Kretivitas Remaja Ndeso 

Kretivitas Remaja Ndeso 

Rabu kemarin, sekitar pukul sepuluh pagi empat orang remaja yang beranjak menjadi pemuda tergopoh-gopoh mengangkat potongan bambu ukuran besar. Mereka bergotong royong membawa bambu itu menuju ke rumah tetangga di belakang rumah.

Bambu bitung yang sudah kelewat matang itu tampak berat. Terlihat dari ketebalan dinding kayu yang hampir mencapai 6 cm. Sementara ruasnya sangat panjang dan batangnya lurus tegap.

Tanpa saling perintah, mereka cukup kompak membersihkan potongan bambu itu hingga rapih dan ukurannya sesuai dengan keinginan. Diselingi canda dan gelak tawa ala anak sekolah mereka mengerjakan saling bergantian.

Setelah ujung bambu rapi digergaji dan bagian buku yang masih kasar dihaluskan supaya tidak melukai tangan, bagian dalam buku bambu juga mereka lubangi.

Untuk buku (ruas) paling luar mereka masih bisa menggunakan golok. Demikian juga buku kedua. Tapi buku seterusnya sudah tidak bisa dijangkau golok. Akhirnya menggunakan linggis sejenis besi berat dan panjang untuk menjangkau buku paling dalam. Adapun buku paling bawah tidak dilubangi. Dibiarkan saja tertutup sehingga jika bambu itu diisi air juga tidak akan bocor.

 

 

Kamis, 17 Agustus 2017 pun tiba. Seluruh rakyat dan warga negara Indonesia memperingatinya dengan semangat juang yang terus membara. Anak-anak remaja tanggung ini kembali mengeluarkan bambu yang kemarin mereka urus di halaman belakang rumah.

Karbit yang mereka beli secara hasil patungan sudah disiapkan. Begitu juga korek api dan penampilan mereka yang berdandan ala-ala pasukan angkatan bersenjata Indonesia. Termasuk ikat kepala dari kain berwarna merah dan putih.

Menjadi kebanggaan, meriam ala-ala yang mereka buat secara kerja keras akhirnya telah terdengar mengeluarkan letusan. Mengaraknya keliling kampung seolah memamerkan atas apa yang telah mereka buat dan sumbangkan pada saat hari perayaan kemerdekaan.

Dan… Jeng jreng!

Inilah aksi mereka tadi siang saat pawai peringatan HUT RI 72 di Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur bagian selatan (bisa iseng lihat di google map tepatnya). Bak TNI beneran mereka berdandan dan bergerak semua ala pejuang.

 

Seperti perayaan HUT RI sebelum-sebelumnya, berbagai keunikan dan penampilan dari berbagai kampung ditunjukkan. Maklum.di desa, yang masih haus akan hiburan melihat keunikan seperti itu saja sudah teramat gembira. Anak-anak pun mulai bersorak mengelu-elukan manakala  senjata buatan itu lewat dan mengejutkan penonton dengan tembakan meriam dari kendaraannya.

Sayang saat ini perayaan HUT RI diselenggarakan di masing-masing tiap tanah lapang desa. Jadi keunikan dan penonton terpecah. Ada belasan desa padahal sebelumnya satu kecamatan tumplek plek di tanah desa Pagelaran.

Bahagia di kampung memang sederhana. Remaja dengan keluguannya tetap berekreasi meski harus mengeluarkan modal sendiri. Ya, meski ini untuk memeriahkan peringatan HUT RI, mereka tidak mendapatkan suntikan biaya baik dari uang Rt apalagi dana desa. Murni patungan anak sekolahan!

 

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Comments

  1. Wuih keren banget buatan anak remaja itu, teteh. Semoga kebersamaan dan kreativitas masih tetap ada ya walaupun tak lagi remaja. Merdeka

  2. Jempol untuk kreativitasnya, remaja memang kudu kreatif

  3. Kreatif bener ih! Saya di sini di rumah aja euy, jadi gak ada lihat gimana keramaian yang pada 17an di luar 😀

  4. Waah…terdokumentasi dengan baik oleh teteh…
    Senangnya merayakan kemerdekaan RI dengan hal-hal positif seperti ini.

  5. weh, seru banget ya mba kalau di desa bambu gitu masih banyak di pinggir-pinggir desa. Semoga semakin kreatif wong ndeso ya..

  6. Subhanallah kereeeen…bekerja tanpa ada saling perintah..kompak…

  7. Seru juga ya mirip kendaraan beneran. Kreatif banget

Speak Your Mind

*