Pesan untuk Blogger yang Tidak Membalas Komentar

Pesan untuk Blogger yang Tidak Membalas Komentar

PesanUntukBloggeryangTidakPernahBalasKomentarrketing

: Jadi Nama Komentator Blog Bisa Diklik ya?

Obrolan ringan saya dan seorang blogger sudah memberikan pelajaran, setidaknya buat saya pribadi. Lebih luasnya lagi pelajarannya bisa jadi ilmu buat semua yang punya blog, dan buat mereka yang (sepertinya) tidak pernah (membalas) berkunjung balik ke blogger yang berkomentar di bognya.

Obrolan ini tidak sengaja. Melalui sebuah percakapan.

“Mbak, minta alamat blognya, dong!” katanya padaku.

Sebelum membalas percakapan, saya klik dulu nama akunnya. Dan keluarlah profil Mbak ini. Hei, ternyata Mbak ini blogger juga, pikir saya ketika membaca beberapa postingan blog pribadinya yang ia bagikan di dinding akunnya.

Hei! Saya ingat. Ternyata hari itu saya juga sudah berkunjung ke blognya. Bahkan saya yakin sudah berkali-kali mengunjungi blognya itu. Meninggalkan jejak dengan ikut mengomentari postingannya, karena tulisannya memang bagus-bagus dan memberikan pelajaran khususnya buat saya sendiri.

Jadi kenapa Mbak ini minta alamat blog saya?

“Buat apa Mbak? Hehehe… Blog saya mah blog cetek. Malu tulisannya juga cuma curhat dan narsis,” jawab saya. Kembali ke halaman percakapan dengan Si Mbak.

Tak berapa lama dia membalas.

“Ah, jangan begitu. Tulisannya pasti bagus.”

“Ya silahkan kalau mau lihat blog saya, tapi maaf ya kalau isinya gak bermutu,” tegas saya.

“Iya, makanya mana dong minta linknya.” Katanya kembali ke pertanyaan awal.

Saya tentu saja sedikit heran. Saya sudah sering berkunjung ke blog Si Mbak. Meninggalkan komentar dan tentu saja sekaligus meninggalkan link website alias blog. Kenapa minta URL blog saya lagi?”

“Buat apa, Mbak?” tanya saya. Saya pikir Si Mbak ini bercanda.

“Mbak kan sudah sering berkomentar di tulisan saya. Saya mau dong balas berkomentar juga di blognya Mbak.”

Saya makin heran. Apakah Si Mbak ini bercanda? Masa mau berkomentar balik di tulisan saya saja harus dikasih infonya? Bukannya tinggal klik nama saya di komentar yang saya tinggalkan? Iya kan, klik nama saya kan sudah langsung akan dibawa ke blog saya secara umum, atau tulisan (blogpost) saya secara spesifiknya. Tergantung link apa yang saya bubuhkan pada saat saya berkomentar.

Eh! Jangan-jangan Mbak ini memang benar-benar tidak tahu? Kalau benar tahu, masa dia bertanya? Jika tahu saya yakin dia sudah membalas berkunjung ke blog saya. Meski tidak meninggalkan jejak komentar, ya paling tidak untuk membaca atau mengintip blog saya. Jadi benar Mbak ini tidak tahu caranya?

Saya jadi ngobrol sendiri dalam hati. Bergantian antara pertanyaan dan tebak-tebakan. Beberapa saat melupakan percakapan dengan Si Mbak.

“Kalau tidak mau kasih ya tidak apa-apa…” tulis Si Mbak kemudian. Mungkin dia gak bisa menunggu lama.

“Maaf, Mbak memang tidak tahu atau bagaimana?” Saya makin penasaran.

“Maksudnya apa?”

“Mbak benar mau mengunjungi blog saya?”

“Ya ampun. Mbak tidak percaya? Iya Mbak, saya kan malu juga. Mbak sering berkomentar di setiap tulisan saya. Sementara saya sekali pun belum pernah berkunjung balik ke tulisan Mbak. Membalas komentar Mbak.” Katanya lebih jelas.

“Mbak kan tinggal klik nama saya di komentar saya yang ada di tulisan Mbak.”

“Maksudnya bagaimana?” Si Mbak balik bertanya.

“Iya, kenapa harus tanya dulu? Kalau mau berkunjung balik, kan tinggal klik nama saya, nanti langsung membuka ke tujuan blog atau tulisan saya.”

