[Resensi] Seberapa Berani Anda Membela Islam? Karya Na’im Yusuf

[Resensi] Seberapa Berani Anda Membela Islam? Karya Na’im Yusuf

Cover buku

Cover buku

Motivasi pembuka buku

Motivasi pembuka buku

Tarikan nafas panjang menjadi tanda betapa leganya hati saya telah akhirnya bisa menamatkan buku “Seberapa Berani Anda Membela Islam” karya Na’im Yusuf selama hampir satu bulan lamanya.

Termasuk lambat memang membaca satu buku dengan ketebalan yang standar ini, baru bisa selesai setelah hampir satu bulan lamanya. Bukan karena saya malas membaca, tapi bagi saya perlu waktu yang cukup untuk memahami akan apa yang disampaikan penulis. Satu halaman tidak cukup sekali baca lalu lanjut, melainkan harus diresapi, dirasakan makna serta kebenarannya, dan berkali-kali saya baca ulang.

Tidak mudah memang membuat resensi untuk sebuah buku dengan tema ajaran Islam, apalagi melihat situasi dan kondisi dalam negeri saat ini yang sedang panas-panasnya oleh isu negatif baik terkait pilkada, maupun terkait jaringan teroris. Salah-salah menyampaikan, jika terjadi kesalah pahaman, bisa-bisa orang akan mengira kita membuat resensi dari buku islami ini ada kaitannya dengan aksi bela Islam atau aksi lainnya terkait kasus yang ramai dibicarakan publik saat ini yang sudah banyak menyedot perhatian publik.

Terlepas dari itu semua, sebagai pembelajar dan pembaca yang senang dengan adanya pemahaman serta wawasan baru, perlu disampaikan jika saya membaca dan membuat resensi ini murni atas sudut pandang saya sendiri. Kalaupun ilmu yang dibaca dalam buku ini bisa sedikit saya kupas, kebenarannya hanyalah dari Allah SWT, dan apabila ada salah penyampaian itu karena keteledoran saya.

Sebagai orang Islam, kita pasti punya rasa takut. Takut akan perbuatan dosa, takut akan kekeliruan yang dilakukan, sampai takut salah dalam melangkah atau mengambil keputusan. Ketakutan wajar ada pada diri manusia. Hanya seharusnya takut itu harus kalah jika kita berhadapan dengan permasalahan menegakkan kebenaran. Dalam buku setebal 288 halaman + xiv dijelaskan bahwa keberanian yang sesungguhnya adalah keberanian yang timbul karena kuatnya hati dan tetapnya jiwa untuk menempuh tujuan. Mencapai tujuan berupa kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat.

hashtag-3

Keberanian untuk melakukan ibadah, amal soleh, dakwah dan sabar dalam berjuang di jalan Allah mungkin hanya dapat dilakukan oleh orang terpilih sebagaimana yang dialami Nabi, Rasul dan para sahabat Nabi lainnya. Lalu bagaimana dengan manusia biasa seperti kita? Dalam buku ini dikupas hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan –sebagai manusia biasa– untuk meneladani bagaimana keberanian para nabi, serta generasi as-Salaf-as-Shalih dalam menempatkan keberanian berdakwah, berjuang, dan membela Islam.

Membuka halaman demi halaman buku yang diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka ini kita dibawa untuk mengenal seperti apa ciri-ciri para pemberani di jaman kekinian. Penasaran kan apakah pada diri kita yang bisa dibilang tidak bisa lepas dari gadget ini apakah masih ada menyimpan ciri-ciri sifat atau karakter pemberani?

Jangan cemas, andai kita masih merasa jauh dari kata berani, khususnya dalam membela agama, dalam buku karya penulis yang sudah melahirkan puluhan karya lainnya ini dijelaskan juga bagaimana cara supaya kita menjadi pemberani dan tantangan apa yang harus dihadapi. Dengan menghayati setiap kalimat dan kutipan serta sejarah pembuktian, diharapkan pembaca akan dituntun untuk menjadi generasi Muslim. Setelah menyadari diri sebagai Muslim maka akan timbul keberanian untuk menegakkan kebenaran dan membela Islam dengan tujuan hanya menginginkan ridha Sang Pencipta.

