Kesempatan Blogger Peduli Indonesia Darurat Narkoba

Kesempatan Blogger Peduli Indonesia Darurat Narkoba

Workshop BNN tentang P4GN bersama Blogger

Workshop BNN tentang P4GN bersama Blogger

Beruntung membaca postingan Pak Thamrin Dahlan di wall jejaring sosialnya berkaitan undangan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk para blogger. Ini kesempatan untuk mendapatkan tambahan ilmu serta wawasan berkaitan dengan #IndonesiaDaruratNarkoba. Sebagai warga perbatasan yang sangat rawan dengan pergaulan remaja yang menjurus ke sana, saya memantapkan diri harus ikut acara yang akan diadakan di Restoran Pulau Dua, Jakarta.

Saya salah lihat waktunya, berangkat sebelum subuh dari kampung, supaya bisa sampai sekitar jam sembilan di Jakarta. Ternyata acara berlangsung dari jam 12 siang. Apa daya jadinya saya jadi peserta kepagian, sejak jam delapan sudah nongkrong di Restaurant yang terletak antara Jakarta Senayan Center dan gedung DPR/MPR ini. Beruntung ada teman Bagus dari Lampung dan Pak Dian sebelum kembali dulu ke rumahnya di Tomang.

Sambil menunggu waktu dan kehadiran teman-teman blogger lainnya, saya beserta Bagus ngobrol-ngobrol bersama Ibu Retno dari BNN yang sudah lebih dulu hadir bersama staff BNN lainnya. Tidak terasa ditemani minuman segar yang terhidang waktu yang ditunggu pun tiba. Para narasumber dari BNN serta para peserta workshop hadir satu per satu.

Diawali makan siang, suasana akrab serta penuh kekeluargaan terjalin antara sesama blogger dan para pejabat BNN yang hadir. Foto-foto selfie dan candid dibuat sebagai kenangan dan bentuk keikutsertaan dalam acara workshop ketiga yang digelar BNN beserta blogger.

Bapak Antar Sianturi, Deputi Pencegahan BNN

Bapak Antar Sianturi, Deputi Pencegahan BNN

Setelah acara Workshop Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama Blogger resmi dibuka oleh Pak Gun Gun Siswadi, sebagai pembicara pertama, adalah Deputi Pencegahan BNN yaitu Bapak Antar Sianturi.

Indonesia Darurat Narkoba

Beliau menjelaskan terkait kondisi tanah air dinyatakan #IndonesiaDarurat Narkoba karena narkoba sudah membunuh sekian banyak generasi muda bangsa. Meski hukuman mati sudah berlaku untuk kesekian kalinya, namun para pengedar dan kurir tidak ada jeranya. Justru semakin menjamur dan penangkapan semakin meningkat angkanya.

Para pengedar dan kurir sudah tidak peduli lagi akan keselamatan diri serta para korban. Yang ada dalam benak mereka adalah Indonesia sebagai lahan basah untuk berbisnis narkoba. Dengan berani mengambil resiko mereka berharap mendapatkan kentungan berlipat dari bisnis haram ini.

Angka kematian yang disebabkan narkoba memang menurun, dari jumlah 50 orang per hari beberapa tahun lalu menjadi 33 orang per hari tahun ini. Namun jangan salah arti, demikian ditegaskan Pak Antar. Karena yang membuat beda hanya mekanismenya saja. Dulu, para pemakai narkoba menggunakan putaw, dan jarum suntik untuk memuaskan sifat adiksi atau ketagihan mereka. Sehingga menimbulkan over dosis (OD) terjangkit HIV yang menular, dan sebagainya hingga proses kematian sangat cepat.

Kini, para pengguna narkoba semakin lihai. Mereka memakai alat semacam bong, memanipulasi cara melalui berbagai asupan seperti kue-kue makanan, permen, dan sebagainya. Proses kematiannya tetap, hanya jalannya dipercepat dan diperlambat saja.

Intinya tetap generasi muda bangsa masih digerogoti barang-barang haram yang menjanjikan kesenangan semu. Puluhan ribu orang terus meninggal karena narkoba. Begitu tragsisnya sampai dinyatakan oleh presiden RI bahwa Indonesia Darurat Narkoba.

