Kesan dan Pesan Blogger Kampung untuk 27 Tahun Tabloid Nova

Kesan dan Pesan Blogger Kampung untuk 27 Tahun Tabloid Nova

Siapa tidak kenal Tabloid Nova? Perempuan Indonesia yang berdomisili di kota (tidak di pelosok banget) dan mengenal internet, dipastikan tahu dengan tabloid keren ini. Meski tidak langganan atau tidak rutin membeli tabloidnya, paling tidak pernah melihatnya dipajang di toko buku, di lapak penjual majalah pinggir jalan, atau tidak sengaja melihatnya dari teman duduk di samping saat naik kendaraan umum yang kebetulan tengah membacanya. Seperti pengalaman saya, hehe!

Nova meski saat itu bukan bacaan remaja, namun aku sudah senang membacanya, terutama di bagian resep dan cerpennya. Meski Cuma baca selewat karena Novanya juga keburu diambil si empunya, namun banyak resep yang aku coba. Begitu juga kisah cerpennya yang terus menginspirasi sampai saat ini.

Sempat “hilang kontak” dengan Nova saat aku bekerja ke Singapura. Namun dasar jodoh kali ya, aku kembali bertemu Nova dengan tampilan yang lebih keren ketika aku bekerja di Hongkong. Majikanku sempat terpukau dan berdecak ketika sekali-kali aku memasak makanan Indonesia dengan resep yang aku lihat dari Nova.

Begitu juga saat aku bekerja di Taiwan, aku masih jumpa dan membaca Nova. Kali ini justru majikanku yang keduanya berprofesi sebagai pramugara dan pramugari itu membawakan aku tabloid Nova beserta koran lainnya dari tanah air jika sedang dapat giliran terbang ke Jakarta, Surabaya dan atau Bali.

Namun justru sekembalinya dari merantau, setelah tinggal di kampung aku justru tidak bisa membaca Nova lagi dikarenakan di kota kecamatanku tidak tersedia bahan bacaan sejenis koran dan atau majalah. Media cetak tersebut baru bisa aku dapatkan jika aku tengah ada keperluan ke kota kabupaten.

Namun berkat kecanggihan teknologi dan semakin majunya perkembangan telekomunikasi, meski sulit menemukan media cetaknya, aku masih bisa membaca nova melalui situs onlinenya. Jika ada waktu senggang dan cuaca bagus, aku suka membuka portal online tabloidnova.com

Oya, aku mempunyai kesan yang tidak akan terlupakan terhadap tabloid Nova. Kesan itu teringat sampai sekarang. Tahun 1997 aku sempat ditegur sang ketua kelompok karena aku bukannya ikut berdiskusi, melainkan malah asyik membaca Nova yang berada di rak bawah meja ruang tamu rumah temanku. Tapi saat itu aku cuek saja saking penasaran dan ingin membaca habis semua rubrik di setiap halamannya.

Kesan kedua yaitu saat naik kereta api dari Bandung ke Yogyakarta berdua bersama guru sosiologi sekolah kami yang akan menghadiri wisuda saudaranya di universitas negeri ternama di Yogyakarta. sore itu depan kursi kami ada seorang perempuan yang membaca Nova. Guru Sosiologiku saat itu sampai kepalanya miring-miring membaca Nova yang yang dipegang si pemiliknya.

Saat malam harinya, banyak penumpang kereta api yang gelar tikar dan koran untuk tidur. Termasuk Nova yang sudah dibaca si pemiliknya itu dipakai alas duduk oleh teman-temannya yang memilih selonjoran di lantai kereta api. Saat itu kereta api ekonomi kan masih semrawut, banyak yang tidur di lantai dan penumpang melebihi kursi duduk sesuai tiket.

Mengetahui Nova yang jadi incaran itu kotor diinjak dan diduduki orang, aku (dan Bu Nia, guru Sosiologi yang juga sama gila baca) hanya bisa menelan ludah, menyesalkan sekali kami tidak sempat dulu membaca Novanya. Padahal saat mereka turun lebih dulu dari kami, Novanya itu ditinggalkannya begitu saja. Yah, tentu saja percuma karena meski kami ingin mengambilnya untuk dibaca namun telat karena sudah tidak layak baca lagi.

Kini, tidak terasa ya Nova sudah berulang tahun yang ke 27. Di ulang tahunnya yang ke 27 kali ini, dengan bangga dan senang aku ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Nova. Semoga terus berjaya dan memberikan inspirasi untuk perempuan Indonesia.

Pesanku buat Nova, pertama dalam menyeleksi cerpen yang masuk itu jangan susah-susah ya. Hehe! Pesan kedua, blognya tolong diupdate lagi dong. Udah mau setahun tuh sejak april 2014 sepertinya ditinggalkan saja, belum ada tulisan terbaru. Pesan selanjutnya kapan-kapan buat dong even di daerah khususnya untuk para guru. Biar ilmu keluarga dari Nova bisa dishare lagi oleh para guru untuk muridnya di daerah.

Pesan yang ke empat, jika Nova konsisten membahas Karir (dan salah satunya di bidang wirausaha) adain dong semacam pelatihan, atau workshop wirausaha untuk perempuan khususnya mantan buruh migran (TKW) di daerah, supaya mereka bisa punya pekerjaan di kampung dan tidak harus merantau menjadi TKW ke luar negeri lagi gitu.

Pesan yang ke lima Kabupaten Cianjur kan tidak jauh-jauh amat dari Jakarta maupun Bandung. MOVA ngadain touring dong ke pantai di Cianjur Selatan yang belum terekspos. Gali potensi daerah kami, dan liput oleh Nova, kabarkan kepada dunia kalau di Cianjur Selatan masih banyak pantai yang masih perawan!

Dua pesan yang terakhirku adalah meski harga sembako saat ini terus melejit, harga Nova jangan sampai ikut-ikutan naik ya. Hehe! Dan Nova jangan lupa, adakan lomba menulis cerpen pada saat nanti hari ibu dan hari buruh dengan tema Perempuan Indonesia, 🙂

Kiranya segitu dulu aja dech pesan dari saya. Sekali lagi selamat ulang tahun ya Nova. Tak lupa terimakasih buat Mba Anazkia yang sudah mengadakan give away ini. Semoga sukses ya GA nya 

Give Away Ultah 27 NOVA

Give Away Ultah 27 NOVA

Cerita saya ini diikutsertakan dalam Give Away yang diadakan Mbak Anazkia dalam rangka memeriahkan ulang tahun 27 Tabloid Nova di sini.

Comments

  1. Teh Okti, emang blognya gak up date? perasaan yang di tabloidnova.com selalu up date 😀

Speak Your Mind

*