Perlintasan, Penyimpanan dan Peredaran Narkoba di Cianjur

Secara tidak sengaja, dalam bus mini Parung Indah menuju ke Jakarta aku satu mobil dengan seorang polisi yang bertugas di Cianjur. Sebut saja Bang Dodi, yang hari itu mau berangkat ke Mabes Polri.

Bang Dodi yang sebelum bertugas di Cianjur pernah bertugas di Polres Depok selama 2 tahun ini bercerita kalau semalam hingga subuh ia baru saja berhasil menangkap dua orang yang menggunakan narkoba jenis shabu di daerah Ranca Goong, Cianjur.

Bang Dodi, Anggota Polres Cianjur

Bang Dodi, Anggota Polres Cianjur

Setelah menangkap tangan dua orang, dari dua orang itu didapat informasi lagi kalau mereka mendapatkan barang haram itu dari tetangganya. Karena yang dua orang itu terus berkicau, demikian Bang Dodi punya istilah untuk keterangan yang didapat dari dua orang yang tertangkap tangan ini, maka Bang Dodi langsung memburu sang tetangga sebagai sumber narkobanya.

Berhasil. Pukul enam pagi hari itu juga Bang Dodi berhasil menangkap si tetangga sebagai sumber narkoba sehingga berjumlah tiga orang pemakai narkoba berhasil diciduk. Dan pagi itu juga dia mendapat tugas dari atasannya disuruh ke Mabes Polri di Jakarta.

Dari keterangan Bang Dodi, remaja di Cianjur sudah dikhawatirkan dalam penyalahgunaan narkobanya. Kota santri yang terkenal setelah tereksposnya situs Gunung Padang yang menghebohkan ini ternyata sudah mulai terkontaminasi buruknya dampak pergaulan metropolitan dan gaya hidup remang malam. Karenanya tidak hanya para penegak hukum yang mulai diresahkan, tapi juga para orang tua anak, para tenaga pendidik di sekolah serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur.

Waspadai Peredaran Narkoba Cianjur!

Sebagaimana dikatakan Hendrik, Kepala BNN Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat diwawancarai di kantornya Kamis, 24 April 2014 lalu bahwa pihaknya memang mewaspadai sejumlah wilayah yang terindikasi rawan peredaran narkoba. Sebagai kabupaten penyangga wilayah ibukota negara dan ibukota provinsi, Cianjur memang menggiurkan menjadi lahan peredaran narkoba.

Sesuai dengan pengamatan serta penelitian, daerah rawan utamanya di wilayah-wilayah yang menjadi lokasi objek wisata yang tersebar memanjang di Cianjur bagian utara. Mulai dari daerah Cipanas, Cianjur sampai Ciranjang.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur Hendrik mengatakan hingga saat ini pihaknya memang belum memiliki peta daerah-daerah rawan peredaran narkoba di Kabupaten Cianjur. Hal itu masih dalam tahap pengerjaan mengingat BNNK Cianjur sendiri baru berdiri dan berjalan sekitar empat bulan sejak 1 Januari 2014.

“Hanya saja dari pengamatan di lapangan ada beberapa titik yang terindikasi rawan peredaran narkoba. Di antaranya di wilayah Cianjur kota, Cipanas, Ciranjang, serta wilayah-wilayah perbatasan antarkabupaten,” kata Hendrik di ruang kerjanya.

Dalam waktu dekat BNNK Cianjur akan membuat pemetaan daerah-daerah rawan peredaran narkoba dengan meminta data dan informasi dari berbagai instansi seperti Polres, Kodim, maupun instansi berwenang lainnya. Malahan pemetaan versi BNN Kabupaten Cianjur akan dilakukan hingga ke desa-desa atau kelurahan.

Meskipun demikian, Hendrik melihat, tingkat peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Cianjur ini sebetulnya tidak terlalu rawan mengingat selama ini Cianjur hanya dijadikan perlintasan.
Kalaupun beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan ditemukannya gudang penyimpanan narkoba jenis ganja dalam jumlah besar, menurut Hendrik, itu hanya dijadikan tempat penyimpanan saja.

