Kebebasan Berekspresi Informasi: Aku Bisa Ngeblog Berkat Filipina

Aku bisa ngeblog berkat orang Filipina! Aku bisa belajar sambil bekerja, juga berkat saran dan motivasi dari Janet Bago, sahabatku pekerja asal Filipina. Begitu banyak jasa orang Filipina untuk perkembangan karir, kemajuan pemikiran dan tambahan keterampilanku.

Selama bertahun-tahun bekerja di Singapura, Hongkong dan Taiwan, yang mendominasi menjadi teman tempatku belajar adalah pekerja asal Filipina. Kenapa begitu? Karena mayoritas orang Filipina selalu terbuka. Mereka berpikiran luas, keterampilan cukup dan pandai dalam bergaul.

Tidak hanya di Asia, orang Filipina pun banyak yang bekerja ke Amerika, Kanada, Australia dan Timur Tengah (dengan kondisi negara muslim dan mereka kebanyakan non muslim). Dan bisa kita lihat, orang Filipina tetap dihargai meski bekerja sebagai (maaf) pembantu sekalipun. Gajinya selalu lebih tinggi. Jauh beda dengan orang Indonesia yang terkadang bermasalah dan diupah rendah.

Orang Filipina mayoritas bersifat terbuka, mau berbagi dan mengajarkan apa yang mereka bisa. Meski lulusan diploma atau setingkat sekolah tinggi, mereka tidak gengsi untuk mencari nafkah di negeri orang.

Hebatnya, pemerintah Filipina selalu mendukung dan melindungi setiap warganya di negara manapun berada dengan cepat dan tanggap.

Saat pekerja Indonesia harus membayar fee agensi yang melambung tinggi, mereka cukup membayar uang jasanya saja. Saat pekerja Indonesia maupun Thailand, Vietnam dan atau pekerja dari negara India, Banglades, Pakistan dan lainnya saat terkena masalah harus berjuang mati-matian membela diri sendiri, Pemerintah Filipina bahkan presidennya langsung turun tangan demi membela warga negaranya yang sedang mencari nafkah di negara tetangga.

Begitu longgarnya Filipina membebaskan warganya untuk menentukan jalan hidup. Memberi akses bebas berekspresi dan informasi kepada warganya. Tak aneh kalau orang Filipina terkenal berani, dan pandai menyerukan hak serta tahu akan kewajiban.

Janet Bago adalah bloger sekaligus sahabtku saat bekerja di Taiwan yang mengajariku membuat blog meski sekarang jasa pelayanan blog itu ditutup. Melainkan hanya untuk bisnis online saja. Janet yang dengan lincah menjadi icon pekerja Filipina pada umumnya yang pintar, berani dan pekerja ulet, juga mengajariku memanfaatkan waktu disela sibuk bekerja untuk berkarya dan berprestasi.

Lewat cerita-cerita Janet, kita menjadi tahu bagaimana pemerintahnya di Filipina sana memberikan kebebasan untuk berekspresi, berbisnis dan berusaha kepada warganya selama tidak bertentangan dengan kebenaran dan hak azasi manusia. Karenanya pendapatku tentang kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi di Filipina sangatlah baik. Hingga kebebasan dan kebiasaan itu dibawa warganya merantau ke negara lain dan ditularkannya kepada siapapun yang mau.

#days8

Comments

  1. hmm, gitu ya, mba? tapi ada wartawan yang terbunuh di filipina sana. hiks

Speak Your Mind

*