Ketika Ada yang Lebih Penting dari Sekadar Mimpi

Ketika Ada yang Lebih Penting dari Sekadar Mimpi

Jika Mak Ev ingin mewujudkan impiannya di tahun 2015 ini menginjakkan kaki di Puncak Mahameru, maka saya dan suami (pada awalnya) ingin mewujudkan impian tahun ini untuk menapaki tebing-tebing Tambora, sekaligus merayakan pesta rakyat daerah setempat dan mengenang sejarah dua abad meletusnya gunung yang letusannya jadi venomenal ini.

Kami merencanakan ini jauh dari tahun 2013, setelah sebelumnya berhasil mencapai puncak Gede Pangrango saat bulan madu; mendaki Semeru saat ngidam 3 bulan Fahmi (sekarang Fahmi mau 2 tahun); menaklukkan Puncak Anjani di Pegunungan Rinjani saat hamil Fahmi 6 bulan; dan meninggalkan jejak menuliskan nama Fahmi di puncak tertinggi di Sumatra, Gunung Kerinci beserta Gunung Tujuhnya setelah melahirkan.

Oya, saat ada kecelakaan pesawat terbang Sukhoi di Gunung Salak, suami sebenarnya ngajak naik ke Puncak Salak, tapi saya memilih di rumah saja bersama Fahmi. Begitu juga saat teman-teman ke Ciremai, Sindoro dan Raung, saya memilih tidak ikut. Selain dana dan stamina ditabung untuk ngurus bayi, yaitu tadi kami sudah merencanakan April tahun 2015 ini mau naik bersama (membawa Fahmi yang diperkirakan berusia 25 bulan) ke Gunung Tambora.

Tapi manusia hanya bisa berencana, toh yang menentukan Tuhan jua. Saat dipenghujung tahun 2014 hujan terus mengguyur, tanpa kami duga langit-langit ruang tengah tempat nonton tv sekaligus ruang makan rumah kami ambruk! Langit-langit yang terbuat dari anyaman (bilik) bambu amblas awal tahun 2015 dan menimpa semua yang ada di bawahnya.

Beruntung saya langsung menggendong Fahmi dan membawanya lari ke ruangan lain saat merasakan ada bunyi mereket-reket dan debu-debu berjatuhan dari atas. Kalo tidak, saya dan Fahmi mungkin ikut tertindih langit-langit yang jatuh itu.

langit rumah kami yang ambrol, segera harus diperbaiki mengingat kondisinya sangat mengkhawatirkan

langit rumah kami yang ambrol, segera harus diperbaiki mengingat kondisinya sangat mengkhawatirkan


WP_20141214_07_54_08_Pro

Mungkin karena usia rumahnya sudah tua menyebabkan bilik dan penyangganya rapuh. Mama mertua bilang usia rumah panggung ini seusia dengan suamiku. Rumah ini memang milik mertua, yang akhirnya kami tempati setelah mama mertua meninggalkan kami untuk selama-lamanya tengah tahun 2014 kemarin. Otomatis karena kami yang menempati maka renovasi dan sebagainya kini jadi tanggung jawa saya dan suami.

Kini impian kami tentu saja beralih dari naik Tambora ke hal yang lebih primer yaitu rumah. Kami ingin merenovasi rumah, atau membangun rumah baru karena dilihat dari bilik, kayu, genting, dan bahan bangunan lainnya semua sudah harus diganti. Untuk membangun sebuah rumah, sekecil apapun itu kalau menargetkan di tahun 2015 ini rasanya tidak mungkin. Dana tidak akan siap dan kami harus menabung sekian lama lagi untuk itu.

Target kami sekarang, beberapa bulan ke depan, atau paling lambat tahun 2015 ini kami bisa mengganti bilik langit-langit yang jatuh dengan bilik yang baru. Kenapa beralih? Ya tentu saja rumah sebagai tempat kami bernaung. Apalagi ada batita, keselamatan serta keamanannya harus terjamin. Beruntung saat langit-langit ambrol itu saya bisa menggendong anak saya sehingga terhindar dari jatuhannya. Kalau tidak? Ih, merinding membayangkannya juga…

Saat ini bilik langit-langit yang amblas itu kami balikin lagi ke atas (tempat semula menempel) hanya dengan diikat oleh tali plastik yang kekuatannya tak seberapa lama. Hasilnya pun tidak kembali ke asal dengan rapi, tapi bergelembung dan banyak cat (yang terbuat dari kapur) mengelupas.

Jadi kami akan upayakan membetulkan dulu langit-langit yang ambrol dengan mengalihkan tabungan yang sejatinya akan dipake untuk transport ke Tambora menjadi biaya untuk renovasi langit-langit dulu.

Doakan ya teman-teman semoga harapan serta keinginan kami ini segera terlaksana. Untung-untung ada dana lebih jadi bisa sekaligus dua-duanya tercapai, ya betulin langit-langit, ya ke Tambora juga tetap berangkat, hehe! Amin…

Tulisan ini saya buat untuk ikut berpartisipasi dan meramaikan Give Awaynya Mba Evrina

label-ga1

“Postingan ini diikutsertakan dalam #evrinaspGiveaway: Wujudkan Impian Mu”

Semoga bermanfaat dan bisa diambil pelajarannya

Comments

  1. Wah semoga semua rencana tercapai ya mak. Sukses slalu dam salam untuk si Kecil Fahmi

  2. semoga sukses semuanyaaaa mak…GA dan cita-citanya…

  3. kirain Mak Okti mau berangkat bareng Mak Lina ke Tambora, ternyata kita punya hobi sama ya mak, tapi saya gak berani ngajak Alfi kalo usianya masih batita. btw semoga rumahnya selesai di renov dan tambora tetap dalam genggaman. aamiin.

    • Hehe, hobi saya itu terkendala biaya, Mak Ev… jadi harus pinter bagi-bagi modalnya antara buat susu Fahmi sama dana buat hobi 🙂
      Terimakasih Mak
      saya tetap harus memilih diantara satu karena keuangan kami yang memang pas=pasan 🙂

Trackbacks

  1. […] Okti Li URL: http://tetehokti.com/2015/02/18/ketika-ada-yang-lebih-penting-dari-sekadar-mimpi/ Twitter: […]

Speak Your Mind

*