Beberapa waktu lalu Cianjur memang pernah dihebohkan dengan penemuan ganja seberat ribuan kilo gram! Polres Cianjur bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, berhasil mengungkap penyimpanan ganja di sebuah gudang milik toko Cahaya Abadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi KM 5 Kampung Ranca Goong, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Toko yang diketahui milik Sugandi ini, baru mengontrak di tempat itu beberapa bulan saja.

Pengungkapan oleh tim gabungan ini, mengagetkan warga sekitar. Tim dari Polres Cianjur dibawa komando Kasat Narkoba, AKP Sugeng Heryadi SH, sementara tim dari Satuan Narkoba Polda Metro Jaya dipimpin Ipda Prabowo. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim gabungan berjumlah belasan personil ini mengangkut barang bukti seberat 1 ton daun terlarang ini dengan truk.

Kasus ini kemudian ditangani pengembang Satuan Narkoba Polda Metro Jaya. Pada pengungkapan ini, tim gabungan juga mengamankan Badrudin (38) pria warga Kampung Cikomara Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedang Kabupaten Lebak, Banten. Pria ini diduga menjadi kurir dari pemilik toko sekaligus pemilik 1 ton daun ganja tersebut. Ditambahkan, terungkapnya 1 ton ganja ini berawal dari tertangkapnya satu pelaku oleh tim Narkoba Polres Cianjur diwilayah hukum Polda Metro Jaya.

Diberitakan setelah tim Polres berkoordinasi dengan Polda lalu melakukan pengintaian selama sekitar dua hari hingga berakhir pada hari penangkapan keesokan harinya. Barang bukti 1 ton ganja itu dipasok melalui jalur laut dari Nangroe Aceh Darussalam.
Salah satu saksi kepada petugas dilokasi pengerebekan mengaku, gudang tersebut memang disewa, namun ia tidak tahu digunakan untuk bisnis apa.

Bang Dodi ngobrol di depan dengan Pak Sopir

Bang Dodi ngobrol di depan dengan Pak Sopir

Dari peristiwa tersebut terlihat jika Kabupaten yang terkenal dengan tauco sebagai makanan khas daerahnya di Jawa Barat sebagai penyangga ibu kota negara Jakarta dan penghubung dengan ibu kota propinsi ini, Kabupaten Cianjur merupakan wilayah strategis bagi distribusi narkoba. Bukti nyata selama tahun 2013, polisi sudah menyita 2 ton lebih ganja kering yang didapat di wilayah dengan motto Gerakan Pembangunan Masyarakat Berakhlaqul Karimah (Gerbang Marhamah) ini.

Saking berpotensinya, Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal TB Anis Angkawijaya sudah mengetahui dan mengatakannya di Cianjur, Selasa, 2 April 2013 lalu, sebagaimana dikutip dari sebuah portal berita online daerah di Cianjur.

Kapolda Jabar mengatakan kawasan Cianjur yang strategis ini menjadikan Cianjur rawan dijadikan sebagai jalur distribusi dan peredaran narkotika. Cianjur menjadi gerbang bagi masuknya narkoba ke Jakarta dan wilayah lain di Jawa Barat.

Selain itu kondisi geografis dan iklim Cianjur memungkinkan tanah di kawasan Cianjur subur ditanamai berbagai jenis tanaman narkotika dari ganja hingga daun khat. Masyarakatnya yang terbuka menjadikan jaringan narkoba dengan mudah memanfaatkannya.

Diakui wakil Kapolda Jabar ini bahwa untuk pengawasan wilayah dan penanaman berbagai tanaman terutama jenis daun khat pihak Kapolda Jabar telah bekerjasama dengan BNN. Saling bertukar informasi mengenai berbagai tanaman yang membahayakan jenis baru ini untuk mengantisipasi sejak dini maraknya tanaman terlarang yang banyak ditanam warga Cianjur dan sekitarnya.

