Mencuri Selfie Depan Taipei I Ling I

Mencuri Selfie Depan Taipei I Ling I

Mencuri Selfie depan Gedung Taipei i ling i (101)

Mencuri Selfie depan Gedung Taipei i ling i (101)

Foto ini aku ambil tanggal 13 Oktober, tahun 2007 sore hari. Aku masih ingat, saat itu aku dibawa majikan jalan-jalan untuk makan malam di salah satu restaurant yang cukup terkenal di dalam Gedung Finansial Internasional Taipei (臺北國際金融大樓) yang menjulang tinggi yang menjadi latarku berfoto.

Sebenarnya bukan aku yang dibawa jalan-jalan, melainkan Emma dan Ariel, anaknya. Aku yang merawat anak majikan, tentu saja dibawanya karena saat itu anak majikan baru berumur sekitar 2 tahun dan enam bulan.

Saat itu, belum ada istilah selfie atau wefie. Coba, tahun 2007 di Indonesia ponsel pintar saja masih sulit didapat kan? Malah mungkin belum ada. Boro-boro tongsis, internet smartfren saja belum merambah seperti sekarang. Aku saja baru punya akun jejaring sosial pada tahun 2009.

Aku sendiri memfoto diri dengan latar gedung itu sambil mencuri-curi, lho! Karena jujur saja, majikanku tidak suka dengan pembantu yang banyak gaya, apalagi foto-foto atau kecentilan. Jalan sama majikan benar-benar tidak bebas lah. Makanya ambil fotonya buru-buru, sambil nyebrang jalan. Tak bisa mengulangi lagi untuk mendapatkan latar yang pas dan sempurna.

Dalam pikirku saat itu, daerah Xinyi, tempat gedung 101 ini berada adalah lokasi wisata elite dan mewah. Meski majikan tinggal di kota Taipei tapi tidak sering majikan jalan-jalan ke sini. Kalau pun ada kesempatan kembali lagi ke area gedung 101 ini, belum tentu membawa anaknya (dan membawaku sebagai pengasuhnya). Karenanya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa foto di sekitar lokasi gedung 101 ini.

Buatku, bisa mempunyai foto dengan latar gedung itu sangat luar biasa. Bagaimana tidak, saat itu, gedung yang biasa disebut Gedung I Ling I atau satu kosong satu adalah gedung tertinggi di dunia! Ya, saat itu kan belum ada Burj Khalifa di Dubai Uni Emirat sana. Jadi fokus dunia masih tertuju ke Gedung Taipei 101 Taipei Taiwan ini.

Seperti dikutip dari wikipedia, kalau dalam banyak aspek, gedung 101 adalah pencakar langit yang paling maju yang pernah dibuat sampai sekarang. Gedung ini memiliki keunggulan yaitu fiber optik dan hubungan internet satelit yang dapat mencapai kecepatan 1 gigabyte per detik. Dua lift tercepat di dunia yang dapat mencapai kecepatan maksimum 1.010 m/min (63 km/jam atau 39 mil/jam) dan mampu membawa pengunjung dari lantai dasar ke lantai pengamat di lantai 89 dalam waktu 39 detik! Luar biasa, bukan?

Gedung yang saat ini sudah berusia sebelas tahun sejak diresmikannya ini anti gempa karena sebuah pendulum seberat 800 ton dipasang di lantai 88 untuk menstabilkan menara ini terhadap goyangan yang timbul dari gempa bumi, angin topan, maupun gaya geser dari angin.

Setiap malam tahun baru Masehi, gedung 101 ini selalu mengadakan pertunjukan pesta kembang api. Sekaligus merayakan ulang tahunnya dimana gedung 101 ini dibuka secara resmi pada 31 Desember. Jadi saat aku bisa foto sendiri di sekitar gedung ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri buatku saat itu.

