisa sekitar tahun 2015 itu per kilo nya Rp. 28.000 (ah! itu papsti kualitas bagus dan mungkin manis kaya konyal itu)

Akhirnya aku kirimkan (lagi) dua kilo gram markisa ke Jakarta. Dalam perjalanan ke kota untuk jumpa jasa pengiriman tak henti-hentinya aku membayangkan masa-masa saat markisa masih aku abaikan, dan nasib markisa kini yang sedikit banyak sudah lebih terangkat. Sedikit jauh lebih baik. Meski entah bagaimana respon penerima nantinya karena markisa itu mudah keriput kulitnya kalau ditutup, tapi paling tidak markisa kini akan jauh lebih bermanfaat dan bervariasi dalam olahan serta penyajiannya. Kalau markisa bisa jadi lahan bisnis, ya alhamdulillah saja…

Bibit Pohon Markisa

Bibit Pohon Markisa

Comments

  1. Moga sampenya gak keriput apalagi rusaknya Mbak…

  2. Moga sampenya gak keriput apalagi rusak ya Mbak…

  3. Terima kasih yah atas informasinya..

Speak Your Mind

*