Perjuangan Blogger Kampung Mengenal ASEAN Connectivity Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015

Perjuangan Raih Flashdisk Demi bisa tepat waktu sampai di acara seminar Sosialisasi Komunitas ASEAN 2015 di Gedung Carakaloka Kantor Pusdiklat Kemenlu aku dan suami berangkat dari rumah pukul 02.00 dini hari. Hah? Niat banget ya? Ya, jika acara dimulai jam 09 pagi, dan Panitia menginformasikan registrasi bagi seratus peserta pertama yang akan dapat flashdisk bisa dilakukan mulai jam delapan, sementara waktu perjalan dari kampungku ke Jakarta memakan waktu sekitar 5 jam, maka memang jam dua dini hari diperkirakan waktu yang {Read More}

Plus Minus Jakarta Diplomatic City of ASEAN

Jakarta terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN, selain dilihat dari segi bentuk penghormatan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara penggagas berdirinya ASEAN pada tanggal 8 Agustus 1967 lalu, juga karena Bangsa Indonesia mempunyai beberapa keunggulan dalam berbagai hal dibanding negara-negara penggagas Deklarasi Bangkok lainnya. Indonesia memiliki letak wilayah yang strategis. Transportasi dengan mudah bisa dilakukan melalui jalur darat, laut maupun udara. Posisi Indonesia yang berada di iklim tropis, garis khatulistiwa. Indonesia dianggap sebagai kekuatan bagi wilayah Asia Tenggara. Bahkan juga {Read More}

Tindakan Nyata 3 Pilar Kunci Masa Depan ASEAN

Menyatukan rakyat dari berbagai negara ASEAN? Saya rasa itu tidak mudah. Jangankan menyatukan sekian banyak warga dari berbagai negara, menyatukan warga satu kampung saja, belum tentu bisa dijalankan dengan mudah. Optimis sih harus, tapi kita juga harus bisa melihat situasi dan kondisi. Menciptakan masa depan, itu menjadi kebebasan bagi setiap individu, termasuk warga negara anggota ASEAN. Jika setiap warga negaranya sudah mempunyai kesadaran dan pemahaman untuk bisa satu visi dan satu misi, baru hal itu bisa dengan mudah dijalankan. Pokok {Read More}

Kebebasan Berekspresi Informasi: Aku Bisa Ngeblog Berkat Filipina

Aku bisa ngeblog berkat orang Filipina! Aku bisa belajar sambil bekerja, juga berkat saran dan motivasi dari Janet Bago, sahabatku pekerja asal Filipina. Begitu banyak jasa orang Filipina untuk perkembangan karir, kemajuan pemikiran dan tambahan keterampilanku. Selama bertahun-tahun bekerja di Singapura, Hongkong dan Taiwan, yang mendominasi menjadi teman tempatku belajar adalah pekerja asal Filipina. Kenapa begitu? Karena mayoritas orang Filipina selalu terbuka. Mereka berpikiran luas, keterampilan cukup dan pandai dalam bergaul. Tidak hanya di Asia, orang Filipina pun banyak yang {Read More}

Sengketa? Musyawarah Saja Tidak Cukup!

Meski satu rumpun, satu keturunan nenek moyang, kalau soal hukum, semua harus sesuai dengan peraturan dan kesepakatan. Apalagi soal persengketaan lahan, memperebutkan pulau yang tentu saja bernilai sensitif sangat tinggi. Permasalahan Singapura dan Malaysia harus kembali diselesaikan oleh Mahkamah Internasional. Hal bersifat sensitif ini tidak bisa hanya diselesaikan secara musyawarah, melainkan harus ada hitam di atas putih. Harus ada hukum kuat yang menaungi serta mengurusnya. Jika Pulau Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh saja yang sudah disahkan secara hukum internasional {Read More}

Buka Diri Nikmati Kecanggihan Teknologi dan Rasakan Tantangan ASEAN

Ibarat katak dalam tempurung, tak tahu dunia luar, tentu saja Laos, atau Republik Demokratik Laos yang pada awalnya tidak mau membuka diri untuk berinteraksi dengan negara tetangga –khususnya negara-negara di wilayah Asia Tenggara (ASEAN)– nasibnya terbelakang dibanding negara sekitarnya. Entah mungkin karena masih ada bau-bau negara komunis yang masih nempel pada negara beribukota Vientiane ini, menjadi penyebab kurang percaya dirinya Laos untuk berbaur dengan negara ASEAN lainnya? Padahal kalau saja sejak awal Laos tidak tanggung dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga. {Read More}