Mobilnya Bagus Sayang Isinya Penyampah

Mobilnya Bagus Sayang Isinya Penyampah Tit tiit! Mendengar klakson begitu nyaring nyaris di sisi telinga reflek sepeda motor menepi memberi jalan. Meluncur dengan mulusnya sebuah mobil kota yang masih mengkilap. Belum hilang rasa takjub kami terhadap kendaraan roda 4 itu tiba-tiba sekitar 10 meter di depan kami kaca jendelanya bagian kiri jok kedua terbuka. Seketika sebuah botol kosong bekas minuman terlempar dari dalamnya. Kami yang di belakang mencoba menghindar. Kurang sigap itu botol bisa mengenai kami, atau pengguna jalan lain. {Read More}

Kibul Mengibul Boss

Kibul Mengibul Boss Bosku kaya tapi pelit. Bos laki kerja di stasiun televisi Singapura. Sementara bos wanita direktur di Omni Electronics, perusahaan asing yang punya kantor cabang di negara pulau. Ketika aku bekerja kepada mereka, keluarga penganut agamanya yang taat ini baru saja pindah ke apartemen di Hougang, meninggalkan rumah flat di Ang Mo Kio. Tinggal di lantai 9 dengan pemandangan danau di sebelah kanan dan jalan layang di bagian depan. Bos menempatkan aku tidur bersama anak tengah dan anak {Read More}

Latah Animasi Absurd si “anti mainstream”

Latah Animasi Absurd si “anti mainstream” Ada peni ada peni ada peni… Taklah! Taklah! Taklah! Sepanjang 2018 ini Fahmi selalu latah menirukan percakapan di trailer film Si Juki The Movie yang banyak diputar ulang di berbagai stasiun televisi. Saking seringnya mendengar jadi sering diucapkan dan aku serta ayahnya pun jadi ketularan latah! Ya Allah! Padahal sejak awal Desember 2017 dimana trailer film animasi asli buatan Indonesia ini tayang iklan di tv, saya sudah bergidik sejak pertama kali melihatnya. Bukan tidak {Read More}

Keluhan Pengajar Kekinian

Keluhan Pengajar Kekinian Habis isya kami baru bisa istirahat. Setelah seharian sibuk melakukan tugas wajib sepulang bepergian (baca: nyuci pakaian kotor yang bergunung-gunung) dan merehatkan badan setelah hampir seminggu lamanya ngetrip terus meninggalkan capek yang membuat tulang belulang remuk redam. “Kembali ke alam nyata deh,” ucap suami, setengah mengeluh. Aku meringis, ikut merasakan. Suami bilang begitu itu artinya dia membayangkan bagaimana repotnya ia akan menghadapi kenyataan yang sebenarnya di dunia sekolah, tempat ia bekerja, setelah seminggu ini izin cuti untuk {Read More}

Anak Zaman Now VS Orangtuanya

Anak Zaman Now VS Orangtuanya Bukannya makan, eh malah minta tolong charge baterai ponsel yang tinggal 2 garis (dan itu berubah warna merah kedap kedip bunyi notifikasi untuk segera dicharge). Ampun deh anak zaman now. Saya segera memenuhi permintaannya. Dengan syarat setelah ngecharge langsung makan. Eh bener. Anak saya mau makan tuh. Ngecharge belum selesai malah makan malam nya sudah dihabiskan. Meski makannya sesekali merengek lagi, minta sambil nonton kartun favoritnya, dari channel youtube. “Bu, tolong sambung kan internetnya atuh…” {Read More}

Bekas Berkualitas Pilihan Minoritas

Bekas Berkualitas Pilihan Minoritas “Kalau ke Bandung titip beli buku ya.” Pesan seorang teman di media sosial ini membuat saya selalu semangat. Bagaimana tidak, di jaman seperti sekarang ini masih ada yang mau membeli buku cetak, bukankah itu sesuatu hal yang luar biasa? Meski buku yang dibeli bukan buku baru, melainkan buku bekas alias loakan. Emang masih ada pedagang yang jual buku bekas? Banyak. Bukan hanya buku, tapi ada juga majalah, novel dan karya cetak lainya. Mengapa masih suka beli {Read More}