Pengembangan Diri Ngeblog supaya Lancar Job

Pengembangan Diri Ngeblog supaya Lancar Job

Makin hari dunia blog makin berkembang pesat. Bagi sebagian bloger, ngeblog bukan hanya lagi sebagai hobi atau sampingan, tapi sudah jadi pekerjaan tetap atau profesi. Saya sebagai ibu rumah tangga yang suka nulis, dan sedikit banyak sudah menikmati rezeki dari berkah ngeblog tentu ingin sekali mendapatkan sesuatu yang lebih. Tapi bagaimana caranya?

Ngeblog atau jadi bloger sebenarnya tidak mudah. Sama seperti pepatah segala sesuatu memerlukan proses dan bisa karena terbiasa. Beberapa tahun terakhir bloger bermunculan ibarat jamur di musim hujan. Tapi dari sekian banyaknya itu apakah bisa terus meningkatkan kualitas atau paling tidak mempertahankan kualitas ngeblognya? Belum tentu. Karena yang bisa kita lihat, bloger yang mempunyai kualitas ternyata bukan bloger instan atau bloger sesaat, melainkan bloger yang sudah jatuh bangun dan berdarah-darah melewati berbagai masa sebelumnya.

Atau paling tidak bloger yang “baru muncul” tapi memang punya ilmunya. Entah itu basic kepenulisan, basic dalam blog dan internet dan atau keduanya yang masih berkaitan.

Semakin canggih teknologi semakin banyak tuntutan kemajuan jaman. Ngeblog bukan hanya menulis dan mempublishnya. Tapi semakin kekinian dibutuhkan beberapa teknik lain seperti infografis, video blogging, termasuk saat bekerja sama dengan brand perlu data laporan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, saya yang gagap teknologi dan awam sama dunia ngeblog –secara modal ngeblog saya dari dulu cuma suka nulis (apa saja) dan mempublishnya di blog– itu saja. Awalnya tidak lebih dari ngeblog sekadar supaya ada jejak yang bisa dilihat anak cucu. Itu juga kalau blog nya gak diberangus seperti lapak ngeblog gratisan yang sudah-sudah. Baper jadinya… Hingga disadari sesungguhnya memerlukan banyak guru ngeblog supaya bisa terus mempelajari dan memperdalam hal-hal yang harus diketahui oleh seorang bloger.

 

1. Infografis

Buat saya yang gak tahu apa itu infografis, tentu harus belajar ekstra keras terkait hal yang saat ini sudah seperti sebagai satu paket antara ngeblog dan infografisnya. Saya sendiri bisa membedakan kenyamanan antara blog yang kosong dengan blog yang cukup hidup. Ini bukan berarti tulisan tidak lagi dihargai, tetapi seperti dibilang dari awal, semakin canggih teknologi, semakin banyak pula tuntutan pembaca (atau brand) supaya tampilan tulisan lebih menarik dan buat orang betah membacanya. Kesananya yang diharap tentu saja pembaca bisa menerima informasi dengan detail dari apa yang disampaikan oleh bloger melalui tulisan di blognya.
2. Video Bloger

Tidak ada foto katanya hoax. Selain foto saja ternyata tidak cukup. Gambar hidup atau video semakin diminati karena bisa memberikan keterangan lebih dari sekedar apa yang kita foto atau tulis. Untuk menghasilkan video yang menarik, nyambung dan berseni tentu saja tidak mudah. Selain perlu alat yang mumpuni, juga diperlakukan teknik serta ilmu dalam proses pembuatan nya.

Okelah saat ini banyak aplikasi pembuat video yang keren dan canggih, tapi tetap kan semua itu perlu cara dan pemahaman juga. Jadi tetap untuk saya yang awam soal video ini perlu dipelajari dan buat bloger yang sudah bisa, kepiawaian nya perlu terus ditingkatkan.
3. Data Akurat

Sebelumnya saya sama sekali tidak tahu apa itu page view, google analytic dan sebagainya sebelum jumpa dan bergabung dengan komunitas bloger yang membernya perempuan semua. Alhamdulillah para senior di sana mau mengajari saya dari nol. Mau membalas dan menjawab pesan-pesan saya yang berisi pertanyaan bagaimana cara, apa yang harus dilakukan, dan pertanyaan lainnya.

Perlu waktu, perlu ketekunan, perlu kerja keras bahkan perlu keberanian (atau muka tebal buat tameng penahan malu) saat saya bertannya-tanya tentang semua itu karena saat mempraktekannya mentok alias ketemu jalan buntu. Jika saya membayar mereka buat mengajari saya mungkin lain soal, ada hak serta kewajiban satu sama lain. Tapi manakala mereka mengajari saya secara ikhlas (semoga) disela-sela kesibukan dan padatnya aktivitas mereka, tanpa imbalan apapun (selain ucapan terima kasih) maka ada beban tersendiri manakala sudah diajarkan tapi otak yang terbagi antara urusan ngeblog, anak, dan rumah tangga serta lainnya ini terasa lemot atau gak fokus memahami.

Mau bertanya kembali malu, tidak tanya lagi fatal akibatnya dan bakal malu-maluin bukan hanya diri sendiri tapi juga komunitas dan network tempat saya bernaung di dalamnya.

Belum lagi setiap orang punya gaya dan sikap masing-masing. Judes, ketus, pelit, sombong dan tidak mau balas pesan dan lain sebagainya harus saya telan sendiri meski secara diam-diam mau memuntahkan lagi saat berhadapan dengan orang seperti itu. Semoga yang bersangkutan tidak baca curhatan saya ini.

