Suka Duka Blogger Hadiri Pesta Peluncuran Mozilla Firefox Teranyar!

tiket
Tubuh tambun namun sangat ramah itu membuka acara Pesta Peluncuran Firefox Teranyar di Indonesia. “Karena ini namanya pesta, maka semua yang hadir di acara ini harus bergembira!” Ucapnya penuh semangat kepada seluruh peserta yang telah hadir di acara.

Dialah Gia, pembawa cara Pesta Peluncuran Firefox Teranyar di Indonesia, yang bertempat di Blitzmegaplex, Bekasi Cyber Park 3rd Fl, Jl. KH. Noer Alie no 177, Bekasi.register

Diawali dengan permintaannya bertepuk tangan yang meriah, selanjutnya Gia memanggil (memperkenalkan) nama-nama komunitas yang hadir di acara malam itu. Beberapa peserta ditanyainya mengenai seputar browser Mozilla, Firefox, dan seputar browser yang dipakai peserta.

Sempat diumumkan ada lomba live tweet yang berhadiah cukup menarik. Caranya ngetweet acara pesta peluncuran itu dan cukup mention Komunitas Mozilla Indonesia @ID_Mozilla @Firefox_ID dengan hashtag acara : #Firefox #FirefoxIndonesia dan pemenangnya siap-siap saja akan diumumkan di akhir acara.pembawa acara

Rasanya kesal banget aku ga bisa ikut ngetweet. Kenapa? karena gak tahu kenapa sinyal provider yang aku pake ternyata ga ada! setelah disarankan teman untuk direstart, baru dech itu sinyal provider yang berulangtahun Senin ini perlahan muncul. Tapi tetap saja aku sedih, meski bisa ngetweet satu dua kali, tapi tetep saja kesal, soalnya sudah terlambatlah…

Saat Panitia mengumumkan bagi peserta yang beruntung di bawah kursi akan ditemukan stiker warna orange, ternyata aku salh satunya yang mendapat stiker itu! Alhamdulilah, bersyukur sekali. Jarang-jarang setiap ikut even blogger ak dapat hadiah-hadiah apalagi doorprize…Dan kaos Mozilla warna merah pun kini menjadi milikku.

panitiaSetelah pemutaran film dokumenter durasi pendek tentang Mozilla dan komunitas, acara puncak yang ditunggu sampai juga. Potong tumpeng! Indonesia banget kan ya?

Pesta Peluncuran Firefox Teranyar! Adalah bagian dalam rangkaian pesta peluncuran di seluruh dunia, antara lain: Slovenia, Perancis, Uganda, Hong Kong, Mauritius, Sri Lanka, Filipina, Hungaria, Botswana, Canada, Brasil, Kamboja, Indonesia, India, Irlandia, Malaysia, Pakistan, Swedia & Argentina.

Pak Dian KelanaDan malam itu, acara peluncuran ditandai dengan pemberian potongan tumpeng kepada peserta termuda (bayi 5 bulan) dan peserta paling senior yang tiada lain Pak Dian Kelana yang mana menurutnya beberapabulan lagi usianya menginjak 60.

Disela-sela aacara aku celingak-celinguk cari orang yang kenal. Bukannya dari Komunitas BRID itu ada sekitar 15 orang? Pada kemana ya? Yang akhirnya aku bisa temui di dalam adalah Pak Nur beserta istri dan Pak Ganendra, Pak Dian Kelana dan terakhir Mbak Winda bersama Pak Edunya. Orang yang aku cari malah tidak ketemu, padahal aku sudah sms sejak sebelum masuk BCP. Pak Amril yang katanya mau malmingan di BCP kok tidak ada ya?
mozilla
Tidak lama ada balasan, ternyata Pak Amril sudah pulang. Katanya dia beserta istri sudah daftar online, tapi anak-anak tidak. Akhirnya anak-anak masuk ke waiting list. Tapi karena lama, akhirnya anak-anak mau pulang, ya Pak Amril bersama isri ikut pulang juga. Duh, sayang ya… Padahal kata panitia sendiri, kalau ada acara Mozilla, itu dipersilahkan kok membawa anak juga. Mungkin kedepannya antara panitia dan pihak ketiga harus bisa benar-benar berkoordinasi supaya tidak ada salah faham dan kekecewaan begitu.

Setelah potong tumpeng, ada waktu sebelum acara nonton bareng film “The Amazing Spiderman 2” dimulai aku pergunakan untuk berfoto di #MozPhotoBooth. Lumayan lah sedikit narsis, biar ada kenang-kenangan, hehe!

