Peran Siswa Dalam P4GN di Lingkungan Lembaga Pendidikan

Penuh tawa, antusias serta kehebohan khas Anak Baru Gede (ABG) saat tim advokasi Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Cianjur menyampaikan materi sosialisasi anti narkoba di hadapan sekitar 60 orang siswa siswi kelas satu dan dua SMPN 1 Ciranjang, pada Rabu, 30 April 2014 Kemarin.P1220825 - Copy

Pak Asep Husen SH, M.Si selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNK Cianjur dengan penuh kesabaran serta menggunakan berbagai cara, trik-trik bagaimana cara menarik perhatian ABG supaya bisa fokus dan memperhatikan materi sehingga anak-anak yang menjadi sasaran informasi itu dapat menerimanya dengan serius.

Di awal pembicaraan, setelah memperkenalkan diri, Pak Asep memperkenalkan juga kepada siswa-siswi itu arti kata dari Narkoba. Menurut versi Pak Asep yang awalnya aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) secara sukarela ini istilah kata Narkoba adalah berasal dari kata NAR, yang menurut syariat Islam artinya adalah api. Api ialah zat panas yang dapat melelehkan tubuh manusia bahkan hancur, terkecuali karena sebuah mujijat bagi hamba Allah SWT yang taat. Contohnya yaitu Nabiyullah Ibrahim Alaihi Salam. Yang mana atas ijin-Nya beliau selalu utuh berada di dalam api tersebut, karena berkat dengan ketaatannya kepada Allah SWT.

Dengan kata lain artinya Narkoba yaitu tempat disiksanya manusia bagi manusia yang tidak mematuhi segala perintah-Nya dan melanggar segala yang dilarang-Nya.P1220851 - Copy

Lalu apa hubungannya kata “Nar” dengan narkoba? Tanya Pak Asep lagi memancing perhatian para hadirin. Suku kata Nar dan kata Narkoba merupakan penjabaran dari sebuah zat panas atau satu sama lain dapat menghancurkan tubuh manusia, apabila zat ini disalahgunakan. Sehingga apabila ada orang yang menyalahgunakan zat ini maka bagiannya adalah kehancuran.

Dan mahluk yang diciptakan dari “Nar” itu adalah syaiton alias setan. Jadi bisa diambil kesimpulan, bagi yang menyalahgunakan narkoba yaitu dia adalah saudaranya setan. Mari kita renungkan kalimat “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Hiiiiyyy…! Mendengar kalimat “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.” Anak-anak langsung ramai. Pada bergidik, maksudnya mereka menolak terhadap narkoba karena jika berteman, berarti sama saja dengan berteman juga dengan setan yang dikutuk Allah.

Aku senyum-senyum menyaksikan cara penyampaian materi narkoba yang disampaikan Pak Asep ini. Pak Asep pintar dalam mengambil hati anak-anak seusia ABG di hadapannya. Benar juga ya… Dengan menggunakan sedikit trik, materi tentang anti narkoba ini bisa disampaikan dengan mudah, menyenangkan dan diterima langsung oleh sasaran.

Lalu apa sih arti narkoba? Tanya Pak Asep lagi. Anak-anak kembali ramai. Menjawab dengan bahasa serta versinya masing-masing.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semisintesisan yang yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurang sampai menhilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika adalah obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat dan menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.P1220829 - Copy

Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak.

Prekursor adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan narkotika.

Anak-anak semakin serius memperhatikan. Pak Asep kembali bertanya kepada mereka sudah faham dengan istilah yang baru saja diperkenalkannya itu, sebelum terus melanjutkan bahasan materi berikutnya.

“Kalau sudah faham, kita lanjut ke pembahasan dan istilah lainnya, ya anak-anak…” Teriak Pak Asep.

“Iya, Pak!” Suara ramai dan gaduh kembali terdengar.

“Sekarang ada istilah P4GN. Siapa yang sudah tahu apa itu P4GN?” Mata Pak Asep mengitari seluruh ruangan. Anak-anak diam. Ada juga yang menggelengkan kepala. Mungkin untuk isyilah P4GN ini masih asing di telinga mereka.

P4GN adalah kependekan dari Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Secara deskripsi, lingkungan pendidikan diharapkan adanya turut peran serta dalam program dan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN itu tadi.

Implementasinya melalui kegiatan pengembangan informasi tentang P4GN ke lingkungan masyarakat sekolah pada khususnya dan P4GN ini diharapkan bisa menjadi salah satu muatan program OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) bidang pendidikan pendahuluan bela Negara serta politik kepemimpinan.

Kejahatan Narkoba Extra Ordinary Crime

Setiap orang tanpa hak atau melawan hukum jika: “Menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasain menyediakan, memproduksi, mengimpor, mengexpor, menyalurkan, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan, menyuruh, memberi, menjanjikan sesuatu, memberikan kesempatan, menganjurkan memberikan kemudahan, memaksa dengan ancaman, memaksa dengan kekerasan, melakukan tipu muslihat, atau membujuk anak belum cukup umur untuk melakukan tindak pidana narkoba.”

Mengenal Jenis Narkoba

Pada layar slide, diperlihatkan gambar-gambar jenis narkoba seperti jenis narkoba golongan OPIODIDA: 1. Yaitu Bunga Poppy (Opium Poppies) atau yang dikenal sebagai candu. Foto karya John W. Allen ini diambil di Thailand.

Ditampilkan juga gambar daun ganja, heroin, daun koka, sabu, extacy. Ditampilkan juga jenis bahan adiktif lainnya seperti alkohol, gambar orang sedang menghirup lem (ngelem).

