Kemuliaan Menulis Tanpa Dibayar

Kemuliaan Menulis Tanpa Dibayar

Menulis tapi tidak dibayar, jaman sekarang sepertinya susah menemukan orang yang bersedia. Jangankan penulis yang menjadikan tulisannya sebagai ladang usaha, penulis gratisan pun kini mayoritas berorientasi nya kepada imbalan. Meski bukan uang cash bisa saja berupa produk atau jasa layanan.

Profesi penulis saat ini bukan hanya pengarang buku atau jurnalis media melainkan sudah merambah kepada blogger, orang yang suka menulis di blog, yang mana profesi blogger tidak mengingat harus punya tempat kerja jam kantor atau ijasah melainkan siapa saja bisa. Termasuk ibu berdaster rumah tangga.

Jika blogger saja menulis sudah difasilitasi dengan fee atau uang transport (beda istilah saja karena intinya tetap dapat uang alias dibayar) apalagi penulis profesional yang memang profesinya bekerja dengan menulis.

Sepertinya hanya blogger daerah saja yang masih (suka) menulis tanpa harus bersandar kepada bayaran. Kalau blogger kota sudah pasti banyak acara dan even yang bisa dihadiri dan itu semua sudah jadi rahasia umum pasti akan dibayar. Sementara blogger daerah hampir tidak ada even yang mengundang blogger dan sudah dipastikan blogger daerah sepi dari job.

Jadi kalau blogger daerah hanya menunggu mau menulis kalau ada undangan acara (reportase) maka akan bisa ditebak kalau Blog nya bakal dipenuhi sarang laba-laba alias tidak pernah diupdate.

Dan namanya bukan blogger lagi kalau Blog nya dibiarkan jamuran alias sepi dari tulisan, bukan? Menyiasatinya supaya bisa eksis menyandang istilah blogger ya dengan setor tulisan terbaru di blog (meski tidak mendapat bayaran atau tidak ada yang membayar.)

Menulis memang kegiatan yang gampang gampang susah. Orang yang sudah terbiasa menulis akan merasa gelisah manakala tidak membuat karya tulis setiap waktunya. Beda dengan penulis yang mau buat karya tulis berdasar bayaran. Menulis bagi yang benar-benar kecanduan akan terus dilakukannya tanpa melihat ada yang mau bayar atau tidak.

Ada yang bilang setiap tulisan punya nasibnya masing-masing. Menulis terus saja menulis supaya bisa menyampaikan apa yang jadi pesan hidup, ilmu dan pengalaman.

Meski saya tidak punya ilmu atau pengalaman yang bisa dibagikan namun buat saya menulis memang mengasyikan. Meski tidak setor tulisan ke dalam Blog setiap hari tapi bagi blogger daerah seperti saya pencapaian menulis untuk update Blog saja itu udah jadi hal yang sangat luar biasa.

Secara saya tidak banyak ikut acara blogger di ibu kota dan daerah penyangganya, jadi kalau saya tidak menulis curhat mau dari mana saya dapat penghasilan maksudnya Blog saya bisa hidup?

Tapi meski datang (baik diundang atau tidak) ke sebuah acara dan tidak dibayar, saya sering juga kok menuliskan acara beserta kegiatannya. Selain buat berbagi informasi ya sebagai cara saya melatih diri saja. Melatih supaya saya terbiasa menulis, melatih supaya kemampuan membuat tulisan reportase terus terasah dan melatih kesabaran saya kalau menulis tidak dibayar itu memang harus kuat hati kuat jiwa. Hahaha.

Tapi saya yakin kok kalau menulis nya dengan ikhlas, niat berbagi informasinya benar-benar tulus maka meski tidak mendapat bayaran berupa cash tapi akan dapat pahala. Amin.

Penting tidak penting menulis setelah menghadiri acara walaupun tidak dibayar itu semua kembali kepada pribadinya masing-masing. Hanya kalau menurut saya apakah ada hikmahnya? Jelas ada. Banyak malah. Seperti salah satunya dapat job kerja yang terus mengalir ini. Eh kok jadi curhat hahaha…

 

Comments

  1. Pokoknya dinikmati aja kan mba, menulis baik dibayar atau enggak.
    Aku juga gitu, sering review hotel atau tempat makan juga sukarela, buat share pengalaman aja dan tentunya blog bisa update hihi. Soal job, percaya aja deh ntar ngalir dengan sendirinya 🙂

  2. Mau dibayar ataupun engga buatku sing penting ngumpul sama temen2 blogger itu loh, manfaat yang lebih berharga dari sebuah materi..

  3. Nulis di blog kadang emang candu.. makanya suka suka sakau kalo gak dapat ide hahahaha

  4. Alhamdulilkah kalau tulisan kita menginspirasi ya teteh. Walaupun nggak dbayar jadinya tetap aja senang ya mba

  5. Haha… Blog juga butuh makan ya teh… Yaitu tulisan.. Biar tumbuh kembangnya juga bagus. Aih. Udah seperti punya anak aja klo punya blog. Hihi.. Harus dirawat

  6. Saya sering membuat tulisan tanpa dibayar terutama topik beauty, karena saya lebih suka menyampaikan ke pembaca apa yg saya sukai dan memberi informasi. Membuat pembaca merasa senang dengan informasi yg saya berikan itu sudah menjadi bentuk bayaran yg tak ternilai rasanya

  7. Saya masih sering menulis tanpa dibayar, apalagi kalau topiknya suka hehe.

Speak Your Mind

*