Dijelaskan dalam buku ini, berani untuk membela agama bukan hanya bagi kaum laki-laki. Meski Islam sangat membutuhkan laki-laki yang dibentuk melalui Tangan Rasulullah SAW, yaitu yang berlomba memberi pertolongan, menjauhi sifat tamak, tidak terbujuk rayuan, tidak takut ancaman, tidak sombong, dan tidak menyerah jika kalah (halaman 14). Lihat bukankah semua itu bisa dilakukan kaum wanita juga?

hashtag-4

Karakter pemberani yang disebut dalam buku ini ada 13, diantaranya mencintai mesjid, mengajak ke jalan Allah, sungguh-sungguh,aktif, tanggungjawab, cita-cita tinggi, mulia dan terhormat, berani karena benar, sabar, jujur, tepat janji, dan tidak putus asa. Dari semua karakter itu dalam buku dikupas tuntas bagaimana contoh yang telah dilakukan orang pilihan dan sahabatnya, serta tidak lupa menjelaskan hal apa yang bisa kita contoh untuk jadi pemberani di jaman sekarang ini.

Seperti dikutip dari kata penutupnya, setelah membaca buku ini bisa disimpulkan bahwasanya tidak ada kata lengah untuk umat Islam, karena usaha baik besar maupun kecil, jelas atau tak tampak, yang dimunculkan musuh itu nyata adanya. Karenanya Muslim harus sadar dan segera menguatkan hubungan dengan pencipta, dengan sesama mahluk sehingga kemuliaan dan kehormatan kembali kepada agama Islam.

Secara kasat mata, bisa dibilang tidak ada cacat dalam buku yang dicetak pertama kali pada Mei 2016 ini. Nyaris tidak ada ditemukan salah tulis (typo) Kalaupun ada sedikit kekurangan, bukan pada tata letak atau keselarasan warna pada buku yang berukuran 145×210 mm ini, melainkan tidak adanya pembatas buku. Biasanya buku keluaran baru selalu disertai pembatas buku yang gunanya bukan hanya untuk menjadi penanda sampai mana kita membaca buku, tetapi juga sebagai ciri khas untuk properti foto. Bukan lebay, tapi buat saya adanya pembatas buku yang sekaligus menandakan identitas buku ini sendiri sangat cocok untuk menjadi tanda kalau kita mendapatkan buku dalam kondisi baru. Masih segel.

hashtag-2

Akhir kata shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga kita menjadi bagian orang yang berani membela agama Allah.

Comments

  1. Buku yang menarik sepertinya… Jadi penasaran dengan isi lengkapnya.

  2. Wuihh..udah jadi aja nih mbak resensinya. Saya masih on process euy~

  3. Halaman bukunya beda2 yaa mbak, halaman buku ku hanya sampai 274

    • Saya lihat di daftar cetak bukunya aja, mungkin termasuk cover. Sama sih di buku yang saya punya juga halaman akhir sampai 274 sih πŸ™‚

  4. Buku yang menarik sepertinya, pas untuk bacaan di tengah panasnya berbagai macam isu belakangan ini.

  5. Amiin…

    Jadi penasaran isi buku semuanya Teh, kayanya adem ya bacanya.

  6. Aku kayaknya gk akan sanggup baca buku yg seserius ini mba. Bacaan ringan aja sukanya.

  7. Aku belum selesai baca heheh, apik resensinya.

  8. Lengkap sepertinya isi dari bukunya. Jadi merasa tertohok ketika disebutkan bahwa perempuan pun jiga bisa membela islam dengan cara mengamalkan perbuatan2 baik

  9. Teteh okthi, aku senang membaca buku ini karena menambah pengetahuan ku tentang nilai nilai islami . Tq resensinya teh

  10. Bagus mbak,menammpakan sisi baik islam bagi orang yang belum terlalu paham tentang agama ini. Jadi penasaran ma bukunya.

  11. Saya juga kalau baca buku, suka lamaaa. Diulang-ulang di kata-kata yang bagus dan menginspirasi. Baca resensinya Teteh, jadi pengen baca juga. πŸ™‚

  12. penasaran dengan bukunya

  13. Terimakasih referensi nya

Speak Your Mind

*