Setelah foto, malah dapat hotdog gratis lagi, akhirnya selain mendapatkan name tag dan coupon (incl. coupon #, 1x photobooth, 1x moznobar, 2 set – snacks & drinks) aku jadi nambah snacks dan kartu Blitz. Karena saat masuk lagi ternyata setiap peserta dibagi kartu Blitz yang aku sendiri tidak tahu itu kartu gunanya untuk apa. Apakah buat nonton gratis di BCP lagi? Beuh… masa iya dari Cianjur mau nonton saja harus ke Bekasi?Narsis

Selama diputarnya film, aku bukannya merhatiin film, malah ngobrol sama Mbak Yulia dan Yuri No Hana yang datang terlambat karena ada urusan lain. kalau tidak ada mereka, aku pasti bakalan tertidur saking nyamannya.

Hampir pukul sebelas malam acara nonton bareng baru selesai. Mall sudah tutup dan peserta pulang lewat parkiran jalan belakang. Karena aku menginap di rumah Emis di Kayuringin jadi tinggal naik becak sekitar 15 menit saja sudah sampai di rumah. Kebayang kalau aku tidak menginap, mau naik apa pulang ke Cianjur tengah malam gitu? Pak Dian saja yang dari Tomang menginap juga di Mbak Winda.

P1230408Kalau boleh usul, kedepannya jika ada acara serupa jangan dengan nonton bareng lagi kali ya apalagi waktunya malam-malam. Cukup repot bagi orang luar kota yang terisolir seperti aku ini nih. Dan pastikan kalau benar setiap acara Mozilla boleh bawa anak, jangan sampai harus ada salah faham membuat kecewa duluan si anak, orang tua, dan atau pihak manapun. Soalnya kedepannya anakku juga beranjak gede, bakalan aku bawa kayanya, hehe! (0l)

Comments

  1. Usulannya kalau bisa acaranya di dakan juga di daerahnya Mba Okty ya ? jadi biar deket. he,, he,, he,,,, 😀

    Salam

    • Okti Li says:

      Hahaha… iya, Pak… bener banget. kalau acaranya outbond, daerah Puncak, Bogor, dan Cianjur itu emang cocok 🙂

      Btw, selamat ya dapet komputer baru dari ngeblog 🙂

  2. wah ada acara nonbar juga toh ternyata ^^.
    Seruu, sayang aku ngga bisa dateng kemarin mba 🙂

    • Okti Li says:

      Iya, Mba Shinta, ada acara nonton barengnya, tapi karena udah sering nonton film dengan jalan cerita yang serupa, jadi agak tidak begitu menarik buatku…
      malah ngobrol dan buat draft tulisan ini, hihi…

      Sampai ketemu di acara blogger lainnya ya Mbak 🙂

  3. Thanks laporannya ya Teteh.
    Iya saya sempat datang sebentar, tapi karena bawa “pasukan” (istri dan anak2) saya terpaksa pulang karena anak-anak kurang sabar menunggu hingga pendaftaran selesai serta lumayan letih juga karena sejak siang kami menghadiri pernikahan teman di Pondok Gede. Saya dan istri sebenarnya sudah daftar online namun saya tidak mendaftarkan kedua anak kami karena saya fikir akan disiapkan tersendiri, juga mereka tidak punya email & akun FB. Moga2 kapan2 bisa hadir lagi ya.

    • Okti Li says:

      Iya Pak… Saya juga menyesalkan hal itu. Mengingat Om Viking saja justru menyarankan jika ada kegiatan yang diselenggarakan oleh Mozilla Indonesia, anak-anak boleh dibawa ikut serta. Makanya saya merasa gimana gitu sementara Bapak beserta keluarga malah kembali gara-gara anak-anak ga bisa masuk… Kedepannya semoga menjadi lebih baik demgan adanya kejadian ini 🙂

  4. Seru banged pake beudh ^_^

  5. Seru acaranya, ngintip tulisannya ya, Mbak 🙂 mau belajar bikin reportase, salam kenal 🙂

  6. Apa yang dialami Pak Amril, persis seperti yang saya alami. Anak2 saya masuk waiting list. Tp sebelumnya gak ada penjelasan apa2. Akhirnya batal. Sepertinya memang kurang rapih untuk bagian penerimaan undangannya, ya

    • Okti Li says:

      Iya, Bunda… Semoga hal ini menjadi masukan kepada pihak Panitia dan jadi pelajaran buat kita semua ya…

  7. waaah.. pasti teh okti nyari akooh ya xD, iya teh maklum blok m-bekasi lumayan jauh terus pas keluar tol macet banget jadinya telat parah.. Untung team mozilla berbaik hati untuk mengizinkan masuk kalau ngga udah pulang tuh kemarin :D. Izin share link ya teh soalnya punya teteh yg paling lengkap ^^

    • Okti Li says:

      Iya, nyari The Yulia. Pas ga bisa masuk Fb (group) BRID juga karena hape ga ada sinyal. Benar-benar bagai anak ayam kehillangan induknya dech 🙂 silahkan share semoga ada manfaatnya…

Speak Your Mind

*