“Emang bisa ya Mbak? Caranya bagaimana?”

Oh! Ternyata Mbak ini benar-benar tidak tahu! Kali ini saya percaya. Ya, percaya jika ada blogger yang belum tahu kalau mau membalas komentar blogger lain, tinggal klik namanya, dan kita langsung diarahkan ke tulisan si blogger itu. Percaya karena Mbak ini salah satu bloggernya. Jika Mbak ini sudah tahu, saya yakin Mbak ini sudah berkali-kali pula berkunjung balik ke tulisan saya, sebanyak saya sudah berkunjung dan berkomentar pula di blognya.

Menggunakan capture tulisannya yang sudah saya komentari, saya tunjukkan mana nama saya yang haus diklik biar bisa dibawa langsung ke blog atau tulisan yang saya tuliskan.

“Oh, jadi begitu caranya ya Mbak? Wah, makasih ya. Selama ini saya memang tidaka tahu. Sekali lagi terimakasih. Ini ilmu baru buat saya.”

“Sama-sama, Mbak .”  Balas saya singkat dan lega.

Setelah meninggalkan percakapan, saya menarik nafas. Teringat saya juga dulu saat masih belajar ngeblog di Multiply pernah begitu. Belum tahu kalau nama pengunjung bisa kita klik dan itu adalah jalan mudah untuk kita berkunjung balik ke blog yang mengunjungi blog kita. Dulu juga mungkin saya dikira pelit gara-gara setiap ada yang berkomentar di tulisan saya, tidak pernah saya kunjungi komentar balik.

Padahal, bagaimana mau berkomentar balik kalau nama si komentator tulisan itu bisa diklik saja tidak tahu?

Kini saya senyum-senyum sendiri. Selain saya ternyata ada juga blogger yang mengalami hal itu. Apakah di luar sana masih ada blogger yang demikian? Sepertinya blogger yang jarang berkunjung dan berkomentar balik kepada pengunjung dan komentator blognya wajib dicurigai. Jangan-jangan blogger tersebut juga tidak berkunjung balik atau tidak berkomentar balik itu memang belum tahu caranya. Bukan karena sibuk atau malas.

Tidak usah malu, atau tidak usah mengakui, karena dengan pengalaman Si Mbak dan kisah saya ini sudah jadi berupa informasi kalau nama pengunjung bisa kita klik, bisa membawa kita ke link baru, dan itu jadi jalan mudah kita bisa membalas komentar para pengunjung blog kita.

Jika merasa ini bermanfaat, tolong bilang supaya blogger sebelah yang tidak pernah membalas komentar-komentar (karena tidak tahu caranya) kini jadi tahu dan mengerti.

Comments

  1. Ternyata oh ternyata 🙂
    Kalau nggak baca tuntas, aku juga heran kok ada yang gitu ya, hihihihi
    Tetap ya kita harus berpikir positif 🙂

  2. Terkadang juga saking padatnya jadwal ngeblog/kegiatan lain, Mbak. Jadwal berderet dari jam ke jam dan hari ke hari. Hehe
    Apalagi yang 1 artikel udah bejibun komennya. BW-nya random mungkin, ya 😀

  3. Mba, aku baru tahu ada yang begini. Ya ampun… kadang ada sih yang pakai ID google, jadi ngga langsung nyambung ke blognya. Tapi itu pun pasti bisa cari nama blog si pengunjung dari G+ profilenya. Hehe. Kita tidak boleh berburuk sangka ya.

  4. apa susahnya membalas komentar ya Teh Okti 🙂
    bisa menjadi ajang silaturahmi juga

    • tetehokti says:

      Salah satu alasanya ya mungkin karena tidak tahu caranya itu, Pak.
      Kini tugas Pak Agung juga, yang sudah mahir di dunia perbloggingan untuk kembali share informasi dan ilmunya

  5. Terima kasih atas sharing pengalaman yang memberikan pelajaran berharga ini.

    • tetehokti says:

      Saya sekedar ngisi blogpost dan saya pikir ini pengalaman bagus buat saya terimakasih jika bermanfaat Bu

  6. kalo saya sih masih ga ngerti-ngerti dengan link dofollow, unfollow.. syedih :((((

    • tetehokti says:

      Maksudnya link dofollof sama nofollow ya Mbak? Bisa digoogling kok Mbak. Ada penjelasan dari para blogger yg dibuat artikel.

      Yang pasti saya bolak yang mau titip link dofollow di blog apalagi kalo murah banget…

  7. Kalo aku maklum2 aja mba klo komen ku ga dibalas atau pun ga di kun-bal. Apa lagi kalo blog yg aku komenin itu punya ratusan komen di blognya.. jd ya ga sempat juga dia kaleee.. intinya positive thinking aja mba 🙂

  8. Tulisan bertema blogger, blog, perilaku blogging memang selalu ramai ya. menurutku begitu. dan biasanya ada yg pro ada pula yg kontra. ada juga yg belum membaca lengkap sudah melempar komen kontra. tapi anehnya mba, menurutku, hanya orang2 tertentu yang “seakan” boleh menuliskan sesuatu berbau kritikan akan perilaku blogger. misal nih, ada orang “biasa” nulis uneg2nya tentang ngeblog, misal pengen dikomen, pengen dibalesi komen, kunbal bla bla – intinya tentang ekspekasi ngeblog, eh langsung “dihajar” massa. Begitu yang nulis blogger “kondang” semua manggut2 tanda setuju. padahal bisa jadi si blogger kondang tsb juga menuliskan hal yang sama uneg2nya, atau kritikan, atau yg lain. Ibaratnya kalau belum kondang gak boleh nulis2 tentang harapan akan blogging, harus ikhitiar lebih keras lagi bla bla….

    mba, mungkin komen ini OOT, gpp ya… tapi aq baca dg tuntas kok, aq setuju apa2 mesti positif thinking, termasuk ketika komen kita gak pernah ditanggapi meski sudah komen bolak balik di postingan orang.

  9. Wah.. aku baru tahu.
    Berlaku untuk yang di kolom komentarnya disediain kolom untuk mencantumkan link web pribadi bukan Mak?

    • tetehokti says:

      Buat yang ada kolom, juga buat yang Name dan URL. Kalo yang google plus kan tinggal lihat di update nya juga. Biasa kan dishare juga di google plus…

  10. Waaahh, ternyata ada ya yang kayak begitu. Baru dengar. Tapi setau saya banyak yang minta dibuatin blog, mereka tinggal nulis aja. Mungkin karena gak belajar dari awal ada hal2 kecil yang terlewati. Tulisan yang menarik…

    • tetehokti says:

      Nah itu bisa jadi penyebabnya, Mas. Serba instan. Jadi bloggernya karena ikit2an, tidak merangkak dari nol dulu

  11. Nah iya sih ga boleh berburuk sangka. Kali aja kann ga semua blogger tau. Kalo saya sih mbak, sebisa mungkin ngunjungin balik, apalagi kalo orang tsb ninggalin alamat blognya 😀

    • tetehokti says:

      Iya Mbak. Jadi ternaya memang ada blogger yg belum tahu. Ini bisa jadi kewajiban untuk yang tahu supaya bisa mengedukasi sesama blogger

      Hal kecil, tapi kan ya malu juga

  12. Menyimak, banyak pelajaran yang bisa diambil 🙂

  13. Saya dulu juga ggmudheng loh mbak…. hehehe

    • tetehokti says:

      Sekarang udah mahir kan ya? Hehe…
      Tugas nya sekarang berbagi apa yang bisa kepada blogger yang blm tahu, Mbak

  14. Barusan ada yang coment di blog saya, saya klik namanya. Terus muncul profil ybs. Saya cari-cari artikel ybs mau balas coment tapi gak ketemu. Nah kalo itu gimana mbak ?

    • tetehokti says:

      Tinggal masuk ke blognya aja Mbak. Mungkin tidak memberi URL postingan, jadi secara umum menggunakan blog atau email

  15. Satu alasan lagi utk berpikir positif klo ada yg gak BW balik hahaha
    makasih tulisannya mbak :))

    • tetehokti says:

      Ayo kita bantu biar lebih banyak yang tahu dan semakin lancar saling balas komentar dengan mudah

  16. Ooowwhh… baru tau saya… *mringis
    Maklum…
    Makasih ya mak.

  17. ternyata masih ada yang engga tau ya mba, tak kira pemain blog kalau udah punya blog hal kecil kaya komentar doang pasti udah tau, ternyata engga juga :’D

    • tetehokti says:

      Saya juga heran dan kaget Mbak.
      Mungkin itu akibat dari fenomena jadi blog karena ikut2an, biar kekinian. Jadi beli blog yang siap pakai gitu, tanpa tahu cara dari nol nya

  18. aihhh .. mungkin banyak komentar mbak, jadi sibuk belum sempet bales hehehe

    • tetehokti says:

      Nah, ini ketahuan tidak baca semua tulisan saya nih. Kok komennya gak nyambung?