Di materi penyampaian BNNK Cianjur, gambar orang (tiga orang anak-anak) sedang duduk dan tangannya memegang sesutu dan dihirup oleh hidung mereka ternyata masih ditampilkan. Padahal, menurut ketentuan UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime atau Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan) Menampilkan gambar-gambar tersebut sudah dilarang.P1220873 - Copy

Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Yappi Manafe pada acara Forum Group Disscusion (FGD) pada tanggal 14 April 2014 lalu dengan temanya “Standard Internasional Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Ilmu Pengetahuan” bahwa metode pencegahan penhalahgunaan narkoba yang terbatas pada pencetakan berbagai macam leaflet, booklet, buku, poster (yang menyeramkan) dengan materi, konten yang yang tidak tepat, serta testimoni, untuk meningkatkan dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kurang memberi dampak positif, bahkan tidak merubah perilaku seseorang. Dan hal itu sudah tidak diperbolehkan lagi.

Lalu kenapa hal ini bisa terjadi? Kenapa BNNK Cianjur masih menggunakan penyampaian materi seperti itu sementara BNN Pusat sudah jelas-jelas mengeluarkan ketetapan dan informasi terbarunya kepada khalayak umum? Apakah informasi dari BNN Pusat belum sampai ke BNN Kabupaten?

Pada sosialisasi ini juga disampaikan informasi mengenai sanksi pidana bagi pelaku kejahatan narkotika dan prekusor narkotika, yang sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009.

Pasal 133 (1) yang berbunyi: Setiap orang yang menyuruh, memberi, menjanjikan sesuatu, memberikan kesempatan, menganjurkan memberikan kemudahan, memaksa dengan ancaman, memaksa dengan kekerasan, melakukan tipu muslihat, atau membujuk anak belum cukup umur untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 111 sampai pasal 126 dan pasal 129 dipidana penjara mati atau seumur hidup, paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Denda paling sedikit Rp. 2 milyar dan paling banyak Rp. 20 milyar.

Pasal 137a berbunyi setiap orang yang menempatkan, membayarkan atau membelanjakan, menitipkan, menukarkan, menyembunyikan atau menyamarkan, menginvestasikan, menyimpan, menghibahkan, mewariskan, dan atau mentransfer uang, harta, dan benda atau aset baik dalam bentuk benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang berasal dari tindak pidana Narkotika dan atau tindak pidana prekursor Narkotika, dipidana: penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Denda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak Rp. 10 miliar.

Pasal 137b berbunyi: setiap orang yang menerima penempatan, pembayaran, atau pembelanjaan, penitipan, penukaran, penyembunyian, atau penyamaran investasi, simpanan atau transfer, hibah, waris, harta atau uang, benda atau aset baik dalam bentuk benda bergerak maupun tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang diketahuinya berasal dari tindak pidana narkotika dan atau tindak pidana prekursor narkotika, dipidana penjata paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun. Sementara dendanya paling sedikit 500 juta dan paling banyak Rp. 5 milyar.

Pasal 138 berbunyi: Setiap orang yang menghalang-halangi atau mempersulit penyidikan serta penuntutan dan pemeriksaan perkara tindak pidana narkotika dan atau tindak pidana prekursor narkotika di muka sidang pengadilan, akan dipidana penjara paling lama 7 tahun, dengan denda sebanyak maksimal Rp. 500 juta.

Pasal 143 berbunyi: Saksi yang memberi keterangan tidak benar dalam pemeriksaan perkara tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika di muka sidang pengadilan, dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dengan dendaan paling sedikit Rp. 60 juta, paling banyak Rp. 600 juta.

Pasal 107 berbunyi: Masyarakat dapat melaporkan kepada pejabat yang berwenang atau BNN jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Pasal 131 berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 111, sampai pasal 127 ayat (1), pasal 128 ayat (1) dan pasal 129 dipidana penjara paling lama 1 tahun dan dendaan paling banyak 50 juta.

Peran serta siswa dalam pengendalian program P4GN di lingkungan pendidikan

Pak Asep menjelaskan jika BNNK Cianjur tengah mencari duta anti narkoba dari kalangan siswa/pelajar. Dijelaskan Pak Asep diharapkan siswa yang berperan adalah aktivis atau simpatisan OSIS yang mengenal dan memahami penyalahgunaan narkoba. Sehingga di sekolah dia bisa membantu merencanakan dan menyusun program P4GN pada bidang PPBN dan Politik Kepemimpinan.

Dalam kegiatannya di lingkungan sekolah siswa dapat melaksanakan program diantaranya melaksanakan lomba pembuatan majalah dinding bebas narkoba; melaksanakan rutinitas penyampaian informasi bebas narkoba melalui kegiatan upacara bendera, dan kegiatan lainnya seperti melaksanakan mobilisasi bebas narkoba melalui bentuk kegiatan Jambore Bebas Narkoba dengan fokus 1. Kegiatan MOS, 2. Perkemahan jumat sabtu minggu, dan lain sebagainya.

Anak-anak kembali ribut dan saling memberikan komentar. Sepertinya mereka sudah ada yang siap menjadi duta narkoba.

“Boleh siapa saja menjadi duta narkoba ini, karena pada dasarnya setiap orang bertanggung jawab untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba,” kata Pak Asep menutup penyampaian materi.

Di akhir sosialisasi ini ada kalimat penyemangat yang disampaikan BNN kepada para siswa berbunyi: We should say : no drugs and we destroy distributors drugs. We must become a good citizen and regeneration without use drugs. Well, good luck! (Ol)

Speak Your Mind

*