Tan Ping: Sarapan Beda Merasa Belum Sarapan

Sarapan sudah menjadi menu wajib bagi orang Indonesia. Khususnya bagi warga di perkampungan, yang hendak melakukan pekerjaan kasar/berat, sarapan sudah menjadi modal utama untuk membuat pondasi kekuatan sumber tenaga. Nasi goreng, sudah menjadi menu yang tidak asing lagi bagi sebagian orang Indonesia. Meski di pedesaan, sarapan itu tidak beda dengan makan besar seperti halnya makan siang dan atau sore. Menu nasi yang terhidang dengan lauk pauk yang komplit (meski di pedesaan tak jarang cukup dengan satu jenis lauk saja) sudah {Read More}

Ngebolang Sehari Semalam Jelajah Dua Provinsi

Tujuan kali ini kota mangga Indramayu di utara Jawa Barat dan Kabupaten Sragen di Jawa Tengah. Beruntung saat ada kesempatan ngebekpek ke Indramayu dan Sragen ini, Alin sahabatku dia bisa ikut. Jadilah berdua ngebolangnya. Sebenernya dari awal sudah ketar-ketir. Mikirin apakah mampu jalan ke dua lokasi dengan target waktu yang sudah ditentukan sementara kondisi di lapangan 80% bisa meleset jauh dari prediksi. Dengan dipantau Mas Darpan selaku koordinator dari Indramayu, kami optimis bisa menjalani perjalanan ini tepat waktu. Meski seperti {Read More}

Hikmah Ketika Anak Sakit

Siapa yang tidak sedih jika melihat anak begitu lemas, pucat dan menangis menahan sakit yang tidak bisa diucapkannya. Bagaimana tidak lemas, setiap sudah makan atau minum, selalu saja dimuntahkannya lagi! Tidak hanya itu, disertai pula (maaf) buang air besar (bab) berupa cairan, dan suhu tubuh yang cukup tinggi. Selain lemas tidak ada makanan yang masuk, juga mungkin karena dehidrasi. Keringat, buang air dan suhu tubuh tinggi, sementara tidak ada cairan yang nambah karena selalu dimuntahkan. Pikir kami, Fahmi awalnya masuk {Read More}

Perut Malaysia Dada Indonesia

Jejak Petualang sore tadi, mengisahkan Medina Kamil yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia. Antara Desa Longayu dengan wilayah Malaysia. Ada slogan indah yang menggambarkan warga Longlayu, yaitu mereka memiliki perut Malaysia, tapi dada Indonesia. Arti lainnya, mereka bernasionalisme Republik Indonesia. Tetap mencintai tanah air Indonesia, namun dalam hal usaha dan mencari makan, mereka menggantungkan hidupnya ke wilayah tetangga, yaitu Malaysia. Memilih menjual hasil bumi ke Malaysia karena lebih dekat, dan lebih dihargai nilainya. Mereka menukar beras dengan sembako. Tidak berjual beli {Read More}

Jalan ke Karawang: Terkuaknya Tiga Bocah WNI di Taiwan Bernama Fahmi

Sebenarnya bingung mau kasih judul tulisan ini apa, yang pasti aku mau cerita kalau saat jalan ke Karawang tadi, baru tahu kalau anak dari kami bertiga: anakku, anak Mas Anto Budianto dan anaknya Mas Hartono Beru sama-sama bernama FAHMI! Benarkah? Seakan tak percaya, itu yang aku rasakan saat pertama kali Mas Hartono berkomentar “Kok ya bisa sih nama anak samaan? Aku akan sidangkan nanti,” guraunya. Emang anak siapa dan namanya siapa? Tanyaku belum ngeh kemana arah pembicaraan. “Fahmi…” Mendengar satu {Read More}

First Time Jalan ke Karawang

Seumur hidup, baru hari ini kaki menginjakkan langkah di tanah bumi pertiwi wilayah Kabupaten Karawang. Panas, debu, dan berbagai pelajaran kehidupan sudah aku temui selama sehari di daerah yang terkenal dengan sebutan lumbung padinya Jawa Barat ini. Aku kira bakalan sulit untuk menggunakan transportasi umum menuju Karawangnya. Ternyata dengan gaya ngebekpek alakadarnya, tidak susah dan malah teramat mudah! Banyak bus AgraMas AC jurusan Bogor-Karawang yang berangkat setiap lima belas menit satu kali. Kondisi Karawang lokasinya tak banyak beda dari daerah {Read More}