Secanggih Apapun Perlengkapan Ngeblog, Tetap Kurang Sebelum Ada Satu Ini…

Secanggih Apapun Perlengkapan Ngeblog, Tetap Kurang Sebelum Ada Satu Ini…

perlengkapan

Teringat pertama belajar ngeblog saat masih di Taiwan, kala itu menggunakan platform Multiply yang akhirnya harus dikubur untuk selama-lamanya. Bermodalkan hape dan internet gratisan, jadi jugalah sebuah blog sederhana hidupuntukberkaya.multiply.com

Semakin banyak menjelajah dunia maya, berkenalan dengan blogger-blogger Multiply yang berpengalaman di bidangnya semakin bertambah pula wawasan saya. Modal nol seputar ngeblog dan pernak-perniknya lambat laun bertambah dan bisa memahami hal-hal yang sebelumnya teramat asing di kepala saya.

Bersyukur banyak teman-teman yang kenal lewat dunia maya namun banyak memberikan pelajaran tentang itu semua. Tentang theme, Kode CSS, sampai cara ngambil gambar dan menyimpannya! Subhanalloh, semoga jadi amalan baik untuk teman-teman yang tidak bisa saya sebut namanya itu, atas jasanya mengajarkan ilmu kepada saya, sehingga saya bisa terus mengamalkannya hingga detik ini.

Semakin lama semakin keranjingan dengan menulis di blog sendiri. Berbekal kesenangan menulis dan membaca sejak kecil maka ngeblog jadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Raca capek setelah bekerja lupa manakala sudah membuka akun blog dan siap menuangkan ide di kepala. Tak peduli lagi ngantri, tak peduli lagi dalam perjalanan, termasuk waktu tidur yang minim pun selalu dikorbankan supaya bisa online ngeblog. Niat ngeblog yang teramat kuat ini mampu mengalahkan keterbatasan waktu, alat dan kesempatan!

Karena merasa perlu maka perlengkapan ngeblog mulai dibenahi. Komputer, langganan internet, sampai gabung di komunitas dan group blogger semua dijalani demi bisa melancarkan jalannya menulis di blog.

Kembali ke tanah air, kondisi serta situasi berubah drastis. Komputer ada tapi internetnya byar pet, berasa mahal pula tarif yang bisa diakses dari kampung jauh menggapai sinyal. Ide di kepala setiap harinya numpuk tapi sayang rasa malas mengalahkan semua itu.

Dua tahun belakangan ini, ngeblog semakin buming. Tidak hanya sekedar menyalurkan hobi, tapi juga bisa dijadikan sebagai profesi di mana dari ngeblog itu kita bisa mendapatkan fee dan pemasukan. Baik berupa nominal uang atau barang dan jasa dari klien. Agen-agen selaku distributor antara blogger dan pihak pengguna pun tumbuh subur bak jamur di musim hujan.

Orang berlomba membuat blog instan, malah ada yang membayar orang lagi untuk dipekerjakan sebagai pengisi konten dalam blognya. Sementara si empunya blog sama sekali tidak tahu bagaimana cara mengisi blognya sendiri karena sejak awal sudah membayar mengandalkan orang untuk menghidupkan blognya itu.

Bertepatan dengan semakin banyak group dan komunitas ngeblog yang banyak membantu memberikan ilmu serta pelatihan bagaimana menjadi blogger yang baik, perlengkapan ngeblog pun tidak lagi hanya menulis dan menyertakan foto penunjang. Merambah juga ke dunia video dan memunculkan istilah viloger.

Wes, peralatan tukang ngeblog saat ini tak kalah dari para jurnalis dech, bahkan ada yang mengalahkan jurnalis itu sendiri lho! Kalau jurnalis memang pekerjaan dan bekerja berdasar aturan kantor tapi kalau blogger kan menulis karena passion, sampingan, dan untuk kehidupan yang lebih fun. Tak heran jika rela mengeluarkan tabungan demi bisa punya perlengkapan ngeblog  yang kekinian banget.

Asyik pastinya jika memiliki perlengkapan ngeblog yang super lengkap dan penting sehingga aktivitas ngeblog tak lagi kekurangan bahan atau alat. Gadget dan internet bisa dibilang sebagai perlengkapan maha penting untuk ngeblog.

Namun dari semua perlengkapan penting itu, tetap tidak ada artinya bila belum ada niat. Jadi selain gadget dan koneksi internet, niat juga jadi faktor yang tidak kalah maha penting bagi seorang blogger.

Comments

  1. Ceritanya mantap, pengalaman ngeblog yg seru dan menyenangkan. Saya pun pernah merasakan hal itu, seru memang. Terimakasih sudah berbagi kisahnya. Salam blogger

Speak Your Mind

*