Nasib Caruluk

Nasib Caruluk

13000542_1606297489386839_1793487129_o

Caruluk, adalah sebutan warga di kampung saya kepada kolang-kaling. Iya, buah nira (kawung) yang melewati proses pengolahan panjang ini biasanya sering muncul dan beredar pada bulan puasa. Banyak orang menjadikan caruluk sebagai bahan dasar kolak, dan atau manisan kolang-kaling.

Harga di pasaran, saat ini per kilo sekitar 8-10 ribu rupiah. Tapi tahukah jika di tempat asalnya, caruluk ini bisa dibilang sangat-sangat jauh di bawah itu nilai harganya. Di kampung orang ngeh gak ngeh terhadap buah pohon nira ini. Selain harga murah, mungkin karena proses pengolahannya yang cukup ribet dan beresiko. Bahkan bisa dibilang malas untuk mengolah caruluk menjadi putih bersih seperti sudah siap jual di pasaran.

Buah Nira, bakal jadi caruluk dari pohon Kawung Sumber foto: wikipedia

Buah Nira, bakal jadi caruluk dari pohon Kawung Sumber foto: wikipedia

Bagaimana proses pembuatan caruluk itu?

Caruluk yang siap jadi bahan kolak itu memang memerlukan pengolahan yang serius oleh ahlinya. Kalau tidak, bisa-bisa kita kegatalan karena caruluk sebelum dioleh memiliki getah yang sangat tinggi kadarnya. Membuat kulit memerah dan gatal dalam waktu yang cukup lama.

Caruluk dari pohon Nira, dipilih yang sudah matang (tua) dipotong dari dahannya, lalu diangkut ke tempat pengolahan. Setelah dipetik dari tangkainya, buah nira ini direbus dalam jangka waktu yang lama sehingga getahnya keluar dan buah niranya matang, mengental (mengeras).

Saat membuka buah nira dari kulitnya ini dianggap sebagai bagian tersulit. Memerlukan waktu yang lama, kesabaran dan ketelitian. Orang kan senangnya memilih beli caruluk yang bersih dan utuh. Jadi sebisanya saat mengupas buah nira dari kulitnya ini hati-hati supaya buah nira tidak cacat atau pecah.

Setelah terkumpul sekian banyak, barulah buah nira yang sudah putih dan bersih dijual ke pengepul. Sekali lagi, pada proses transaksi ini harga yang didapat para pembuat (pengolah) caruluk sangat-sangat kecil. Jika harga di kota bisa sampai sepuluh ribu per kilo, itu karena harga jual yang ditentukan bandar saja. Jika menengok ke bawah, ke para pengolah caruluk dari pohon hingga mengupasnya, tentu sangat kasihan dan menyedihkan. Ibarat perjuangannya mengolah caruluk itu hanya dihargai seujung kuku saja.

Caruluk yang sudah dikuliti siap dijual ke tengkulak

Caruluk yang sudah dikuliti siap dijual ke tengkulak

Caruluk berkolaborasi dengan gula aren dan pisang nangka. Jadilah kolak :)

Caruluk berkolaborasi dengan gula aren dan pisang nangka. Jadilah kolak 🙂

Jelmaan lain caruluk pada segelas es campur.

Jelmaan lain caruluk pada segelas es campur.

Comments

  1. Baru tau nama lain caruluk adalah kolang kaling 🙂

Speak Your Mind

*