Aku baru bisa bebas main naik ke lantai 89 dimana pengunjung diperbolehkan dan foto-foto di Gedung 101 ini setahun kemudian, saat ambil libur dan mengikuti acara Temu Pendengar yang diadakan oleh Radio Taiwan Internasional (RTI). Namun saat itu justru bukan ambil foto dengan cara selfie, karena memang selain belum jamannya, juga diambilkan foto oleh orang lain dan memfoto orang lain hasilnya terasa lebih bagus dan pas.

Bekerja di negara Taiwan (meski hanya sebagai babu) memang menjadi keinginanku sebagai batu loncatan untuk bisa merubah hidup. Kondisi perekonomian keluarga yang sangat memprihatinkan mendorongku bisa mandiri dan belajar banyak tentang hidup dan kehidupan. Taiwan she hao tifang (Taiwan tempat yang baik) tidak akan pernah aku lupakan. Di Taiwan lah aku bisa belajar internet, mengenal blog, jejaring sosial dan mendapatkan saudara-saudara dari dunia maya yang sampai sekembalinya aku ke tanah air tali silaturahmi itu masih terjalin.

Dengan adanya foto selfie aku dan Gedung 101 sebagai icon Taiwan ini (ingat sebelum ada Burj Kalifa, Gedung 101 ini juga merupakan sebuah icon dunia), maka rasanya lengkap sudah bukti perjuanganku memperbaiki hidup dan kehidupan di negara Formosa ini.

Gedung Taipei 101 tampak seutuhnya. Dok. id.wikipedia.org

Gedung Taipei 101 tampak seutuhnya. Dok. id.wikipedia.org

Kelak aku berharap anak cucuku bisa datang ke Taipei dan selfie juga dengan latar Gedung 101 ini. Bukan datang sebagai TKI, melainkan sebagai pelajar, atau paling tidak turis yang sedang berlibur. Semoga…

Tulisan Mencuri Selfie Depan Taipei I Ling I ini saya ikut sertakan di lombanya Emak Gaoel

smartfren

Comments

  1. Pengalaman menarik di negeri orang… sip betul pengalamannya. kunjungi punya saya juga ya teteh… http://fxmuchtar.com/ada-kisah-di-balik-selfie/

  2. Meski selfienya nyuri-nyuri tapi tetep bisa mesem ya Mbak? 😀
    Yeay, url blognya udah nggak berupa angka semua neh, siip.

    • Baru bisa balas komentarnya…
      maafkan daku ya semuanya 🙂
      mesem karena di sampingku itu kan anak majikan yang lagi duduk di kereta dorongan, Mas…

      aku mesem biar dia gak nangis dan majikan yang jalan di depan tidak curiga 😆

  3. wow…
    taipei 101 kan salah satu gedung tertinggi di asia 😉

    asyik euy mbak
    itu pasti memorable banget

    • Makasih sudah mampir Mas 🙂
      ya, memorabel bingit, Mas… seumur hidup tak akan saya lupa kalau saya pernah kuli di sana 🙂

  4. Keren banget dan penuh history, eh itu teteh cantiekk yaa rambutnya :)))

    • Nenek nya anak yang saya jaga suka bawel Mak kalau tidak lihat saya keramas setiap hari, soalnya cucunya kalo minum cucu suka sambil megangin rambut saya

      #sambunginsaja 🙂

  5. Mending bahasanya diganti mengambil kesempatan, lebih positif. Daripada mencuri… Just sharing

  6. Keren ikh mak..
    ak blm pernah ke Taipei.. hehe
    aamiin bgt nanti penerus kita bisa kesana dan mengharumkan nama Indonesia..
    sukses ya kontesnya:)

  7. Wuihhhh bisa jalan2 ke luar negeri itu seru sekali ya mbak. Saya juga ikutan nih.www.novawijaya.com/2015/04/selfie-story-in-beautiful-island.html

  8. sebuah pengalaman hidup yang layak untuk dibagi. semoga berkah menjalani khidupan ya.

Speak Your Mind

*