Hasilnya bukan hanya ilmu, tapi juga kebanggaan lebih dari itu. Fakta di lapangan banyak bloger yang memasang google analytic nya dibantu suami, anak, teman dan bahkan membayar orang untuk mengerjakannya. si blogernya sendiri tanpa merasa malu tunjuk muka kalau dia sama sekali tidak bisa dan tidak mengerti. Disitu saya merasa menang, meski bloger kampung –tinggal di gunung– ternyata punya kelebihan di banding mereka. Harus saya kenang dan jadikan mood buster, kalau saya jelek-jelek begini (berkat bantuan senior) bisa pasang google analytic sendiri setelah berdarah-darah berusaha belajar kepada pakarnya secara gratis. Puas.

 

4. Media Sosial

Tahu sendiri antara ngeblog sama share di media sosial sudah seperti satu paket yang tidak bisa dipisahkan lagi. Bukan sebuah rahasi lagi jika dalam adu tawar job jumlah pengikut atau interaksi tertinggi menjadi pilihan brand atau agency yang mewakilinya. Kini seolah kehidupan media sosial setiap bloger sudah jadi keharusan. Facebook, Twitter dan Instagram minimal wajib dimiliki seorang bloger.

Bukan hanya memilikinya saja, tetapi juga disertai pengelolaannya, kekonsistenannya serta relevan tidaknya dengan niche blog atau job yang ditawarkan. Tantangan ini bisa dengan mudah dilalui jika si bloger memang sudah konsisten, punya niche yang pas, dan atau modal alami (itu istilah saya) untuk keberuntungan yang diberikan Tuhan. Seperti seleb blog, seleb gram, dan atau akun kicauan yang sudah mendapat verifikasi.

Buat saya yang ecek-ecek ini memaksimalkan akun media sosial menjadi wish list tak berkesudahan. Seolah berjalan di lorong gelap tidak tahu dimana ujungnya. Jalan ada tapi entah kapan sampai di tujuan. Usaha dan pengorbanan menjadi tiket berharga mahal sampainya saya di sebuah jalan yang tidak berujung.
5. Konsisten

Jika kelima point di atas sudah saya capai, rasanya semua itu tidak akan ada artinya jika tiba-tiba saya terserang rasa bosan dan atau sejenak menghentikan publish (informasi) tulisan di blog dengan atau tanpa alasan. Meski banyak kendala, saya harus tetap konsisten untuk mengisi blog jika saya masih punya keinginan mendapatkan job darinya.
Selama ini sebagai bloger kampung –bloger yang tinggal di gunung– jauh akses ke ibukota dimana mayoritas acara blog dan brand menumpuk disana, masih bisa sedikit-sedikit kecipratan job. Baik itu dari bloger yang peduli kepada saya atau memang sudah ditakdirkan Tuhan menjadi jalan pembuka rezeki saya melaluinya maupun melalui komunitas atau network dan jejaring yang lebih profesional.

Lima point tersebut bisa jadi menjadi hal yang sudah basi bagi bloger mumpuni. Tapi bagi saya yang masih ecek-ecek ini, lima hal besar itu menjadi wish list yang entah sampai kapan bisa tercapai.

Dan saya percaya jika kualitas dan blog serta ngeblog makin meningkat (ditingkatkan) dengan sendirinya job itu sendiri akan berjodoh dan datang tanpa diundang. Amin.

Comments

  1. Bener banget mba, jadi blogger ga mudah. Saya belajar infografis belum bisa juga. Kalau cuma japri ga bisa, harus ketemu langsung biar bisa praktek sekalian.

  2. ngeblog sekarang nggak bisa asal-asalan lagi yak. hihi. perlu belajar banget nih biar bisa jadi blogger keren

  3. benar sekali apa yg mba Okti sampaikan.
    kesemuanya terkait mendukung proses blogging lbh memiliki karakter

  4. Pengen konsisten dulu sambil usaha ningkatin kemampuan

  5. Bener tuh mbak, dulu ngeblog buat diry digital aja. Sekarang makin berkembang bisa dikomersilkan

  6. Konsistennya ini yg kurang,,,, bnykin ide Rp gk sempat d tuangin teh,,, nuhun teh noted..

  7. Benar.mbak tentang modal awal yg alami. Saya memang newbie blogger tapi sudah suka nulis sjk SD dan ikut komunitas nulis mulai 2011. Ternyata modal natural begini sangat bermanfaat yah apalagi ingat pas zaman lomba buku antologi dsb jd melatih kemampuan menulis kita. Lumayan lah sudah punya 7 buku meskipun keroyokan semua hehehe ngeblognya makin asik nih. Tq sharingnya ya mbak. Sln kenal.

  8. Saya baru dengar tentang infografis. Maklum newbie hehe. Btw, grup apa mbak yang mau berbagi tips ngeblog kayak gitu?

  9. mau ga mau qt juga harus trus belajar ya Teh biar bisa punya skill seperti blogger keren lain, walopun sekedar “bisa” bukan ” jago”, pe-er ku juga masih banyak, semangaatt, semoga makin lancar ngeblognya

  10. Sepertinya harus banyak googling dan belajar dari senior sepertinya mbak.

  11. Saling menyemangati buat ngeblog ya Teteh.
    Aku yang paling belum mahir bikin2 desain gitu teh, gambar-gambar menarik.
    Kalau nulis ya alakadarnya seperti biasa.

  12. blogging memang butuh proses belajar yg gak bs berhenti ya. Krn gak gampang bikin postingan yg bikin pembaca nyaman dan mau balik lagi. Suka miris aja kl ada yg anggap sepele… Sampai skrg saya blm merambah video. Peralatannya blm ada dan msh berkutat di foto dulu.

Speak Your Mind

*