Koordinasi berupa transfer berbagai tanaman psikotrika ini juga sebagai sarana menambah wawasan anggota Polda Jabar. Kedepannya anggota yang bertugas di lapangan bisa memberitahu kepada masyarakat mengenai berbagai tanaman berbahaya dan dilarang ditanam karena termasuk jenis narkotika.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik

Dalam kasus maraknya tanaman teh khat yang menjerat presenter kondang Rafi Ahmad masyarakat Cianjur memang banyak yang tidak tahu. Dalam operasinya beberapa waktu lalu BNN memusnahkan ribuan batang pohon yang ditanam masyarakat di kawasan Puncak hingga Cianjur.

Hadi Dzikri, seorang tokoh masyarakat dari Yayasan Amerta yang bergerak dibidang lingkungan dan kemasyarakatan, mensinyalir masih banyak tanaman ini yang belum dimusnahkan karena berada di pelosok lembah-lembah yang membentang di Cianjur.

Sosialisasi penting agar masyarakat tidak terjebak oleh ketidaktahuan. Karena tidak tahu mereka rentan dikriminalisasikan. Selain itu sosialisasi untuk memacu kesadaran untuk melaporkan dan memusnahkan berbagai jenis tanaman yang dilarang saat menemukannya.
Menyikapi mulai masuknya berbagai jenis narkoba di Cianjur ini, BNNK Cianjur juga telah mengagendakan tes urine bagi PNS maupun CPNS di lingkungan Pemkab Cianjur pada awal tahun 2014.

Kepala BNNK Cianjur mengatakan, upaya menanggulangi narkoba satu di antaranya dilakukan dengan gencar melakukan razia ke sejumlah tempat-tempat hiburan. Dan kegiatan itu sudah diintensifkan sejak terbentuknya BNN Kabupaten Cianjur sekitar Nopember tahun 2013.

Berbagai program penanggulangan narkoba bidikannya dengan melakukan sosialisasi sekolah-sekolah, kalangan PNS di lingkungan Pemkab Cianjur, termasuk BUMN/BUMD dan melakukan tes urine bagi kalangan PNS di tiap OPD (organisasi perangkat daerah).

Misi BNN yang ingin menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba, menurut Kepala BNNK Cianjur harus dimulai dengan menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar. Sudah terdata sebanyak 42 sekolah setingkat SMA dan SMK yang nantinya akan dikunjungi untuk melakukan sosialisasi.

BNNK Cianjur juga membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin direhabilitasi narkoba. BNNK Cianjur akan memfasilitasi. Dan rehabilitasi ini diperuntukkan bagi pengguna yang sudah betul-betul kecanduan.

Sedangkan bagi masyarakat umum, BNNK Cianjur gencar melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan. Pihaknya langsung melakukan tes urine di tempat tersebut. Jika ada yang kedapatan memakai narkoba, jajaran BNN Kabupaten Cianjur akan mengupayakan rehabilitasi.

Kantor BNNK Cianjur

Kantor BNNK Cianjur

Gencarnya razia narkoba yang dilakukan pihaknya di Kabupaten Cianjur tidak terlepas dari peredarannya yang dinilai lumayan tinggi. Namun di Cianjur sendiri hanya sebagai perlintasan saja dari wilayah Bogor maupun Purwakarta. Meski tidak menutup kemungkinan peredaran itu sudah meluas ke pelosok di wilayah Cianjur Selatan. Apalagi Cianjur merupakan daerah wisata. Kewaspadaan pemantauan dilakukan BNNK Cianjur secara komprehensif hampir di semua tempat.

Meskipun mengendus cukup tingginya peredaran narkoba di Cianjur, namun Kepala BNNK Cianjur belum bisa memastikan jenis narkoba yang banyak dikonsumsi pemakai. Setiap kali digelar razia, BNNK Cianjur pasti selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian maupun TNI. Termasuk juga dengan BNN pusat dan provinsi, karena program kerja di tahun 2013 BNNK Cianjur masih menginduk pada provinsi dan pusat. (Ol)

Speak Your Mind

*