Karyawisata Keluarga Petualang: Ikut Merayakan Hari Buruh Bersama Anak dan Suami

Karyawisata Keluarga Petualang: Ikut Merayakan Hari Buruh Bersama Anak dan Suami

2015-04-5--01-19-04[1]

Saat ibu-ibu lain sibuk mencari destinasi wisata untuk mengisi liburan panjang akhir pekan kemarin, (mungkin) hanya saya yang malah asyik panas-panasaan mengikuti acara aksi mayday yang setiap tahun tepatnya 1 Mei dirayakan kaum buruh. Dan mungkin hanya saya saja dari sekian banyak blogger perempuan yang justru malah mengajak anak batita serta suami ke ibu kota Jakarta untuk sama-sama ikut longmarch dari Sarinah, ke Bundaran HI dan kembali lagi ke Sarinah untuk selanjutnya menuju Patung Indosat dan berunjuk rasa di depan Istana Negara.

P1270796

Kok segitunya bela-belain bawa anak bayi di bawah tiga tahun dan suami hanya untuk capek-capek jalan kaki, panas-panasan? Apa tidak ada kegiatan lain yang lebih menyenangkan? Yang buat anak senang dan aman?

WP_20150501_09_11_55_Pro[1]

Disini saya harus mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada suami yang sudah memberikan izin untuk saya dan mengizinkan Fahmi untuk ikut “jalan-jalan” ke Jakarta terlebih berterimakasih pula untuk kerelaan suami yang juga mau ikut serta “merayakan” Hari Buruh bersama saya, dan sekian banyak buruh-buruh lain dari berbagai
daerah khususnya Jabodetabek dan sekitarnya. Nikmat mana lagi yang akan kau dustakan?

P1270842

Saya seorang buruh, sampai saat ini saya tetap kuli buburuh. Meski kondisi saya sekarang lebih baik, tapi tetap jalan hidup saya tidak akan sebaik saat ini jika saya tidak mengambil keputusan untuk nekat menjadi buruh, beberapa belas tahun silam.

WP_20150501_13_39_51_Pro[1]

Dunia buruh adalah dunia saya. Aksi, unjukrasa, demonstrasi dan solidaritas buruh sudah melekat pada diri saya sejak saya memasuki dunia buruh dan perburuhan. Bahkan, sejak saya masih belum terjung langsung berprofesi sebagai buruh.

Meski gendong anak, semangat aksi tak berkurang. Beda sama Rieke Diah Pitaloka yang anaknya nyaman bersama pengasuh saat dia ikut turun ke jalan

Meski gendong anak, semangat aksi tak berkurang. Beda sama Rieke Diah Pitaloka yang anaknya nyaman bersama pengasuh saat dia ikut turun ke jalan


P1270825

Tidak hanya itu, penindasan, penipuan, dan trafiking pun menjadi bagian dari masa lalu saat saya jadi buruh. Sama seperti para buruh saat ini, saya pun berjuang untuk keluar dari semua laingkaran yang merugikan itu. Saya berontak saat pemilik perusahaan jasa tenaga kerja memperlakukan semena-mena kepada calon tenaga kerjanya seolah bukan kepada manusia. Saya berontak saat majikan memperlakukan saya diluar kontrak kerja dan rasa kemanusiaan manusia. Saya pun berontak saat (oknum) pemerintah memperlakukan warga negaranya tidak adil, bersama aktivis serta relawan buruh lainnya.

WP_20150501_10_53_31_Pro[1]

Buruh adalah saya, ada kebahagiaan tersendiri bagi saya saat bisa bergabung bersama kawan senasib dan seperjuangan, meski saat ini kondisi buruh sudah banyak lebih baik. Dan saya merasa bahagia luar biasa, saat anak serta suami turut berada berjejer bersama saya, dalam barisan buruh.

WP_20150501_13_36_24_Pro[1]

WP_20150501_13_44_38_Pro[1]

WP_20150501_13_45_37_Pro[1]

Speak Your Mind

*