Percikan Iman: Temukan Kemuliaan Nabi Dalam Dirimu

Percikan Iman: Temukan Kemuliaan Nabi Dalam Dirimu

Saya tidak pernah mendoakan mertua. Karena mertua tidak baik perlakuannya kepada saya. Yang saya doakan hanya kedua orang tua dan keluarga saya sendiri saja. Apakah boleh?

Adalah sebuah pertanyaan dari pendengar Radio Oz Bandung – 103.1 FM yang dibacakan Ustadz Aam Amiuddin. Hari ini Senin 24 April 2017 emang jadwal tetapnya Ustadz Aam jadi nara sumber di Radio OZ 103,1 FM Bandung yang disiarkan pukul 05.15-06.00 WIB. Saya yang mendengar sambil lewat dan membuka-buka jendela buru-buru memperbesar volume radio dari hape.

Senin ini bertepatn dengan libur nasional peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kami tidak kemana-mana karena semalam baru saja pulang dari Bandung. Mumpung berada di Cianjur kota, setiap nginap di rumah peninggalan almarhum mama mertua ini saya selalu mendengarkan radio dari luar kota yang dengan jelas bisa tertangkap. Kalau berada di Pagelaran Cianjur Selatan boro-boro menangkap siaran radio dari luar kota, radio lokal saja dari Sindangbarang atau Sukanagara tidak ada.

Pertanyaan terkait menantu dan mertua yang dibahas dalam acara Percikan Iman itu benar-benar menarik perhatian saya. Bukan saya saja sepertinya tapi juga semua anak atau menantu. Ya, meski ada hubungan baik antara menantu dan mertua, tapi banyak juga kan yang hubungan antara menantu dan mertuanya cukup tegang.

Yang membuat saya merasa adem, saat jawaban dari Ustadz Aam yang dikenal sebagai pribadi yang sederhana, santun dan lemah lembut juga Direktur Media Percikan Iman ini benar-benar menyejukan hati.

Ustadz Aam menegaskan kalau ditanya boleh atau tidak, boleh-boleh saja karena itu hak masing masing. Hak setiap orang mau mendoakan orang lain atau tidak, mendoakan baik atau buruk. Tapi sangat disarankan kepada siapapun hendaknya kita mendoakan yang terbaik. Termasuk kepada musuh atau orang yang membenci kita. Apalagi ini kepada mertua, orang yang seharusnya kita anggap sebagai orang tua kita sendiri.

Doakan orang yang menyakitimu. Doakan dengan doa terbaik dengan ikhlas. Tahukah ketika kita mendoakan yang tebaik untuk orang suka nyinyir, untuk orang yang suka syirik dan mendoakan yang baik-baik kepada mereka yang jahil kepada kita, akan ada malaikat yang mengaminkan doa terbaik kita itu.

“Ya Allah kabulkanlah doa (baik) yang dipanjatkan orang ini, dan semoga doa yang sama (baik) juga kembali kepadanya…” demikian malaikat mengaminkan dan mendoakan orang yang berdoa (baik) untuk sesama.

Jangan ragu mendoakan orang yang sakit untuk sembuh karena doa kesembuhan akan dipancarkan orang lain dan malaikat kepada kita. Jangan enggan mendoakan dan bersyukur atas karir atau rezeki tetangga atau rekan kerja atau saingan sekalipun. Karena akan ada banyak yang balik mendoakan untuk kemurahan rezeki dan prestasi kita. Jangan segan mendoakan anak orang lain supaya soleh/solehah, pintar, cerdas dan sehat selalu karena tanpa kita ketahui akan ada pihak lain yang ikut mendoakan seperti yang kita harapkan terhadap anak kita.

Saat kita sudah menemukan jodoh, doakan mantan kita dengan ikhlas supaya lekas menyusul dan dapat pasangan terbaiknya. Bukannya nyumpahin biar jomlo selalu. Begitu juga saat teman kita sudah punya kerja, teman sudah diangkat jadi pegawai tetap negara, sementara kita belum, jangan gigit jari apalagi mendoakan dia yang tidak baik. Justru oakan semoga pekerjaannya berkah, kalau jadi pejabat doakan supaya amanah. Insya Allah Malaikat akan kembali mendoakan kita yang berdoa baik.

Pokoknya jangan merasa rugi untuk mendoakan orang lain. Tauladan Nabi Besar Muhammad SAW salah satunya adalah memaafkan pihak yang mendholiminya. Bukan seperti jaman sekarang sedikit sedikit dibilang sara, sedikit sedikit diungkit penistaan agama. Padahal sejak jaman Nabi saja lebih dari sekedar penistaan itu sering terjadi. Bukan hanya ucapan tapi juga perbuatan.

Pernah Nabi dibuat rontok giginya karena ulah kaum yang tidak suka. Tapi apa perlakuan Sang Kekasih Allah itu? Beliau memaafkan dengan ikhlas dan menolak dengan halus tawaran Malaikat Jibril yang menawarkan bantuan untuk membalas.

Coba kalau jaman sekarang orang orangnya qonaah, amanah, tidak serakah jabatan, tidak merasa sendiri paling benar, mungkin kedamaian akan tercipta dan semakin banyak non muslim yang tergugah serta tersentuh akan kemuliaan ahlak muslim sejati seperti yang dicontohkan Nabi.

Jaman sekarang jangankan gigi dibuat rontok, mendengar kalimat plesetan saja sudah main tuduh, main lapor, dan merasa sendiri benar sehingga mencap pihak lain teramat bersalah. Hal ini membuat penilaian buruk dari luar. Alih alih menaruh simpati, yang ada justru sikap takut dan menganggap Muslim itu keras atau temperamental.

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tidak harus mewah atau mengada-ada. Tapi coba dari hal terkecil saja, teladani sikap dan ahlak Nabi. Gugel sikap baik apa saja yang dicontohkan Nabi terhadap orang atau pihak yang memusuhinya, lalu coba kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk berbuat baik dan mendoakan yang terbaik kepada pihak yang nyinyir kepada kita.

Karena kemuliaan seseorang terlihat dari kenaikan hati, akhlak dan budi pekerti.

8 thoughts on “Percikan Iman: Temukan Kemuliaan Nabi Dalam Dirimu”

  1. Adem bacanya Teh, saya sedang belajar ini untuk terus mendoakan orang yang mengecewakan kita.
    Doa memang tidak pernah sia-sia untuk diucapkan ya Teh. Nabi Muhammad memang hatinya sangat luas serta maha pemaaf.

    Reply
  2. Tulisannya jadi pengingat banget buat aku. Tau sendiri kan kadang kalau sakit hati sama orang langsung pengennya sumpah serapah doa yang buruk-buruk. Astaghfirullahaladzim…

    Reply
  3. Masyaallah Teh…..aku tuh mau posting yang ngademin gini tapi belum pede. Takut…takut salah. Tapi baca postingan ini jadi semangat untuk membagi kebaikan, pengen nyoba kapan-kapan.

    Reply

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics