Mobilnya Bagus Sayang Isinya Penyampah

Mobilnya Bagus Sayang Isinya Penyampah

Tit tiit!

Mendengar klakson begitu nyaring nyaris di sisi telinga reflek sepeda motor menepi memberi jalan. Meluncur dengan mulusnya sebuah mobil kota yang masih mengkilap. Belum hilang rasa takjub kami terhadap kendaraan roda 4 itu tiba-tiba sekitar 10 meter di depan kami kaca jendelanya bagian kiri jok kedua terbuka.

Seketika sebuah botol kosong bekas minuman terlempar dari dalamnya. Kami yang di belakang mencoba menghindar. Kurang sigap itu botol bisa mengenai kami, atau pengguna jalan lain. Ih, mobilnya saja keren. Tapi pengendaranya tukang nyampah! Ga tahu malu!

Bukan sekali dua kali kejadian seperti itu kami alami. Teramat sering ketika berkendara di jalan menemukan penumpang dari kendaraan pribadi yang cukup elit dan kekinian tapi orang di dalamnya tidak punya etika dan buta hukum. Main lempar saja membuang sampah sembarangan. Kaya-kaya tapi tidak bersekolah.

Iyalah, kalau bersekolah pasti punya malu buang sampah sembarangan, dari dalam kendaraan mewah lagi. Bukankah di sekolah diajarkan kalau buang sampah itu harus kepada tempatnya? Nah yang masih buang sampah sembarangan di tahun 2018 apa namanya lagi kalau tidak sekolah?

Anak saya saja yang masih balita dan tinggal di kampung sudah dengan disiplin kami ajarkan tidak boleh buang sampah sembarangan. Di rumah sekali pun dibiasakan buang sampah kepada tempatnya. Sudah belajar memilah mana sampah basah/organik dan mana sampah kering/bisa didaur ulang. Lah ini orang kota (dilihat dari nomor plat mobilnya) masih saja buang sampah main lempar ke jalan dari dalam kendaraan. Mobil seharga sekitar seperempat milyar itu memang tidak punya tempat sampah ya?

Ini contoh buat kita. Kalau nanti diberi rezeki lebih dan bisa membeli kendaraan roda 4, plis jangan buang sampah sembarangan. Buat yang sudah punya roda 4 jangan lupa ya di mobil nya sediakan tempat sampah. Dan satu lagi jangan sampai lupa, ajarkan anak, saudara atau siapapun yang naik mobil bagusnya untuk tidak buang sampah ke luar kendaraan saat melaju di jalan. Kecuali mau disumpahi dengan ucapan kurang nyaman seperti kami lakukan kepada pengendara mobil mewah siang tadi di jalan Cianjur menuju ke Cibeber.

2018 sudah hampir sebulan akan kita lewati. Malu atuh kalau belum bisa move on buanglah mantan eh sampah pada tempatnya. Alih-alih mencintai dan menyayangi lingkungan tempat kita tinggal. Kalau buang sampah saja masih suka ngawur ya begimana. Sementara kita tidak mau kan banjir melanda atau musim semakin tidak bisa kita prediksi?

Yuk mulai benahi perilaku kita sendiri sebelum mengajak keluarga dan atau orang lain. Kita praktekkan upaya yang bisa kita lakukan untuk menjaga alam dan lingkungan dengan lebih dahulu memprkatekkannya dari rumah.

Upaya itu bisa berupa:

# mengajarkan anak untuk buang sampah pada tempatnya.

# biasakan anak memilah sampah sejak dini mana yang organik dan mana yang daur ulang

# ajak anak untuk menghemat air, listrik dan sumber energi lainnya. Mematikan lampu saat tidak dipakai, mematikan kran air dsb.

# ajak anak untuk menanam pohon, dan beri pengertian kenapa pohon sangat penting untuk kehidupan. Tidak ada lahan untuk menanam pohon, coba menanam bunga dalam pot atau polybag.

# lindungi anak dengan perlengkapan standar ketika bepergian. Seperti kalau mengendarai sepeda motor, pakaikan anak helm, jaket dan masker. Buat apa? Supaya anak terbiasa dan mengetahui bahwa keselamatan lebih utama dari segalanya. Polusi adalah dampak dari pencemaran lingkungan dan itu sangat merusak tubuh manusia. Dengan mengajarinya sejak dini insyaallah anak semakin dewasa akan semakin mudah diarahkan.

 

Punya kebiasaan lain dalam upaya mencintai lingkungan? Boleh dishare sebagai tambahan ilmu dan wawasan bagi kita ya…

 

Comments

  1. Aih, aku juga pernah lihat seperti itu, teteh. Rasa-rasanya pengen kejar trun buang sampahnya di dalam mobilnya.
    Kalau aku biasanya sediakan tas kresek di mobil atau aku simpan sampahnya dulu dan baru buang setelah ada tong sampah

  2. Ya, teh kalo sudah dibiasakan dari kecil memang akan terbiasa. Suka kesel juga sering banget yang kayak gitu, buang sampah dimana saja.

  3. Aku paling gak suka sama orang seenaknya buang sampah sembarangan. Menurutku itu udah karakter ya. Jadi salah DULU nya. Gak ada yang ngajarin kali ya huhu. Setuju semua sama tips nya teh Okti. Ngajarin anak itu dari kecil dan MEMBIASAKAN. Memberi contoh lebih ngena daripada orangtua nyuruh2. Asal dibiasakan dn dicontohkan terus, ngasih dampaknya kalo suka buang sampah sembarangan, insyaAllah bisa lebih ngena ke anak 🙂

  4. Orang-orang zaman sekarang ya, bikin geram kadang-kadang

  5. Kebiasaan membuang sampah sembarangan memang sangat disayangkan, anak” harus diajarkan sejak dini untuk membuang sampah pada tempatnya ya mbak

  6. Kesel memang kalo liat org seenaknya buanh sampah, mau dia punya mobil atau engga, sama2 nyebelin

  7. Hiih,gemes memang melihat mobil bagus ada tangan menyembul membuang tisu, puntung rokok

  8. Gemes ya Teh lihat orang suka buang sampah semabrangan gitu. Apalagi penampilannya keren, tapi buang sampah aja sembarangan. Hemm…
    Kalau sudah kebiasaan dari kecil itu memang susah diubah, sih. Sudah jadi karakter buruknya. Makanya ya penting banget membiasakan karakter cinta lingkungan ini sejak dini.

Speak Your Mind

*