Tindakan Nyata 3 Pilar Kunci Masa Depan ASEAN

Menyatukan rakyat dari berbagai negara ASEAN? Saya rasa itu tidak mudah. Jangankan menyatukan sekian banyak warga dari berbagai negara, menyatukan warga satu kampung saja, belum tentu bisa dijalankan dengan mudah. Optimis sih harus, tapi kita juga harus bisa melihat situasi dan kondisi. Menciptakan masa depan, itu menjadi kebebasan bagi setiap individu, termasuk warga negara anggota ASEAN. Jika setiap warga negaranya sudah mempunyai kesadaran dan pemahaman untuk bisa satu visi dan satu misi, baru hal itu bisa dengan mudah dijalankan. Pokok {Read More}

Kebebasan Berekspresi Informasi: Aku Bisa Ngeblog Berkat Filipina

Aku bisa ngeblog berkat orang Filipina! Aku bisa belajar sambil bekerja, juga berkat saran dan motivasi dari Janet Bago, sahabatku pekerja asal Filipina. Begitu banyak jasa orang Filipina untuk perkembangan karir, kemajuan pemikiran dan tambahan keterampilanku. Selama bertahun-tahun bekerja di Singapura, Hongkong dan Taiwan, yang mendominasi menjadi teman tempatku belajar adalah pekerja asal Filipina. Kenapa begitu? Karena mayoritas orang Filipina selalu terbuka. Mereka berpikiran luas, keterampilan cukup dan pandai dalam bergaul. Tidak hanya di Asia, orang Filipina pun banyak yang {Read More}

Sengketa? Musyawarah Saja Tidak Cukup!

Meski satu rumpun, satu keturunan nenek moyang, kalau soal hukum, semua harus sesuai dengan peraturan dan kesepakatan. Apalagi soal persengketaan lahan, memperebutkan pulau yang tentu saja bernilai sensitif sangat tinggi. Permasalahan Singapura dan Malaysia harus kembali diselesaikan oleh Mahkamah Internasional. Hal bersifat sensitif ini tidak bisa hanya diselesaikan secara musyawarah, melainkan harus ada hitam di atas putih. Harus ada hukum kuat yang menaungi serta mengurusnya. Jika Pulau Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh saja yang sudah disahkan secara hukum internasional {Read More}

Buka Diri Nikmati Kecanggihan Teknologi dan Rasakan Tantangan ASEAN

Ibarat katak dalam tempurung, tak tahu dunia luar, tentu saja Laos, atau Republik Demokratik Laos yang pada awalnya tidak mau membuka diri untuk berinteraksi dengan negara tetangga –khususnya negara-negara di wilayah Asia Tenggara (ASEAN)– nasibnya terbelakang dibanding negara sekitarnya. Entah mungkin karena masih ada bau-bau negara komunis yang masih nempel pada negara beribukota Vientiane ini, menjadi penyebab kurang percaya dirinya Laos untuk berbaur dengan negara ASEAN lainnya? Padahal kalau saja sejak awal Laos tidak tanggung dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga. {Read More}

Kopi Es + Luwak: Kerjasama Ciptakan Kekuatan

Menuju Komunitas ASEAN 2015 Vietnam dan Indonesia optimis bisa merebut pangsa pasar kopi dunia. Dua negara anggota ASEAN ini bisa menjadi partner produksi kopi yang akan menggoncangkan lidah para penikmat kopi. Bukan menjadi rival atau pesaing produk. Ada yang bilang kopi dari Vietnam ibarat hadiah dari surga. Itu karena saking nikmat rasanya serta tiada tara murahnya. Padahal dulu Vietnam belajar dari Indonesia mengenai perkebunan kopi dan pengolahannya. Kini kenapa malah terbalik, Indonesia berada di posisi bawah setelah Vietnam dalam urusan {Read More}

VISA: Kalau Bisa Dipermudah Kenapa Harus Dipersulit?

Berwisata ke Myanmar tidak cukup dengan mengandalkan paspor saja, tapi juga memerlukan visa. Baik untuk perjalanan diplomatik, maupun untuk perjalanan wisata. Seperti kita tahu, kondisi Negara Myanmar atau Burma sejak tahun 1988 penuh dengan konflik dan kudeta. Keamanan Negara tidak stabil, bahkan terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta militer. Kekerasan dari pihak militer kepada para demonstran pun tak bias dielakkan lagi. Ribuan orang mati terbunuh. Sebelumnya, saat tokoh utama pendiri kemerdekaan menjadi pemimpin Negara kembali diambil alih kekuasaannya oleh {Read More}