      Mbak yang saya ceritakan kan udah jelas mengaku kalau dia ga bisa atau ga tau gimana caranya membalas komentar saya…

  19. saya percaya masih ada yg senasib dengan tokoh diatas, karena ada yg ngeblog ya bermaksud nulis aja..nulis saja… bahkan istilah bewe pun tak tahu

  20. Tapi sekarang beberapa blog WP ada yang namanya tidak bisa di klik teh, kayak punyanya pakdhe Cholik 🙂

    Akhir2 ini saya jarang BW karena sibuk banget, dan efeknya Alexa gemuk (lagi) 🙁

  21. Hihi, betul banget tuh. Tetap positif thinking aja deh. Mungkin dia sibuk, atau rada gatek dsb. Tapi gak semua orang bisa bijaksana seperti ini. Kalo saya, minimal dibalas pesannya, entah hanya bilang ‘iya’ saja sudah merasa dianggap ada. 😀 jadi kalo mau komen lagi nggak rikuh lagi. terlepas apa dia mau kunjung balik atau enggak.

    Cuman terkadang, jadi agak segan kalo kita sering komen tapi nggak pernah ditanggepi. Padahal artikelnya bagus2.

    Ya, karena tahu rasanya komen nggak ditanggapi itu kayak gimana, minimal kita usahakan untuk menghargai mereka yang komen ke blogpost kita dengan membalas komen atau bahkan berkunjung balik. 🙂

  22. Saya belajar berbaik sangka saja. Mungkin lg gak ada sinyal, sibuk atau apalah.

    • tetehokti says:

      Beliau dalam postingan yang saya buat ini memang bilang tidak tahu caranya, jadi bukan karena sibuk atau ga ada sinyal 😉

  23. saya kira mbak, ya itulah ilmu bisa didapatkan dari manapun 🙂

    • tetehokti says:

      saya pernah begitu, dulu tapi,saat masih belajar dan ngeblognya di Multipy
      alhamdulillah, sekarang sedikit demi sedikit bisa terus belajar dan memperbaiki 🙂

  24. Wahhh begitu rupanya.
    Iyak sik, beberapa penulis biasanya taunya nulis aja di blog tp krg bgtu paham fitur2x lainnya :>

  25. Kalau versi mobile, aku bisa klik tulisan reply dan membalas komentar blogger di postingan ku. Tapi kalau via full site aku balas komentar nya manual mba hehehe. Tapi pastinya blogwalking balik donk ^.^

  26. ada juga memang blogger blogger tertentu yang sudah ngasi disclaimer kalau beliau hanya akan comment balik apabila postingan kita menarik, tapi dia tetap blogwalking. kalau sudah begini ya berbesar hati saja, toh kita comment bukan untuk dibalas melainkan karena kitapun suka artikelnya dan sudah membaca. yang penting kan silaturahminya hehehe.

  27. Masih banyak yang nggak tahu kayak gitu, teh. Bisa jadi karena ngeblog hanya sebatas nulis aja, tanpa mikirin teknis yang lainnya, hehe. bahkan ada yang ga ngerti gimana cara ganti template, bikin tulisan lebih rapi dengan menjeda paragraf, dll. 😀 ya, PR besar buat yang baru belajar, hehe.

  28. Huahaha, dulu pun saya begitu, mau berkunjung balik, tapi bingung gimana caranya. Cuma waktu itu aku diam aja gak nanya-nanya, karena malu

  29. Saya tidak tauuuuu…. Hahaha. Baru tau pas baca tulusan mba ini. Watiiirrr yaaa. Wkwkwk. Dipi mau cobain segera di blog dipi. Ok. Mkasih yaaa

  30. mau komen oot ah… dari komen-komennya ketauan mana yang baca sampe habis mana yang nggak hehehe…

Speak Your Mind

*