Seperempat Windu Usia Anak: Saat Detik Golden Age Akan Berakhir?

Kamis 3 September 2015 ini, Muhammad Fahmi Nurul Hilmi Kurniawan, putra pertama kami berusia 30 bulan alias 2,5 tahun. Tidak terasa, sepertinya baru kemarin masih menimang dan menggendongnya. Kini sudah berlarian sendiri, tak jarang apa-apa juga (mencobba) melakukannya sediri pula. Untuk ibu muda (maksudnya pertama punya anak) seperti saya tentunya masih banyak hal yang terasa begitu berkesan dan seolah tidak mempercayai akan berlalunya waktu secara begitu saja.

Semoga Fahmi tetap sehat ceria dan jadi anak soleh dan pintar ya, Nak :) amin...

Semoga Fahmi tetap sehat ceria dan jadi anak soleh dan pintar ya, Nak 🙂 amin…

Banyak hal-hal baru yang kami temukan hari demi hari dari perkembangan dan pertumbuhan Fahmi. Entah itu dari tingkahlakunya, kosakata bahasanya, gaya bicara, pemahaman serta pemikirannya, sampai kepada sifat simpati dan empati kepada orang lain, termasuk kepada binatang dan tumbuhan.

Banyak orang bilang (berpendapat) jika setiap orangtua hendaknya tidak melewatkan begitu saja masa-masa golden age seorang anak. Kini kami merasakan hal itu sendiri. Sudah dua setengah tahun usia Fahmi, berarti kira-kira tinggal berapa saat lagi masa golden age Fahmi tersisa?

Duh! rasanya jika berkehendak, inginnya masa ini jangan sampai berlalu. Masih ingin terus menyaksikan kelucuannya, masa Fahmi merengeknya, mempermainkan lidah dengan menjulur-julurkannya, dan masih banyak kelakuan-kelakuan Fahmi pada masa batita yang rasanya tidak ingin berlalu begitu saja.

Tapi di sisi lain tentu saja sebagai orangtua kami pun ingin anak kami berkembang dan tumbuh sahat sewajarnya. Tidak mungkin Fahmi tidak melewai fase itu demi bisa terus tumbuh besar hingga dewasa kelak. Bukankah setiap manusia pasti akan melewati masa-masa itu?

Sebagai orangtua kami hanya bisa berusaha untuk memberikan apapun yang terbaik buat anak. Disamping doa serta harapan, semoga Fahmi terus tumbuh sehat, cerdas, pintar, soleh, dan bisa membanggakan orangtua, keluarga dan masyarakat umumnya.

Amin.

Speak Your Mind

*