Meet and Greet Heart Attack: Kegalauan Freelancer Antara Pekerjaan atau Cinta?

Benar kata orangtua, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk dalam bidang pekerjaan. Tahu istilah “workoholik”? Kegilaan seseorang dalam menekuni profesinya secara di luar kebiasaan pekerja pada umumnya. Tanpa disadari, kegilaan menekuni pekerjaan itu berdampak buruk terhadap mindset, kondisi jiwa, dan tubuh alias kesehatan.

Violette Wautier, bintang The Swimmers (2014) dan mengisi soundtrack film tersebut

Violette Wautier, bintang The Swimmers (2014) dan mengisi soundtrack film tersebut

Secara garis besar, masalah tersebut adalah inti dari kisah film “Heart Attack”. Dan setelah menonton film “Heart Attack” secara bareng –bareng dengan Kompasianer di bioskop Blitz Megaplex, Auditorium 1, Grand Indonesia secara tidak langsung telah menyadarkan saya yang seringkali berada di sebuah pilihan yang teramat sulit. Pilih mana, bekerja dengan sekeras mungkin atau mencintai sebesar mungkin?

“Heart Attack” adalah film bergenre komedi romantis asal Thailand. Pemerannya sudah tidak asing lagi dalam dunia layar lebar negeri gajah putih itu. Ada Sunny Suwanmethanont yang berperan sebagai Yoon, freelancer yang sangat mengagungkan pekerjaannya sampai lupa waktu istirahat dan sosialisasi dengan dunia luar. Violette Wautier yang jadi teman kerja Sunny, dan Davinka Hoorne yang jadi Imm, seorang dokter yang mengobati Sunny saat sakit dan mampu mengubah prioritas Yoon dalam kehidupannya.

Sunny Suwanmethanont bintang I Fine Thank You Love You (2014)

Sunny Suwanmethanont bintang I Fine Thank You Love You (2014)

Berkat gabung di Komik (Kompasianers Only Movie Enthus(i)ast Klub) atau Komunitas Film Kompasiana saya berkesempatan nonton film “Heart Attack” ini bareng-bareng (nobar) dengan gratis. Tidak hanya itu, saya dan kesepuluh Kompasianer lain, termasuk Mba Wardah Fajri selaku admin Kompasiana juga mendapat kesempatan wawancara, prescon, dan foto bareng juga foro selfie/wefie bersama pemeran utama “Heart Attack”. Sebuah kesempatan yang langka kan?

Bagi seorang Kompasianer asal pelosok yang di kota kabupatennya tidak ada bioskop seperti saya, ibarat mendapatkan ilmu sulap, saat tiba-tiba mendapat fasilitas secara ekslusif bisa nonton film di biskop dengan kualitas super modern. Ya, kesempatan itu tentu tidak akan mudah saya dapat jika saya tidak bergabung bersama komunitas Komik. Besar harapan saya Komik tidak hanya ada di DKI, tapi juga kedepannya ada Komik wilayah di setiap daerah/kota besar lainnya, supaya Kompasianer pelosok lebih banyak berkesempatan bisa menonton film. Gak hanya harus ke Jakarta gitu…

Kompasianer foto bareng Sunny

Kompasianer foto bareng Sunny

Setelah menonton film “Heart Attack” yang tayang Senin, 14 September lalu ini, saya merasa mendapatkan warning, kalau saya harus tidur sebelum lewat jam sepuluh malam atau kalau tidak gatal-gatal yang saya alami akan terus berkembang dan bahkan tidak mungkin sembuh! Hiii, serem kan? Tapi apa hubungannya penyakit sama film “Heart Attack”? Nah disitulah kunci yang harus kita cari tahu.

Pelajaran yang sangat berharga, meski tentu saja film itu tidak berniat secara langsung akan menggurui saya dan penonton lainnya. Adegan dan jalan cerita film yang disutradarai Nawapol Thamrongrattanarit ini memang sangat unik. Lucu, romatis, juga banyak kejutan manis. Terlebih pada kisah Sunny yang sakit lalu berobat dan bertemu dokter cantik yang sangat telaten mengobatinya. Telaten, sampai pemeriksaan “barang terlarang” yang membuat penonton otomatis langsung gaduh dan seru. Tapi siapa sangka kalau dari kisah itu saya dapat mengambil pelajaran.