Rehabilitasi untuk Pecandu

Sementara itu Pak Slamet Pribadi, selaku Kepala Bagian Humas BNN memberikan penjelasan mengenai program rehabilitasi untuk para pecandu narkoba yang saat ini sedang digalakan pemerintah Indonesia.

Bapak Slamet Pribadi, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN

Bapak Slamet Pribadi, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN

Negara mewajibkan para pecandu narkoba untuk rehabilitasi. Adalah hak bagi setiap pemakai narkoba untuk kembali sembuh dan menjalani hari dengan normal. Negara tidak tanggung-tanggung menyediakan anggaran untuk merehabilitasi sebanyak seratus ribu orang pecandu narkoba secara cuma-cuma alias gratis.

Hendaknya kabar baik ini kita sampaikan kepadaereka yang sudah mencoba narkoba dan ingin memperbaiki diri. Sudah bukan jamannya lagi para pemakai narkoba dipenjarakan. Rehabilitasi adalah pilihan tepat supaya para pemakai segera insyaf dan normal.

Adalah kekeliruan besar jika seorang pemakai narkoba kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Alih-alih sembuh atau jera, yang ada justru para pemakai ini akan semakin banyak “belajar”. Para pemakai yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak bisa menjadi bisa dan saat keluar dari penjara bukannya tobat, justru malah menjadi kurir baru dan mungkin bandar baru!

Untuk para bandar dan kurir sendiri, saat ini pemerintah menindak tegas dengan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya berupa hukuman mati dan penjara seumur hidup. Bagi para narapidana kasus pengedar narkoba pun dikenakan pasal 137 Undang-undang Narkotika berupa penyitaan aset.

Para gembong narkoba atau siapapun yang memperoleh keuntungan dari bisnis haram ini harus dimiskinkan. Seluruh kekayaan harus diambil negara supaya tidak dipakai oleh ia, dan atau keluarganya serta kroni-kroninya. Bisnis narkoba sudah dipastikan berjejaring. Tidak mungkin jika seorang dalam tahanan buktinya masih bisa mengendalikan bisnis serta pabrik narkoba jika tidak diorganisir dengan rapi.

Peran Orangtua Memberantas narkoba

Narkoba di Indonesia sudah menjadi tingkat kejahatan yang serius. Tugas memberantaskannya bukan hanya bagian dari BNN atau para aparat penegak hukum saja, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh pihak termasuk pihak sekolah dan para orangtua.

Blogger ikut berperan dalam gerakan pencegahan narkoba

Blogger ikut berperan dalam gerakan pencegahan narkoba

Perkenalan anak dengan narkoba bisa diawali dengan salah pergaulan. Demi menghindari anak masuk ke dunia pergaulan bebas, sebaiknya proteksi anak dengan perhatian serta kasih sayang yang cukup. Buat anak merasa betah bersama keluarga. Jadikan anak merasa nyaman dan aman bersama ibu bapak serta saudara-saudaranya.

Akhir-akhir ini marak diberitakan narkoba diperjual belikan melalui makanan serta permen. Sebagai orangtua hendaknya pengawasan terhadap anak lebih diperketat lagi. Beri perhatian lebih terhadap anak tanpa menjadikan anak merasa dibebani ataupun merasa didikte. Menghindari lebih jauhnya, beri informasi kepada anak dimana jika ingin membeli makanan dan jika memungkinkan bisa dengan menyiapkan bekal anak dari rumah.

Intinya ada komunikasi yang nyaman antara orangtua dan anak. Ada keterbukaan dan saling percaya antara anak dan orangtua. Keharmonisan keluarga akan menjadikan anak nyaman di rumah, tidak mencari sosok lain tempat dia mengadu di luaran sana.

Blogger sebagai orangtua pun berperan menjadi perpanjangan tangan BNN untuk mengkampanyekan program rehabilitasi seribu orang pecandu narkoba dan menggaungkan keharmonisan keluarga sebagai benteng terdini mencegah anak dari pergaulan bebas yang menyesatkan dan berujung kepada narkoba.

Say No to Narkoba!

Indonesia Darurat Narkoba

Indonesia Darurat Narkoba

Rehabilitasi jalan terbaik untuk penyembuhan, bukan penjara!

Rehabilitasi jalan terbaik untuk penyembuhan, bukan penjara!

Speak Your Mind

*