Melihat Diri Melalui Kakak Ipar

Belajar dan mempelajari ilmu kehidupan senantiasa tiada akhirnya. Lain orang lain pula sikap dan wataknya. Dari sana timbul perbedaan, permasalahan dan konflik yang berujung pada ketidakharmonisan sebuah hubungan atau relationship.

Benar saja. Ibarat pepatah, piring retak karena terlalu banyak beradu. Sesama saudara selalu ada cekcok, karena hal sepele, yang seharusnya bukan dijadikan sebagai masalah, mengingat persaudaraan dan ikatan kekeluargaan.

Meski seseorang pandai dalam ilmu agama, tahu hukum dan syariat Islam dalam bersosialisasi, tapi itu tidak menjamin seseorang tersebut bisa menjaga ahlak serta kelakuannya. Sepantasnya dengan mengikuti berbagai kajian islami, seperti pengajian rutin, seseorang diharapkan bisa terus menerus memperbaiki tingkah laku, etika serta ketaqwaannya. Tapi buktinya, tidak.

Pengajian hanya aktivitas belaka, pada kenyataannya hatinya tidak bersih dan terus memendam amarah. Dendam selalu dipelihara hingga pikirannya dirasuki hal-hal negatif. Jangankan kepada orang lain, kepada saudara sendiri saja ibarat melihat sesuatu yang menjijikan.

Sesuai ajaran agama, maksimal 3 hari seorang muslim tidak bicara dengan muslim lainnya. Lebih dari itu hukumnya …
Pada kenyataannya justru berbulan-bulan dan mungkin tahun (wallahu’alam sampai kapan, tapi semoga saja segera diberi kesadaran) itu tandanya apa yang didapat dari pengajian, dari guru agama, dari orangtua sama sekali tidak dipakai. Tidak ada hasilnya… Sungguh kasihan!

Dahulu salafushalih saling berwasiat dengannya. Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan manusia.

Siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki perbuatannya.

Siapa yang memperhatikan urusan akhiratnya, maka Allah akan mencukupi urusan dunia dan akhiratnya.

Sekarang kembali kepada diri kita, sudahkah kita memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta? Sudahkah kita memperbaiki hati dari rasa iri dan dengki agar Allah memperbaiki perbuatan kita?

Segeralah perbaiki diri supaya ringan dalam menjalankan ibadah. Jika kita khusuk dan ikhlas dalam beribadah, niscaya dunia akhirat kita akan selamat. Insya Allah…

Packing ke Sragen

Speak Your Mind

*