Dimana ada Kompasianer, disitu ada narsis

Dimana ada Kompasianer, disitu ada narsis

Kisah Sunny yang workoholik mungkin sesuai dengan realita saat ini. Terlebih bagi freelancer yang berada di kota besar seperti Jakarta. Hidup memang saling mengira, penuh perjuangan dan adu prinsip antara bekerja untuk makan, atau makan untuk bekerja. Sebagaimana kisah di film ini banyak kita jumpai dan alami. Tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh kita sendiri.

Kebiasaan mengkonsumsi junk food di film “Heart Attack” sedikit banyak akan membuka mata hati para penggemarnya. Walau tidak mungkin berhenti sama sekali, ya paling tidak mengurangi atau mengimbanginya dengan makanan sehat lain. Karena kalau tidak, siapa tahu bakal mengalami apa yang dialami Sunny!

MnG HeartAttack-9125

Pertama kalinya ikut Komik Nobar ini benar-benar sebuah kesempatan yang tidak mungkin akan saya lupakan. Bisa interaksi dengan selebritis luar negeri asal Thailand yang ramah dan bertalenta. Jika aktris tanah air berlomba-lomba meninggikan badan dengan manipulasi baju diatas lutut dan atau sendal/sepatu hak tinggi, maka tidak untuk aktris Thailand ini. Violette sungguh apa adanya. Baju biasa, celana standar dan sendal/sepatu rata yang menjadikan tinggu tubuhnya tidak mendapatkan rekayasa apapun. Khas perempuan Asia Timur.

Begitu juga dengan wajah cantiknya, tanpa dempulan make-up yang menor. Kulitnya yang putih dan rambutnya yang terurai alami (sejenis dengan rambut umum perempuan daerah Indonesia) yang lurus tidak, ikal pun tidak kentara. Tapi Violette sangat percaya diri dan tetap ramah menghadapi sekian banyak lensa kamera dan pertanyaan dari para undangan serta tamu yang hadir.

Saya harap, semoga dibalik kesederhanaan selebritis Thailand ini memang tersimpan talenta yang luar biasa yang bisa membawa manfaat serta nilai positif bagi dunia perfilman Indonesia. Bagi Penonton pun semoga bisa memilah-milah mana yang baik dan mana yang tidak. Tentunya kalau yang baik bisa diaplikasikan dalam kehidupan, sementara yang tidak baik bisa dihindari.

Pokoknya merasa beruntung banget bisa ikut nobar film “Heart Attack”. Bisa banyak dapat pelajaran hidup, banyak jumpa Kompasianers, bisa jumpa Babeh Helmi beserta keluarga samara-nya dan lebih beruntung lagi bisa foto bareng, salaman, dan minum capucino yang disuguhkan untuk Sunny dan Violette! Haha, kalau soal capucino ini, itu kayanya hanya Mba Ica Elisa Koraag dan Mba Nindy dan Tuhan saja yang tahu. Heuheuy!

Serunya nobar #HeartAttackID

Serunya nobar #HeartAttackID

Film “Heart Attack” yang menggelikan dan bikin greget ini sudah tayang di jaringan bioskop CGV blitz, Cinemaxx Theater, dan Platinum Cineplex sejak 9 September lalu.

Oya, tulisan serupa ini sudah saya publish juga di Kompasiana sebagai tanda setor #KomikNobar #KOA saya di sana  harap jangan bosen kalo terus-terusan jumpa kisah yang sama ya…

Mau ikut nobar bareng Komik? Yuk bergabung di Kompasiana dan jadilah member Komik (ol)

Comments

  1. wahh, beruntung banget bisa ketemu langsung sama pemain2nya…..

  2. Wahhh… Beruntung banget bisa Meet and Greet dan nobar Heart Attact. Aku ketinggalan ikut kuis di twitter waktu itu jadi ga bisa ikutan, hehe. Seru banget yaa.. Ngiri deh! 😀

Speak Your Mind

*