Menciptakan Rumah Nyaman dan Selaras

Menciptakan Rumah Nyaman dan Selaras

Viverasiregar

Rumah nyaman dan selaras itu tempat yang paling dicari oleh pemiliknya. Betulkan? Tapi rumah nyaman itu relatif dan belum tentu indah. Sebaliknya, rumah bagus, belum tentu nyaman bagi si empunya. Rumah nyaman belum tentu disukai tetangga, tapi rumah indah, sudah pasti disenangi setiap orang. Pilihan ada di tangan Anda, mau rumah nyaman/selaras, atau rumah indah/bagus?

Rumah idealnya sebagai tempat untuk kembali dari aktivitas di luaran. Tempat melebur rasa capek. Boring total hilang dan istirahat pun jadi maksimal. Karena itu sudah seharusnya rumah menjadi tempat yang nyaman, bukan sebaliknya malah nambah kusut pikiran. Soal indah/bagus, fasilitas lengkap atau tidak itu kan kembali kepada kondisi masing-masing si empunya.

Disadari atau tidak, dekorasi menjadi faktor penunjang kenyamanan rumah. Tidak perlu mewah bak istana, yang penting suasana rumah bisa menenangkan pikiran, bukan malah memusingkan. Pemilihan warna untuk dinding dan interior, konon bisa mempengaruhi semangat dan menginspirasi kepada penghuninya, lho!

Konsep rumah modern atau klasik, di pedesaan belum banyak dipakai. Asal iuh asal pageuh masih jadi patokan utama. Apa pun konsepnya yang penting sih seimbang saja supaya enak dilihat. Rumah panggung yang kami tempati memang kecil. Dua ruangan yang jadi favorit kami adalah ruang tengah (yang sekaligus juga ruang tidur utama) dan ruang makan.

Ruang tengah sekaligus ruang tidur, tempat mengaji+solat, ruang baca, dan interaksi kelurga.

Ruang tengah sekaligus ruang tidur, tempat mengaji+solat, ruang baca, dan interaksi kelurga.

Saya dan suami berpikir ruangan tidak harus disesuaikan dengan fungsinya. Karena itu ruang tengah kami berfungsi sekaligus sebagai ruang tidur kalau malam, tempat anak-anak Pengajian Al- Hidayah mengaji sekaligus ruang baca kalau sore (kasurnya diberdirikan di sisi) dan jadi tempat berinteraksi keluarga saat suami pulang kerja.

Begitu juga ruang makan, selain tempat makan pastinya, di meja ini juga kami jadikan sebagai tempat untuk curhat keluarga. Sambil minum teh, baca buku, menyelesaikan hobi maupun pekerjaan dan memantau perkembangan Fahmi buah hati kami, setiap harinya bermula di seperangkat meja kursi kuno ini.

Dari meja makan kuno ini segala rencana kehidupan setiap hari keluarga kecil kami dimulai.

Dari meja makan kuno ini segala rencana kehidupan setiap hari keluarga kecil kami dimulai.

Meski baru bisa  memiliki rumah sederhana dengan suasana desa tapi kami merasa berada di tempat terindah saat berkumpul di dalamnya. Home sweet home, rumahku surgaku. Kami tidak menerapkan prinsip the more, the better! Tetapi lebih ke biar sedikit tapi memberi nilai lebih. Minimalis jadi pilihan, karena keadaan kami yang memang tidak punya. Hehehe…

Comments

  1. wah, aku suka rumah suasana desa. jadi inget rumah sodara di garut.
    rumahku jg minimalis. ogah pake sofa karna nanti ga ada tempat main buat boyz di dalam rumah

  2. Waah… kursi ruang makannya membawa saya kembali ke masa lalu, ke rumah kami yang dulu, saat melewatkan masa kecil. Hmm… apa kabar yaa, rumah itu?

    • tetehokti says:

      Kursi dan meja ini memang produk jadul, Mbak… Tidak heran banyak emak sekarang yang merasa bernostalgia ke masa lalunya

      Tapi skrg kursi2 vintage gitu justru pada dicari ya…

  3. Meski baru bisa memiliki rumah sederhana dengan suasana desa tapi kami merasa berada di tempat terindah saat berkumpul di dalamnya—> ini yang penting…wonderful thought

    • tetehokti says:

      Kapan main ke Cianjur Mbak?
      Di dekat kampung saya ada air terjun, bisa mandi dan super bersih. Pokoknya curug maribaya tempo hari kita di Bandung kalah deh

  4. Rumah adalah bagaimana kita mendiaminya ya, Teh. Rumah di desa atau di kota bila hati yang mendiaminya tidak nyaman, ya pasti tidak nyaman juga rumahnya 🙂

    • tetehokti says:

      Iya Mbak… Semoga kita jadi penghuni rumah yang bersih hatinya supaya nyaman bawaannya ya, amin…

  5. rumahku surga ku… kesederhanaan yg membuat bahagia….

    pasti lingkungan luarnya lebih adem..
    khas pedesaan banget ya mba…

    semoga menang..

  6. rumahnya nyaman buat sekeluarga itu yang penting ya..
    jadi kangen lantai kayu rumah opungku…yang makinsering diinjak jadi makin mengkilat..
    aku suka teh

    • tetehokti says:

      Kalau papannya bagus gitu Mbak, makin sering diinjak/ dipel, makin kinclong. Apalagi kalau pakai cairan pelumas dulu.. Ini lantai rumah saya papannya dari kayu kurang bagus, makin lama makin keropos dan jadi banyak rayap tuh, makanya papannya jadi gak mulus…

  7. sederhana tapi terkesan adem banget, Teh 🙂

    • tetehokti says:

      Yah, segini adanya yang baru bisa kami punya Mbak. Ini pun sebagian warisan dari almarhum mama mertua

  8. Pingin main ke situ, bolehkah?

    • tetehokti says:

      Tentu boleh Mbak dengan senang hati kami menerima dg tangan terbuka dari Cianjur kota ke kampung kami sekitar 3 jam kendaraan jaraknya. Kalau naik kendaraan umum hanya siang aja. Malam tidak ada angkutan kecuali nunggu dulu lama kalau ada…

  9. Kayaknya aku harus main nih ke cianjur huhuhu sukaa ama segernyaa 😀

    • tetehokti says:

      wow, didatangin Mbak Shinta ayok banget! beneran loh ya…
      tapi harus nginep,soalnya jalannya aja jauhhh, gak mungkin kalo PP dari ibukota 🙂

  10. jadi kangen rumah di kampungku, Nganjuk Jawa Timur

    • tetehokti says:

      Untuk mengobati rasa kangennya, boleh lah kemari aja, Pak, singgah dan main ke Cianjur di gubuk kami ini 🙂

  11. desain rumah minimalis juga lebih simpel dan tidak terlalu rumit..

Speak Your Mind

*