Kenapa Tidak Perlu Membandingkan Imbalan antara Cerpenis dan Blogger?

Nunggu busway ke Harmoni iseng sambil beli koran Kompas. Kalau hari Minggu bacaan Klasika nya bagus-bagus buat referensi tulisan atau bahan cerita ke anak. Kirain dua ribu rupiahan, ternyata sekarang jadi tiga ribuan. Karena itu juga aku sempat tertinggal satu bus Transjakarta jurusan Harmoni. Abis kelamaan nyari-nyari duit recehan seribuannya buat bayar ke si bapak yang jualan koran. Tapi untung tak lama datang juga busway yang menuju tujuan yang sama. Malah yang ini kosong banyak. Aku jadi bisa duduk leluasa {Read More}

Suka Duka Blogger dari Ujung Dunia Menuju Kopdar Ibu Kota

Duka Blogger dari Kampung Kecewa sekali rasanya hari minggu pagi ini… Sesuai rencana aku mau menghadiri acara Blogger Bicara yang diadakan oleg Blogdetik di Jakarta. Tentu saja seperti biasa, berangkat dari rumah jam tiga dini hari. Naik Elsa Kang Oyan yang sudah biasa dari Terminal Sukanagara. Selama perjalanan aku memilih tidur karena memang sangat ngantuk sekali. Semalam tidur hanya satu jam. Itu juga bangun-bangun karena Fahmi nangis terus. Fahmi sedang kena flu dan batuk. Hidungnya mampet, pernafasannya terganggu. Karenanya Fahmi {Read More}

Ulang Tahun: Jangan Jadikan Pemicu Kesenjangan Sosial

Saat membawa Fahmi menghadiri ulang tahunnya Rima, tetangga rumah di Pagelaran, pikiranku langsung melesat ke masa kecilku saat tinggal di Bandung. Ada kisah yang menyedihkan sekaligus menyakitkan di sana. Aku dan adikku alami. Masalahnya masih berkaitan dengan acara ulang tahun. Kami punya tetangga namanya Pak Lukman. Mereka mempunyai anak 4. Tiga perempuan dan satu laki-laki. Dua anak terbesar mereka sudah menikah dan mempunyai anak. Usianya hampir sebaya denganku juga adikku. Hanya berselisih beberapa tahun mungkin. Setiap keluarga Pak Lukman merayakan {Read More}

Saat Fahmi Mempersiapkan Kado untuk Rima

Tak tahu bagaimana menjabarkan perasaanku sebagai ibunya, saat sore tadi kami menerima undangan ulang tahun untuk Fahmi, dari Rima (3) anak tetangga yang tempatnya terhalang enam rumah dari rumah kami. “Fahmi sudah besar ya, Nak?” Ucapku dalam hati sambil memandangnya yang sedang asyik bermain dengan kartu undangan. Tampak Fahmi bahagia dengan kertas itu di tangannya. Anakku rupanya sudah “diakui” keberadaannya oleh orang sekitar. Undangan untuk hari jumat tanggal 14 Maret itu akan menjadi undangan pertama yang diterima Fahmi. Rasanya baru {Read More}

Menghadiri Dialog Publik: Saat Menatap Okky Asokawaty Membeberkan Kinerjanya di Komisi IX DPR MPR RI

Beruntung Mba Lia dari bagian media Migrant Institute mengabarkan infonya jauh sebelum acara. Undangan aku terima hari jumat sore, jadi masih bisa mempersiapkan untuk hadir di acaranya yang bertempat di Caffe Galery, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Maret 2014. Waktu di undangan tertera jam 9 pagi sampai jam satu siang. Wah, harus lebih pagi dari jam berangkatnya mobil Kang Oyan nih kalau gitu. Apalagi jam 9 adalah waktu macet di Jakarta. Niat hati mau datang lebih awal, {Read More}

Pahlawan Devisa dan Narkoba

Mari kita ungkap fakta yang selama ini tersembunyi berkaitan dengan pahlawan devisa atau sebutan lain untuk Buruh Migran Indonesia (BMI) dan atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ternyata ada affair dengan narkoba. TKI otomatis tinggal di luar negeri yang kondisi alam, kultur serta gaya hidupnya jauh berbanding terbalik dengan di Indonesia, khususnya di kampung halaman tempat si TKI berasal. Mereka pun mengalami ritme kerja yang berbeda pula, baik dari kedisiplinannya, ketepatan waktunya, kebersihan serta tuntutan untuk bisa bersikap dan memiliki {Read More}